Maaf Untuk Rena

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Patah Hati, Cerpen Penyesalan, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 26 June 2013

“horeee.. kita lulus, gengs…”. teriak anna, anisa, rere dan Rena. Mereka berteriak histeris saat amplop kelulusan sudah di buka. Mereka berempat merupakan satu geng. geng itu mereka namai GENG ARENA, terdiri dari nama mereka masing masing. Dari kecil mereka sudah berteman, karena mereka satu kampung.
“kamu mau lanjut kemana, ren?”. tanya anisa.” belum tau juga nih, rencananya sih aku mau ambil kebidanan. kalo kamu?”. tanya rena balik.”aku mau ambil kedokteran aja, dari dulu aku udah punya cita cita jadi dokter”. jawab anisa.
“kalo aku sama anna, udah sepakat kuliah di kampus yang sama, biar ga pisah. kebetulan kita punya cita cita yang sama, yaitu jadi Guru. hahahaha”. rere dan anna pun tertawa bersamaan. Akhirnya kami berempat segera pulang ke rumah masing masing.

Beberapa hari kemudian kamipun mulai melakukan persiapan untuk mengurus pendaftaran kuliah. setelah semua persiapan selesai, kami tinggal menunggu tes yang akan kami hadapi nantinya.
sebelum kami berpisah ketika kami sudah memasuki dunia perkuliahan, kami sebagai geng yang tak ingin terpisahkan, sepakat mengusulkan untuk ngumpul bareng di tempat biasa kami ngumpul. Rena yang sudah siap, kemudian segera menuju ke rumah anisa, mereka berdua memang selalu bersama, karena rumah mereka satu arah. Barulah kemudian mereka menuju ke tempat yang sudah ditentukan, karena anna dan rere ternyata sudah di jalan.
sesampainya disana, anna dan rere terlihat sudah memesan minuman.
“wah… wah.. kehausan ya, bu”. sapa anisa ketika melihat rere yang sedang meneguk minuman yang telah dipesannya.
“iya nih. haus banget. udah dari tadi sih, tapi aku nggak sempat mampir, jadinya aku pesan duluan sebelum kalian datang.”. jawab rere sambil tertawa, kini dia sudah terlihat tidak dahaga lagi.

Tidak lama kemudian, datang pelayan yang membawa daftar menu makanan dan minuman.
“mau pesan apa, mbak”. tanya si pelayan itu
“saya pesan jus lemon aja, mbak”. jawab rena.
“saya pesan lemon tea aja deh”. anisa menambahkan
“cuma itu aja?”. tanya pelayan itu lagi.
“iya… kita kita udah kenyang, mbak”. kata anna cengengesan
“oke. jawab si pelayan itu sembari meninggalkan meja mereka.

Sambil menunggu pesanan, mereka pun mulai membicarakan rencana mereka masing masing akan meneruskan kuliah mereka dimana nantinya. Topik yang dibicarakan pun berganti ganti, mulai tentang masa kecil mereka dulu yang sudah berteman hingga sampai saat ini. mereka berjanji akan selalu bersahabat sampai mereka tua nanti.
akhirnya, pesanan rena dan anisa pun sudah datang. Anisa yang sedari tadi juga menahan haus, segera meneguk minumannya sampai ludes.
“waawww… keren. sekali teguk langsung habis”. celetuk rere ke anisa
“ya dong, siapa dulu. rere gitu loohh”. timpal rere seolah bangga dengan apa yang baru saja dia lakukan. Gelak tawapun langsung pecah melihat kelakuan mereka yang selalu mengundang tawa.

Beberapa bulan kemudian, anna, rere, anisa dan rena sudah lulus test di universitas tempat mereka mendaftar waktu itu. mereka sudah tidak sabar lagi untuk menjadi seorang mahasiswa. karena keempatnya sedang sibuk dengan urusan masing masing, jadi waktu untuk ngumpul lagi seperti dulu, kini sudah mulai berkurang. mereka hanya berkomunikasi via telpon dan sms saja untuk sementara. Namun, itu tetap tidak melunturkan kekompakan mereka.
Hingga pada suatu hari, Anna menghubungi ketiga temannya itu untuk ketemuan di suatu cafe. Namun, menurut penuturan anna, dia tidak hanya sendiri, tapi dia juga bersama dengan seseorang yang selama ini dia suka. Ketika di tanya seseorang itu siapa, anna tidak mau memberitahu saat itu juga. dia ingin teman temannya itu segera datang ke cafe untuk menghilangkan rasa penasaran mereka.
setelah cukup lama menunggu, akhirnya ketiga teman temannya itupun tiba di cafe.
kemudian anna pun segera memperkenalkan seseorang yang dia ceritakan tadi.
“ini dia nih orangnya yang aku bilang tadi. engg… enggg.. engggggg…”.
“hahhhh… veldy?”. ucap rena ketika melihat sosok yang diperkenalkan oleh anna tadi.
“kamu kenal dia, ren?”. tanya anna sedikit heran dan terkejut ketika melihat reaksi rena setelah melihat seseorang yang ternyata bernama veldy itu.
“iya.. aku kenal kok, anna. tapi ya kenal kenal gitu aja sih”. timpal renna lagi
“ohh gitu. iya udah, vel. kenalan dong sama teman teman yang berdua ini”. kata anna kepada veldy, agar berkenalan juga sama anisa dan rere yang sedari cuma diam melihat rena yang seakan sudah lama mengenal veldy.
cowok yang bernama veldy itupun kemudian mengenalkan diri kepada anisa dan rere.

Malam itu, renna tak seperti biasanya. dia sepertinya kurang menyukai sosok veldy. entah mengapa. Anna jadi bingung dengan sikap renna malam itu. Padahal, di mata Anna, veldy adalah cowok yang baik, ramah kepada siapapun. namun, anehnya malam itu juga veldy menjadi seorang yang sedikit pendiam.
Pertemuan mereka malam itu hanya berlangsung 1 jam saja tanpa ada kesan yang berarti. Renna masih terlihat cuek, begitu juga dengan veldy terkecuali Anisa dan rere yang dari tadi sengaja bikin lelucon, berharap suasana jadi lebih ceria. Namun, usaha merekapun tidak membuahkan hasil. masih tetap saja seperti itu.
merekapun kemudian memutuskan untuk pulang. Anna pulang bersama veldy. Rena, Annisa dan rere pulang dengan kendaraan mereka masing masing.

Keesokan harinya, anna pun bertandang ke rumah renna. dia masih penasaran dengan perubahan sikap renna malam itu.
Melihat kedatangan anna, renna segera mempersilakan anna untuk masuk kerumahnya.
tidak lupa temannya itu disuguhi aneka cemilan dan juga minuman, karena dia tau temannya itu doyan makan.
“tumben kamu maen ke rumah, an”. tanya renna sambil menikmati cemilan
“hmmm… gini loh, ren. aku itu heran, kenapa waktu ketemu veldy, kamu kok kayaknya kurang suka gitu”. tanya anna.
mendengar pertanyaan anna, renna tiba tiba keselek. dia segera menyambar minumannya untuk melegakan tenggorokannya itu.
“makannya pelan pelan, ren.”. kata anna lagi
“iya, an. aku kaget aja dengar pertanyaan kamu. aneh banget, makanya aku sampai keselek begini”. jawab rena lagi
“tolong jawab, ren. sebenarnya kamu kenapa, kamu pernah ada masalah ya sama veldy?”. tanya anna lagi, sepertinya dia begitu penasaran
“kamu suka kan sama dia, an?”. tanya rena
“jujur sih, ren. aku memang suka banget sama veldy. dia baik banget sama aku”. jawab anna
“udah lama kenal dia”. tanya rena lagi
“belum lama lama banget sih, ren. tapi aku udah cukup mengenal sifat dia kok”. jawab anna dengan yakin
“an, aku gak mau kalo kamu dekat sama dia, kemudian kamu jadian sama dia, kau akan disakiti.”. ucap rena seakan tidak mau anna dekat sama veldy
“kenapa kamu begitu yakin dia akan nyakiti aku, ren?”. tanya anna lagi
“iya, karena… karena… dia itu mantan aku”. jawab renna
“hah? dia mantan kamu, ren. kenapa aku gak tau selama ini kamu udah punya pacar? setahu aku kamu jomblo”. jawab rena dengan muka yang sedikit memerah
“maafin aku, anna. aku tau, kita pernah janji, sebelum kita kuliah, kita jangan cari pacar dulu. tapi veldy maksain aku, dia ngancem aku kalo aku nolak dia, anna”. ucap renna lagi, dia mencoba meyakinkan anna.
“kamu jahat ya, ren. ternyata kamu penghianat”. ucap renna sambil mengambil kunci motornya dan bersiap siap keluar dari rumah renna.
“anna, tunggu. aku cuma gak mau kamu disakitin sama dia kayak aku. cukup aku dan lainnya aja, anna. aku gak mau kamu jadi korban selanjutnya”. kata renna lagi
“udah lah, ren. terserah kamu mau ngomong apa tentang dia. aku lebih tau veldy. dia sudah berubah kok. ini terakhir kalinya kita ketemu, ren. aku gak mau ketemu penghianat seperti kamu. titik”. begitulah ucapan terakhir anna sambil meninggalkan rumah rena…
Rena tak bisa berkata kata apa apa lagi. Sahabat dekatnya kini sudah tidak percaya lagi dengannya. Ia sudah kehilangan seorang sehabatnya. Anna

Seminggu setelah kejadian itu, anna tidak pernah mau lagi ngumpul bersama jika rena juga ikut.
anna sekarang lebih sering meluangkan waktunya bersama veldy, cowok pujaannya itu.
kini hanya tinggal Anisa dan rere yang masih tetap bersama rena. mereka mencoba membantu renna agar baikan lagi sama anna. tapi, semuanya sia sia. Anna tidak pernah mau mendengarkan ucapan mereka.
tidak terasa, hubungan anna dan veldy sudah menginjak 2 minggu. Anna merasa veldy memperlakukan dirinya bak seorang putri. itulah sebabnya, dia merasa semua perkataan rena hanyalah alasan saja, agar dia tidak jadian sama veldy, kemudian dia yang balikan lagi dengan mantannya itu.

Siang itu di taman, ketika anna sedang asyik ngobrol dengan veldy, tiba tiba hapenya berbunyi. ketika dia buka pesan, ternyata itu sms dari rena.

“anna, aku mohon.. maafin aku. mungkin aku salah di mata kamu. aku hanya ingin yang terbaik buat kamu, itu saja. kamu sahabat aku sejak kecil. aku tak ingin kamu disakiti oleh siapapun. begitu juga dengan rere dan anisa. kalian semua sahabat terbaik aku.
andai saja hari ini aku tidak ada di dunia ini lagi, aku berharap kalian semua memaafkan semua kesalahan aku sama kalian, terutama kamu, anna.
mungkin, ini saja yang bisa aku ungkapkan. sekali lagi aku minta maaf.
AKU SAYANG KALIAN SEMUA, SAHABAT-SAHABATKU

Begitulah isi dari sms rena. namun, karena masih dlingkupi perasaan emosi, anna pun tidak menghiraukan isi sms rena. dia tidak ada niat untuk membalas sms tersebut. hapenya kemudian dia matikan, dan melanjutkan ngobrol ngobrolnya dengan veldy.
“tadi sms dari siapa, sayang”. tanya veldy
“oh. bukan dari siapa siapa. itu sms yang bilang aku menang uang jutaan rupiah. gak penting banget kan, sayang?”. jawab anna. dan merekapun kemudian memutuskan untuk jalan jalan.
ketika tengah asyik bernostalgia di jalan, tiba tiba ada sebuah mobil mencegat mereka dari arah depan, hingga memaksa veldy untuk menghentikan laju motornya itu.
dari dalam mobil, keluar seorang cewek yang langsung menampar pipi veldy.
“oh.. ternyata kamu asyik jalan jalan sama cewek lain ya. pantesan aja hape kamu matikan. brengsek loe”. ujar cewek itu setelah menampar pipi veldy
“veldy, dia siapa”. tanya anna keheranan
“dia… dia…” jawab veldy tersendat sendat
“veldy ini pacar aku. kenapa? dasar cewek gak tau diri”. jawab cewek itu ketus dan hampir saja menampar pipi anna, namun di tangkis oleh veldy.
“udah udah.. aku yang salah”. kata veldy mencoba menenangkan suasana
“ternyata benar apa kata renna. kamu emang brengsek!!!”. ujar anna sambil menampar pipi veldy yang langsung meringis kesakitan, karena sudah di tampar dua kali oleh pacar pacarnya. Anna langsung berlalu dan meninggalkan veldy berdua dengan pacarnya itu dan segera menuju ke rumah Rena untuk minta maaf.

Tiba di depan rumah renna, dia heran. Banyak orang di rumah rena. diapun kemudian mencoba untuk bertanya kepada orang orang yang ada disitu.
“pak, sebenarnya ada apa ya ini? kok ramai banget?”. tanya anna kepada seorang bapak yang kebetulan berdiri di luar rumah rena.
“adek ini bukannya sahabat renna?”. katanya lagi
“iya pak, saya memang sahabatnya, tapi saya heran kenapa bapak bapak, ibu ibu semuanya ngumpul di rumah renna.” kata anna lagi
“tadi sekitar pukul 14.15 wib, kecelakaan. dia di tabrak mobil dan tewas di tempat”. kta bapak itu. mendengar itu, anna langsung shock dan tidak percaya dengan apa yang dikatakan bapak itu tadi. diapun kemudian langsung menerobos orang ramai itu, dan masuk ke dalam.

dia tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Rena yang ada didepannya, kini badannya sudah terbujur kaku terbungkus kafan yang putih bersih, wajahnya sudah di tutup. Anna melangkah mendekati jenazah Rena yang kini sudah tidak bernyawa itu. dilihatnya Rere dan anisa yang menangisi temannya yang sudah tiada. Anna tak dapat lagi membendung air matanya. air mata penyesalan. Dia menyesal mengapa dia tidak mau memaafkan Rena, yang ternyata benar adanya. Dia baru sadar, Rena hanya ingin Anna bahagia, bukannya disakiti. dalam hatinya anna berkata “aku sudah memaafkanmu, ren. kini, aku yang harusnya minta maaf padamu. maafin aku sahabtku”. airmatanya semakin mengucur deras membasahi pipinya
Anna pun kemudian membuka kain kafan yang menutupi wajah renna. Wajahnya yang putih merona, kini menjadi pucat. Sahabatnya itu seolah tersenyum.
Anna pun kemudian menutup lagi wajah temannya itu. yang bisa ia lakukan kini hanyalah mendoakan agar temannya itu diterima disisiNya.

Jika waktu itu ia mendengar nasihat rena, tidak mungkin akan jadi begini. tapi, mungkin ini juga sudah takdir dari yang diatas. Rena harus pergi duluan.

SELAMAT JALAN, RENA.
SEMOGA ENGKAU BERBAHAGIA DISANA. DOA KU DAN TEMAN TEMAN, AKAN SELALU MENYERTAIMU. AMIN

= THE END =

Cerpen Karangan: Christine Grace
Facebook: Grace Bah Grace

Cerpen Maaf Untuk Rena merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Tiga Pohon di Padang Rumput

Oleh:
Orang-orang desa suka mencari rumput gajah untuk makan ternak di padang rumput sebelah sana, di pinggir perkampungan. Padang rumput yang luas, luas sekali… mereka tidak berani ambil rumput jauh-jauh

Sebuah Rasa Yang Terpendam (Part 2)

Oleh:
1 minggu kemudian.. Ujian Kenaikan Kelas berlangsung yang membuatku harus sering belajar. Bahkan Handphoneku pun disita agar aku fokus belajar selama ujian. Hari demi hari berganti sampai akhirnya selesainya

Pilar Kebahagiaan

Oleh:
Pagi itu hawa dingin serasa menyayat kalbu. Jalan setapak yang biasanya dilalui oleh Ila untuk pergi ke sekolah tampak begitu sepi. Karena kabut yang sangat tebal membuat para pengguna

Keputusan Yang Salah

Oleh:
Hari ini aku benar-benar dikejutkan dengan keputusan orangtuaku yang mengharuskanku menerima orang yang tak pernah kusayang. Yitno dia adalah orang pilihan orangtuaku, baik memang tapi sejauh aku mengenalnya belum

Jangan Asal Menuduh Dong

Oleh:
Ia adalah Anita. Nama lengkapnya Anita Putri Zaharra. Ia adalah anak orang berada atau bisa dibilang kaya. Ia adalah gadis yang manis, cantik, tetapi sayangnya ia sombong, dan itulah

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Maaf Untuk Rena”

  1. Melati says:

    Waah BAgus banget ,, aku suka ceritanya .. Buat lagi dong ka

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *