Mako And Unknown Country – Mako dan Negeri Tak Di Kenal (Part 2)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi), Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 8 August 2014

Hari pun sudah mulai terang, Elizabeth bangun dahulu sebelum Mako, Jhonny, dan Hearby. Ia melihat teman-temannya yang masih tertidur, “Hah… mereka belum bangun juga. Lebih baik aku segera mandi. Tapi, pakaian siapa yang ada di meja ini…?” Kata Elizabeth melihat pakaian-pakaian yang ada di meja kamar tidur. “Ya sudahlah, mungkin ini pakaian-pakaian yang sudah dipersiapkan Asami. Baiklah, aku mandi dulu.” Sambungnya seraya menuju ke kamar mandi.

Elizabeth pun pergi membersihkan diri di kamar mandi. Selesai mandi dan berpakaian di kamarnya, ia melihat Asami di ruangan makan. Elizabeth pun mendekatinya, “Wah… kau sudah mempersiapkan semuanya. Mulai dari pakaian, dan sekarang hidangan untuk sarapan pagi. Terima kasih banyak ya… Kau memang rajin sekali.” Kata Elizabeth yang kagum dengan sifat rajin Asami. “Itu sudah biasa ku lakukan sehari-hari.” Balas Asami dengan lembut dan senyuman. Elizabeth sangat senang melihatnya, tapi ia tidak melihat Jack pada saat itu, “Hmm… Dimana Jack…? Kenapa dari tadi ia tidak terlihat…?” Tanya Elizabeth dengan heran. “Oh… dia bangun lebih awal dariku. Setiap hari, dia membeli bahan pangan. Selesai membeli bahan pangan, biasanya dia pergi menebang pohon di Hutan untuk mengambil kayunya lalu ia menjualnya. Seperti itulah dia. Sangat rajin dan disiplin. Dialah yang mencukupkan kebutuhan hidup kami berdua.” Jawab Asami dengan panjang lebar. “Wah… dia sungguh hebat. Siapapun pasti senang kalau memiliki saudara seperti itu.” Sahut Elizabeth dengan kagum.

Tanpa mereka berdua sadari, percakapan mereka berdua telah didengar oleh Hearby. Elizabeth dan Asami tidak tahu bahwa sebelumnya Hearby telah bangun, kemudian mandi dan berpakaian. Saat keluar dari kamar, Hearby tak sengaja mendengar percakapan mereka. Mendengar percakapan mereka berdua, Hearby semakin kagum dengan Jack, “Ya, kau benar. Siapapun pasti senang memiliki saudara seperti itu. Apalagi ia rajin dan bertanggung jawab, pasti ia akan suka padanya.” Kata Hearby sambil mengingat Jack. “Hahaha… kau juga benar. Semua wanita yang mengenalnya pasti akan berkata begitu. Begitu juga denganku.” Sahut Asami yang mendengar perkataan Hearby tadi. Mako dan Jhonny pun terbangun. Mereka keluar dari ruang istirahat mereka. Melihat mereka berdua, Hearby tampak kesal, “Hem…, tidak seperti kalian berdua yang tahunya tidur saja dan bangun sampai jam segini…” Kata Hearby yang sedikit menyindir Mako dan Jhonny. Mako dan Jhonny tampak bingung dengan apa yang dikatakan Hearby pada mereka berdua, “Apa yang sebenarnya yang terjadi…? Kenapa tiba-tiba kau tampak kesal dengan kami berdua, Hearby…?” Tanya Jhonny yang tampak kebingungan. “Hahaha… kalian semua terlihat lucu. Sudah, lebih baik kalian berdua mandi dulu. Makanannya sudah di atas meja.” Kata Asami seraya menyuruh Mako dan Jhonny untuk mandi. “Hey Asami, apa sebaiknya kita menunggu Jack pulang terlebih dahulu baru kita semua sarapan bersama…?” Tanya Hearby yang sepertinya mengkhawatirkan Jack. “Oh tenang saja Hearby. Dia pasti sudah makan disana. Setiap hari dia pulang ke rumah pada waktu sore hari, jadi makan pagi dan siang di luar.” Jawab Asami.

Mako dan Jhonny akhirnya selesai mandi dan berpakaian, mereka pun segera sarapan pagi bersama-sama. Setelah sarapan pagi, Asami berencana mengajak mereka berempat jalan-jalan ke pusat negeri ini, yaitu Republic City, “Setelah sarapan pagi, aku akan mengajak kalian jalan-jalan ke Republic City, tempat dimana semua penduduk berkumpul untuk berdagang, mengunjungi gedung-gedung yang menakjubkan, bermain di Carnival Land, dan banyak lagi. Oh iya, pertama kita akan mengunjungi tempat dagang terlebih dahulu. Aku ingin mebeli buah untuk nanti malam. Kalian setuju kan…?” Tanya Asami antusias. “Ya, kami setuju.” Serentak mereka berempat.

Mereka pun pergi dari rumah Asami menuju Republic City menaiki delman. Sekitar satu setengah jam akhirnya mereka sampai di tempat perdagangan Republic City, Civilian Store. Mereka memasuki Civilian Store. Yang mereka cari adalah tempat penjualan buah-buahan. Belum sampai di tempat penjualan buah-buahan, mereka berlima bertemu dengan raja yang mengatur negeri ini, “Siapa dia…? Mengapa dia di kawal banyak prajurit…?” Tanya Mako. Melihat raja tersebut, Asami terkejut, “Dia… Kalian semua, menunduklah. Dia adalah Raja Eric Fransisco. Dia begitu kejam terhadap semua orang.” Kata Asami sambil menyuruh Mako dan teman-temannya menundukkan kepala. Tiba-tiba, ada seseorang yang berteriak ke arah Raja Eric, “Hey… kau, aku akan membunuhmu sekarang juga. Bersi…” orang tersebut berhenti berbicara. Ternyata dia telah ditembak oleh Raja Erik, “Dasar sampah tak berguna. Begitulah akibatnya jika ada yang berani menentangku.” Kata Raja Eric sambil meletakkan kembali pistolnya di sampingnya. Raja itu pun sudah pergi bersama para pengawalnya. “Cepat, siapapun, tolong selamatkan dia. Bawa dia ke rumah sakit sekarang juga…!!!” Teriak salah satu orang di Civilian Store. Orang-orang berlalu-lalang untuk menyelematkan orang yang tertembak tersebut. Elizabeth masih bingung dengan semua yang terjadi, “Siapa dia itu sebenarnya…?” Tanya Elizabeth yang bingung. Asami tampak bingung harus menjelaskan darimana, “Hmm… ah” Asami menarik napas untuk menceritakan yang sebenarnya, “10 tahun yang lalu, keadaan di negeri ini sangat tentram dan damai. Semuanya hancur saat Raja Erik dikabarkan telah diculik. Tetapi beberapa hari setelah penculikannya, Raja Eric kembali lagi ke negeri ini. Ia tampak asing dari yang dulu. Seperti yang kami duga, ternyata benar. Dia bukan Raja Eric, melainkan sesosok makhluk kegelapan yang memasuki tubuhnya. Sosok itu adalah pemimpin pasukan kegelapan, Raja kegelapan. Orangtuaku…” Asami mulai mengeluarkan air mata, “Orangtuaku yang diketahui orang banyak sebagai teman dekat Raja Eric sejak kecil tidak tahan melihat Raja Eric yang sekarang. Akhirnya orangtuaku memutuskan untuk membunuh Raja Eric secepatnya. Mereka mengatakan pada aku dan Jack bahwa mereka akan pulang secepatnya. Tapi… tapi…” Asami tak sanggup menahan tangisannya dan air mata terus berkeluaran. “Sudah Asami…!!! Sudah cukup. Jangan memaksakan dirimu sendiri.” Kata Mako yang mencoba menghentikan cerita dari Asami. “Ini sudah mau sore hari. Sebaiknya kita pulang saja ke rumahmu.” Sahut Hearby yang mengkhawatirkan Asami. Kelimanya pun akhirnya pulang ke rumah Asami.

Sesampai di rumah Asami, ternyata Jack sudah pulang terlebih dahulu. Jack melihat Asami yang menangis, “Apa yang terjadi dengannya…? Apa dia terluka…?” Tanya Jack sambil melihat Asami yang terus menangis. Elizabeth pun menjelaskan semua yang terjadi, “Ia tidak apa-apa. Ia tidak terluka. Hanya saja, sewaktu kami pergi ke Civilian Store, kami bertemu Raja Eric dan pengawalnya.” Belum selesai berbicara, Jack sudah memotong pembicaraan Elizabeth, “Apa…!!! Kalian bertemu Raja Eric…? Apa yang dilakukannya pada Asami…?” Tanya Jack dengan spontan. “Tenang Jack, Raja Eric tidak melakukan apa-apa padanya. Hanya saja, pertemuan itu membuka kenangan lamanya yang pahit. Asami menceritakan semuanya pada kami. Mulai dari Raja Eric, Raja Kegelapan, Orangtua…” Jack langsung menghentikan pembicaraan tersebut, “Cukup, aku sudah tahu semuanya. Sebaiknya bawa Asami ke kamarnya.” Kata Jack sambil membantu Mako dan Jhonny membawa Asami ke kamarnya. Setelah itu, pembicaraan masih berlanjut. Di ruang makan, Jack menanyakan sesuatu pada Mako dan teman-temannya, “Kalian bukan tinggal di negeri ini kan…? Apakah kalian datang dari sebuah cahaya yang disebut mesin teleportasi…?” Tanya Jack. Suasana menjadi tegang. Mako pun menjawab pertanyaan Jack, “Ya, kami memang datang dari cahaya itu.” Jawabnya dengan tegas. Jack tahu bahwa pendatang dari cahaya itu akan dibunuh oleh Raja Eric atau Raja Kegelapan tersebut. Jack menceritakan semua yang ia ketahui tentang cahaya tersebut, “Sebenarnya, cahaya itu adalah ciptaan seorang ilmuwan di negeri ini. Ia membuat itu dengan harapan akan ada orang yang menyelamatkan negeri ini dari kegelapan. Setelah Raja Kegelapan mengetahui hal tersebut, ilmuwan itu langsung dibunuh olehnya sehingga ia menerapkan peraturan barang siapa yang menemukan pendatang dari cahaya tersebut, mereka harus diserahkan kepada Raja Kegelapan untuk mencari informasi mengenai dunia dibalik cahaya tersebut, lalu ia membunuh orang tersebut. Jadi, kalian adalah sasarannya. Dia pasti sudah mengetahui kalau kalian adalah pendatang dari cahaya tersebut.” Kata Jack dengan panjang lebar. Mendengar hal tersebut, Mako terkejut dan ia bertekad ingin membunuh Raja Kegelapan, “Kalau begitu, aku akan membunuhnya. Jika aku berhasil membunuhnya, duniaku dan negerimu ini akan terselamatkan.” Kata Mako yang mempercayai tekadnya tersebut. Jack, Hearby, dan Elizabeth tidak percaya dengan apa yang dikatakannya. “Apa… Kau bilang, kau ingin membunuh Raja Kegelapan…? Apa kau bercanda…? Dahulu semua orang terkuat dan terhebat di negeri ini sudah mencoba untuk membunuhnya, tapi yang terjadi adalah mereka kesana hanya untuk mengantarkan nyawanya…!!!” Sahut Jack. Tetapi, Jhonny tidak terkejut sama sekali. Dia sudah mengenal Mako, sehingga ia tahu apa yang akan diperbuatnya. “Hey… Hearby, Elizabeth. Apa kalian tidak mengenali Mako. Percuma kalian mau katakan apa saja padanya, tapi tidak akan ada yang bisa menghentikan kemauan Mako.” Kata Jhonny yang sebelumnya sudah menduga apa yang ingin dilakukan Mako. Elizabeth pun langsung tertunduk lemas, dia sudah sadar akan sifat Mako selama ini, “Ya, Jhonny benar. Kenapa aku tidak menduganya dari tadi ya. Hey Jack, yang dikatakan Jhonny benar. Mako pasti akan membunuh Raja Kegelapan.” Elizabeth mencoba meyakinkan perkataan Mako tadi. Jack pun percaya dengan apa yang dikatakan Mako, “Baiklah. Jika kau masih keras kepala, aku akan membantumu Mako.” Kata Jack yang sudah yakin dengannya. “Aku akan memberitahukan hal ini pada Asami, pasti dia senang mendengarnya.” Kata Elizabeth seraya menuju kamar Asami.

Saat Elizabeth menuju kamar Asami, ia masuk ke kamarnya. Tetapi, ia tidak melihat Asami di tempat tidurnya. “Hmm… mana Asami…? Hey Mako, Jack, di…” Tiba-tiba Elizabeth dibuat pingsan oleh prajurit raja tersebut. Dari awal, prajurit itu sudah mendengarkan percakapan mereka. Prajurit itu lalu membawa Elizabeth dan Asami dan kabur lewat jendela. “Apa yang terjadi dengan Elizabeth…? Mengapa tiba-tiba ia diam…?” Tanya Hearby heran. Mako pun mencoba memeriksa kamar Asami. Di kamarnya, ia tidak melihat Asami dan Elizabeth dan ia juga melihat jendela yang terbuka. “Oh, tidak. Jangan-jangan… Kalian semua, kemarilah…!” Mako pun memanggil mereka semua. “Apa yang terjadi…?” Tanya Jhonny. “Ini gawat, Asami dan Elizabeth pasti diculik oleh prajurit raja tersebut.” Kata Jack mengambil kesimpulan kejadian tersebut. “Mereka pasti akan dibawa menghadap Raja Kegelapan. Kita harus menghentikannya sebelum itu terjadi.” Kata Jack yang kemudian mengambil senjata api dan pistol yang ada di rumahnya. “Dari mana kau mendapatkan senjata-senjata ini…?” Tanya Mako sambil melihat senjata api yang diberikan Jack padanya. “Aku mengambilnya dari para prajurit di negeri ini.” Jawab Jack.

Setelah Jack memberikan senjata api kepada Mako, Jhonny, dan Hearby, Jack membuat strategi untuk menyelamatkan Asami dan Elizabeth. “Baiklah, semuanya perlengkapan sudah siap. Hearby, kau tahu bagaimana menggunakan pistol inikan…?” Tanya Jack kepada Hearby. “Iya, aku tahu.” Jawabnya. “Aku lanjutkan. Kita akan menyelamatkan mereka berdua pada malam hari, karena pada malam hari, mereka memiliki waktu pergantian penjaga selama 5 menit. Dalam waktu 5 menit, kita harus sudah masuk ke dalam istana raja. Oh iya, aku belum memberitahu tempat kediamannya. Istana Raja tidak jauh dari Civilian Store. Setelah ini kita berangkat dengan menyelinap ke mobil pengangkut kerajaan. Paling tidak, dengan kendaraan itu kita dapat sampai di kediamannya sebelum waktu pergantian. Hearby, bawa ini.” Kata Jack sambil memberikan kotak P3K kepada Hearby. “Ok, kendaraannya ada di sebelah sana. Kita harus cepat dan jangan sampai terlihat prajurit yang memindahkan barang-barang ke kendaraan itu.” Jack menunjukkan lokasi kendaraan tersebut. Kelimanya segera pergi menaiki kendaraan secara diam-diam. Setelah prajurit itu selesai memindahkan barang, mereka pun berangkat tanpa menyadari Mako dan teman-temannya ada di dalam kendaraan tersebut.

Asami dan Elizabeth yang diculik oleh prajurit raja dibawa ke sel tahanan yang berada di bawah Istana Raja Eric. Disana, Elizabeth bertemu dengan Officer Thompson yang sebelumnya disiksa oleh pemimpin para prajurit. “O…Officer Thompson, apa yang kau lakukan disini…? Apa yang terjadi denganmu…?” Tanya Elizabeth yang terkejut melihat Officer Thompson yang penuh dengan luka. “Oh… Elizabeth, syukurlah kau baik-baik saja. Dimana Mako dan yang lainnya…?” Balas Officer Thompson sambil melihat ke kanan dan kiri Elizabeth. “Tenang saja, mereka baik-baik saja sekarang. Aku tidak sadar, kenapa aku disini” Kata Elizabeth yang heran. Asami yang belum pernah bertemu Officer Thompson sebelumnya, bertanya-tanya dalam hatinya. Dia pun menanyakan hal tersebut pada Elizabeth, “Kau mengenalnya…? Siapa dia…?” Tanya Asami. “Oh… dia Officer Thompson. Dia petugas keamanan di desa kami.” Balas Elizabeth. Asami tiba-tiba terduduk lemas. Melihat Asami, Elizabeth khawatir dengannya dan dia mencoba mendekatinya. “Apa yang membuatmu begitu lemas, Asami…?” Tanya Elizabeth. “Sebenarnya, kita disini karena… Raja Kegelapan itu mengincar kalian berempat.” Jawab Asami dengan nada lemah. Elizabeth langsung terkejut mendengar perkataan Asami. “A… a… apa, mereka mengincar kami…? Kenapa…?” Tanya Elizabeth lagi. “Kalian datang dari cahaya misterius bukan…? Mungkin itulah yang membuat dia mengincar kalian berempat.” Jawab Asami. Di dalam hatinya, Elizabeth berharap Mako dan yang lainnya akan datang menyelamatkan mereka. Tapi ia berpikir kembali, mungkin ia harus memikirkan bagaimana caranya keluar dari tempat ini. Ia belum tahu bahaya apa yang mungkin akan menimpa dirinya, Asami, dan Officer Thompson. Elizabeth pun bertanya pada Officer Thompson, “Officer Thompson, setelah bapak sampai disini melewati cahaya misterius, apakah bapak tahu dimana lokasi cahaya tersebut…?” Tanya Elizabeth dengan serius. “Hmm… lokasinya tidak jauh dari sini. Tetapi, di dekat cahaya tersebut terdapat markas prajurit tak dikenal. Para prajurit disanalah yang membawa bapak kesini.” Jawab Officer Thompson. “Dan, jika kau ingin menuju kesana, bagaimana cara kita untuk keluar dari sini sekarang…?” Sambung Officer Thompson yang menanyakan hal tersebut kepada Elizabeth. Elizabeth sudah mengatur semuanya sehingga dia siap untuk menunjukkan apa yang dia pikirkan dari tadi. “Apakah bapak bisa berjalan…?” Tanya Elizabeth melihat kondisi Officer Thompson yang terluka. “Ya, sepertinya bapak bisa berjalan walau terluka seperti ini” Jawab Officer Thompson. “Baiklah Officer Thompson. Untuk sekarang, silakan berdiam diri dulu sejenak.” Kata Elizabeth yang kemudian mulai menunjukkan pemikirannya. “Hmm… penjaga. Tolong kemari sebentar.” Elizabeth pun memanggil penjaga ke depan pintu sel. Dia pun juga mendekati pintu sel. “Hmm… anu… tolong bukakan pintu sel ini, aku ingin ke…” Tiba-tiba, dengan cepat Elizabeth mengambil kunci sel yang berada disamping pakaiannya lalu dia memegang kepala si prajurit dan mengarahkannya ke pintu sel dengan kuat sehingga prajurit tersebut langsung pingsan. “Oh… jadi itu maksud dari perkataannya tadi… pantas saja dia dikenal sebagai anak yang cerdas.” Kata Officer Thompson dan saat itu pula ia mencoba untuk berdiri. “Ok, sekarang kita tinggal kabur dari tempat ini. Mudah-mudahan saja, Mako dan yang lainnya sudah membuat kekacauan di luar sana sehingga kita bisa keluar tanpa diketahui.” Sahut Elizabeth seraya mencoba membuka pintu sel.

Cerpen Karangan: Denny Permana Siregar
Facebook: https://www.facebook.com/dennypermana

Cerpen Mako And Unknown Country – Mako dan Negeri Tak Di Kenal (Part 2) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


The Story Of Soul Eater

Oleh:
Pada suatu jaman hidup sebuah kerajaan dimana sang raja itu sangat rakus, ia berubah jadi rakus dan kejam karena ditinggal mati oleh ratu di dalam peperangan. Raja itu mempunyai

Kekasih Untuk Sahabatku

Oleh:
Dia yang aku cintai selama ini dia adalah Doni dan kami pun saling menyukai satu sama lain tapi di sisi lain sahabatku Rita ternyata menyukai Doni sehingga aku pun

The Golden Ages of Gaia

Oleh:
Pada awal pembentukan dunia. Tercipta dewi yang bernama Gaia. Dewi tersebut menciptakan seluruh isi bumi. Yang pertama diciptakannya ialah bangsa Elf yang diciptakan dari cahaya bintang kejora. Bangsa itu

Power Five Girls

Oleh:
Power 5 girl sebutan bagi sekelompok perempuan muda yang ada untuk saling melengkapi, Bukan kelompok yang ada hanya untuk formalitas bukan ada karena Ikut-ikutn geng di sekolah saat masa

Just A Dream For Me And My Life

Oleh:
Hari itu fajar telah menyising, mama membangunkanku dari mimpiku. Aku terbangun menyadari sesosok wanita disampingku, “Airyn… ayo bangun! Kamu gak mau kan dokter Sally menunggumu!” kata lembut itu meluncur

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *