Mako And Unknown Country – Mako dan Negeri Tak Di Kenal (Part 3)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi), Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 9 August 2014

Kembali ke beberapa menit yang lalu, ketika Mako bersama tiga temannya yang menyelinap ke kendaraan pengangkut kerajaan. Akhirnya mereka sampai di Istana Raja Kegelapan. Mereka secara diam-diam dan hati-hati masuk ke dalam Istana Raja. Setelah masuk ke dalam Istana Raja, tepat di ruang tengah istana, Jack bingung melihat keadaan ruang tengah yang kosong tanpa penjagaan prajurit sedikitpun, “Mana para penjaga ya… Mereka tidak mungkin berganti penjagaan selama ini. Sungguh aneh…” Kata Jack sambil melihat sekeliling mereka. Memang pada saat itu, ruangan tersebut sangat gelap. Tiba-tiba, semua lampu hidup dan terlihat para prajurit yang mengepung Mako dan teman-temannya. Dan akhirnya, terlihatlah sosok gelap dari Raja Eric yaitu Raja Kegelapan. Raja Kegelapan pun menampakkan dirinya di hadapan Mako dan teman-temannya. “Itu kan…” Kejut Jack melihat Raja Kegelapan. “Oh… jadi dia ya Raja Kegelapan itu.” Sahut Mako. Raja Kegelapan melihat ke arah Mako dan yang lainnya. “Hahaha… jadi ini remaja yang datang dari cahaya itu. Akhirnya kalian menampakkan diri.” Kata Raja Kegelapan sambil menunjuk ke arah Mako dan yang lainnya. “Hey… bukankah kau yang selama ini menyembunyikan dirimu dan akhirnya kau menampakkan dirimu pada kami…” Mako langsung membantah percakapan sang raja tersebut. “Kurang ajar kau bocah. Jangan terlalu menyombongkan dirimu nak… Lebih baik sekarang kau ka…” Percakapan Raja tersebut langsung dihentikan oleh Mako, “Sudah cukup dengan omong kosongmu. Bersiaplah, karena sebentar lagi, kau akan kubunuh.” Kata Mako. “Apa…? Membunuhku…? Apa aku tidak salah dengar…? Kau ini masihlah seorang bocah. Lihatlah sekeliling kalian, para prajurit kegelapanku yang siap untuk menangkap kalian. Prajurit, tangkap mereka berempat. Sebelumnya, singkirkan senjata mereka terlebih dahulu.” Kata Raja Kegelapan. Para prajurit semakin mendekat dengan mereka. Terlebih lagi, mereka kalah jumlah dan dalam keadaan terkepung. “Bagaimana ini…? Apa yang harus kita perbuat…?” Tanya Hearby dengan khawatir. “Tenang saja, Hearby. Biarkan mereka maju mendekati kita. Jika sudah dekat dengan kita, pukul para prajurit itu dengan senjata yang kita pegang.” Jawab Jhonny. “Strategi yang bagus Jhonny. Sesuai aba-abaku, kita akan memukul para prajurit itu. Setelah itu, Hearby, kau menjauhlah dari kami. Kami akan membukakan jalan. Kau tembaki mereka dari jauh. Kau mengerti…? Kata Jack yang sudah bersiap-siap. “Baiklah Jack, aku mengerti.” Jawab Hearby. Para Prajurit tersebut sudah semakin mendekat dengan mereka. Mereka pun bersiap-siap untuk memukul para prajurit tersebut. “Ok, pada hitungan ketiga, pukullah mereka sekuat tenaga kalian. Satu.. dua.. tiga.. Sekarang…” Sentak Jack. Mereka berempat berhasil mengejutkan para prajurit tersebut dengan serangan mendadak. “Sekarang Hearby, larilah ke belakang tiang itu.” Kata Jack sambil menunjukkan tiangnya. “Baik.” Balas Hearby yang kemudian berlari menuju tiang tersebut. Mereka bertiga serta Hearby yang menembaki para prajurit dari belakang berhasil membunuh para prajurit satu-persatu. “Dasar prajurit bodoh…!!!” Sentak Raja Kegelapan melihat prajuritnya berguguran.

Di tengah pertempuran itu, Elizabeth, Asami, dan Officer Thompson yang sudah berhasil keluar dari sel bawah tanah melihat Mako dan yang lainnya bertempur melawan para prajurit. “Oh… syukurlah mereka baik-baik saja. Tapi, apakah mereka bisa selamat dari perlawanan para prajurit itu ya…?” Kata Officer Thompson yang melihat Mako dan teman-temannya bertempur. “Uh… seperti yang diharapkan.” Kata Elizabeth dengan lega. “Lihat, Jack juga ikut bertempur.” Sahut Asami yang melihat Jack ikut bertempur. “Hmm… Asami, maukah kau ikut ke desaku bersama denganku…? Aku akan meminta bantuan para penduduk disana.” Elizabeth mengajak Asami untuk pergi ke desanya. “Baiklah, aku akan ikut. Tapi, apa Mako dan yang lainnya akan baik-baik saja…?” Tanya Asami yang mengkhawatirkan Mako dan yang lainnya. “Tenang saja, Asami. Mereka sudah terbiasa dengan itu semua. Aku percaya dengan mereka. Hal terbaik yang bisa kita lakukan adalah meminta bantuan untuk mereka.” Jawab Elizabeth. “Ya, kau benar. Aku hanya perlu percaya pada mereka. Ayo kita berangkat.” Kata Asami yang kemudian bersama Elizabeth dan Officer Thompson pergi menuju cahaya tersebut.

Elizabeth, Asami, dan Officer Thompson akhirnya melihat cahaya tersebut dari kejauhan. Ketika mereka hendak melangkahkan kaki ke cahaya tersebut, mereka melihat beberapa prajurit di markasnya yang akan membantu prajurit lain yang ada di istana. Setelah para prajurit itu bergerak menuju istana, Elizabeth khawatir mereka tidak akan sempat meminta bantuan. “Apakah kita masih sempat untuk meminta bantuan ke desa…? Belum lagi kita menulusuri Hutan Greenwood lalu pergi menuju desa, sepertinya kita tidak akan sempat.” Kata Elizabeth yang putus asa. “Elizabeth, kau jangan putus asa dulu. Bagaimana dengan penduduk desa serta para Officer yang mencariku dan kalian semua…? Mungkin saja saat ini mereka sedang di hutan. Sekarang, kita hanya perlu melewati cahaya itu.” Sahut Officer Thompson seraya mencoba menyemangati Elizabeth. “Ya, bapak benar. Tidak mungkin mereka melupakan kita. Paling tidak, di hutan pasti ada beberapa orang yang berpatroli. Itu sudah lebih dari cukup. Ayo kita lewati cahaya itu.” Elizabeth langsung tersenyum dan berlari menuju cahaya tersebut.

Setelah melewati cahaya tersebut, perkataan Officer Thompson ternyata benar, mereka bertemu dengan beberapa Officer yang sedang berpatroli untuk mencari Officer Thompson dan yang lainnya. “Officer Thompson, akhirnya kami menemukanmu. Dari mana saja kau dan mana yang…” Kata seorang Officer yang tiba-tiba dihentikan oleh Officer Thompson, “Sudah cukup omong kosongnya, segera kumpulkan semua Officer yang berpatroli di hutan ini.” Tegas Officer Thompson yang memotong perkataan Officer tersebut. “Rupanya, apa yang sedang terjadi…?” Tanya Officer tersebut dengan bingung. “Sudah, jangan banyak tanya. Kau akan mengetahuinya sendiri nanti.” Sentak Officer Thompson.

Officer itu pun mengumpulkan semua Officer yang berpatroli di Hutan tersebut. Setelah semuanya berkumpul, yaitu sekitar 16 orang Officer yang membawa senapan api dan perlengkapan lainnya, Officer Thompson menyuruh salah satu di antara para Officer tersebut untuk kembali ke desa dan memberitahu Mr. Edward dan Officer lain serta beberapa penduduk untuk pergi menuju cahaya tersebut dengan membawa senjata api dan perlengkapan lainnya. Dan setelah itu, Officer Thompson, Elizabeth, Asami, dan 15 Officer pergi menuju negeri tak dikenal untuk membantu Mako dan yang lainnya.

Pertempuran yang terjadi antara Mako dan 4 temannya dengan para prajurit Raja Kegelapan terus berlangsung dengan sengit, sampai akhirnya banyak prajurit Raja Kegelapan yang berguguran sehingga membuat Raja Kegelapan meningkatkan kekuatan para prajuritnya. Dan saat itulah Mako dan yang lainnya mulai kewalahan. “Bagaimana ini, mereka bertambah kuat. Apa yang harus kita lakukan sekarang…? Kita sudah terdesak.” Tanya Jhonny sambil terus menembaki setiap prajurit yang berdatangan. “Tenang Jhonny. Kita harus mundur dan menembaki mereka bersama-sama. Kita mundur ke tempat Hearby.” Kata Mako yang kemudian mulai mundur ke tempat Hearby berada. Setelah mereka bertiga telah mundur ke tempat Hearby, mereka berempat bersama Hearby terus melancarkan tembakan mereka ke arah para prajurit Raja Kegelapan. Tiba-tiba, Jhonny terkena tembakan salah satu prajurit tersebut. “Ah…” Teriak Jhonny sambil melihat luka tembakan di bahunya. “Hearby, tolong obati luka Jhonny. Dia tertembak.” Teriak Mako yang melihat kondisi Jhonny terduduk sambil menjerit. “Baik.” Jawab Hearby yang langsung membawa Jhonny ke pintu masuk area tengah istana. Mako yang terus menembaki para prajurit tiba-tiba mendapati senjatanya yang kehabisan peluru, “Jack, peluruku habis. Apa kau mempunyai beberapa lagi…?” Tanya Mako sambil berlindung di tiang. “Tidak ada. Yang kugunakan ini adalah peluru terakhir. Cobalah ambil senjata api dari para prajurit yang sudah terbunuh.” Jawab Jack sambil berfokus menembaki para prajurit di depannya. “Tidak bisa, mereka terlalu jauh. Mustahil untuk mengambilnya.” Kata Mako. “Sial, peluruku sudah habis. Lebih baik, kita berlindung di balik tiang-tiang ini.” Sentak Jack seraya melempar senjatanya ke bawah.

Para prajurit terus menembaki mereka berempat, sampai akhirnya Raja Kegelapan menghentikan mereka semua. “Kalian semua, hentikan. Jangan sampai membunuh mereka, ada pertanyaan yang ingin kutanyakan pada mereka. Lagi pula, mereka sudah tidak bisa apa-apa lagi. Lihat, mereka sudah terkepung sekarang.” Kata Raja Kegelapan yang melihat bala bantuannya telah datang di pintu masuk ruang tengah. Semua prajurit itu menghentikan tembakan mereka. Secara tidak sadar pula, Hearby yang sedang mengobati Jhonny, sudah dikelilingi oleh prajurit Raja Kegelapan yang datang dari markasnya yang terletak di dekat cahaya tersebut.

Setelah itu, mereka berempat dipaksa menghadap Raja Kegelapan dengan kondisi tangan terikat. Raja Kegelapan menanyakan beberapa pertanyaan kepada mereka berempat, “Apa tujuan kalian datang ke negeri ini…? Apa kalian bertujuan untuk membunuhku…?” Tanyanya sambil memegang pedang yang biasa dia gunakan untuk membunuh orang yang ada di hadapannya. Tetapi, tidak ada satu pun dari mereka berempat yang menjawab pertanyaan itu, sehingga Raja Kegelapan memutuskan untuk membunuh mereka berempat. “Baiklah, jika kalian tidak mau menjawabnya, aku akan membunuh kalian berempat. Dan aku mulai dari kau, bocah yang ingin membunuhku.” Katanya. Raja Kegelapan pun akan menebas kepala Mako terlebih dahulu. “Mako… tidak…” Teriak Hearby. “Jangan lakukan itu.” Sentak Jack. Saat pedangnya sudah hampir mendekati leher Mako, tiba-tiba terdengar suara tembakan dan pedang itu pun terlempar ke belakang. “Apa yang terjadi…?” Tanya Jhonny dengan bingung. “Si.. siapa yang melakukannya…?” Tanya Raja Kegelapan sambil melihat ke depan pintu masuk ruang tengah. Ternyata, Officer Thompson, Elizabeth, Asami, dan 15 Officer langsung menyerang prajurit-prajurit Raja Kegelapan. “Untunglah kami tidak terlambat.” Kata Elizabeth yang baru memasuki ruang tengah istana. “Elizabeth, Asami, Officer Thompson.” Teriak Mako melihat mereka bertiga datang menerobos masuk ruang tengah.

Para prajurit Raja Kegelapan yang tertembak oleh para Officer pun mulai berjatuhan, tapi pertempuran pun tak bisa dihindari, para prajurit Raja Kegelapan yang masih tersisa melancarkan serangan juga. Mereka pun saling bertembakan sampai akhirnya Raja Kegelapan berteriak, “Kalian semua, hentikan…!!!” Teriaknya. “Lihatlah, aku memiliki beberapa tawanan yang berharga buat kalian. Jika kalian semua tidak mereka berempat mati, lemparkan senjata kalian ke depan.” Kata Raja Kegelapan yang mulai terdesak. Memahami kondisi itu, Officer Thompson pun menyuruh para Officer untuk melemparkan senjata mereka ke depan. Officer Thompson berharap bala bantuan dari desa sudah sampai di sini.

Tiba-tiba saja, ledakan pun terjadi di ruang tengah. Dan akhirnya Mr. Edward bersama para Officer dan beberapa penduduk desa sudah datang untuk menolong mereka. “Hah… kami datang anak-anak…!” Teriak Mr. Edward dengan membawa pasukan. Para prajurit Raja Kegelapan yang tersisa sudah dibunuh oleh para Officer yang baru tiba. Ledakan tadi membuat Raja Kegelapan kehilangan Mako dan yang lainnya. Yang ia lihat hanyalah sekumpulan para Officer dan beberapa penduduk dengan senjata api yang mengepungnya. Mako yang berhasil kabur dari pandangan Raja Kegelapan ternyata pergi menuju pedang yang terlempar tadi, sedangkan yang lainnya menuju ke para Officer. Mako melepaskan ikatannya dengan pedang itu, lalu ia membawanya dan berniat menusuk Raja Kegelapan dari belakang. “Matilah kau…” Teriak Mako sambil menusukkan pedang dari belakang tepat di bagian jantungnya. Raja Kegelapan pun tertusuk tanpa ia sadari. Setelah tertusuk, Raja Kegelapan mencoba berjalan ke arah Mako yang menusuknya dari belakang. “Kurang ajar kau bocah…” Kata Raja Kegelapan yang berjalan tertatih-tatih ke arah Mako. Belum sempat Raja Kegelapan menghampiri Mako, ia sudah terjatuh dan akhirnya Raja Kegelapan pun mati.

Setelah semuanya berakhir, Asami pun berlari ke arah Mako. “Mako…” Teriaknya. Asami pun mendekati Mako. “Mako, kau tidak apa-apa…?” Tanya Asami dengan penuh rasa kekhawatiran. “Ya, aku baik-baik saja.” Balas Mako. Tiba-tiba, Asami memeluk Mako dan langsung mengungkapkan perasaannya. “Mako, aku ingin mengatakan ini padamu. Aku..aku mencintaimu, Mako. Aku tahu, sejak pertama aku mengenalmu, aku tahu kau adalah lelaki yang menarik dan hebat. Dan aku makin yakin tentang itu setelah Elizabeth menceritakan hal yang sebenarnya terjadi padaku. Kau.. kau memang lelaki yang baik. Terima kasih untuk semuanya, Mako.” Kata Asami saat memeluk Mako dan perlahan air mata Asami pun mulai keluar. Mako yang mendengar hal itu langsung terkejut. Ia tak mengira bahwa Asami akan mengatakan hal itu padanya. “Terima kasih telah mempercayaiku, Asami.” Kata Mako dengan senyuman. Elizabeth, Jhonny, Hearby, dan Jack melihat pembicaraan Mako dan Asami yang mengharukan itu.

2 hari setelah kejadian itu, setelah semuanya telah beristirahat di rumah Asami dan Jack, semua akan kembali ke desa mereka, termasuk Mako, Jhonny, Hearby, dan Elizabeth. “Kami kembali duluan ya.” Kata Officer Thompson. “Ya, aku tidak sabar untuk melihat keadaan desa.” Kata Mr. Edward. “Ya, kami akan menyusul nanti.” Kata Mako yang melihat Mr. Edward, Officer Thompson, dan officer-officer serta beberapa penduduk pergi menuju cahaya tersebut. “Sepertinya kami akan kembali. Kami tidak bisa berlama-lama di sini. Lagi pula, kami masih pelajar. Bagaimana nanti jika kami tidak datang ke sekolah…?” Kata Mako. “Ya, kami akan menunggu kalian. Jika ada waktu, datanglah ke sini lagi. Suatu saat nanti, negeri ini pasti akan maju.” Kata Jack dengan keyakinannya. “Mako, aku akan menunggumu. Walaupun kita berpisah, aku akan selalu mencintaimu. Aku akan merindukan kedatanganmu.” Kata Asami dan kemudian Asami memeluk Mako. “Ya Asami, aku akan selalu mencintaimu dan menantikan hari dimana kita semua berkumpul kembali.” Balas Mako dengan senyuman.

Akhirnya, Mako dan teman-temannya pun pergi menuju cahaya tersebut. “Sampai berjumpa lagi…” Kata mereka berempat dengan serentak. “Ya, sampai berjumpa lagi.” Teriak Jack. Mereka pun melewati cahaya tersebut dan akhirnya sampai di Hutan Greenwood. “Hah… akhirnya kita sampai.” Kata Mako dengan lega. “Sepertinya sudah beberapa hari kita tidak melihat hutan ini dan desa.” Sahut Elizabeth. Jhoony dan Hearby bingung dengan hubungan Mako dan Asami, sehingga mereka memutuskan untuk bertanya kepada Elizabeth. “Hey Elizabeth, aku bingung… Kenapa Asami tiba-tiba menyukai Mako…?” Tanya Jhonny. “Ya, kenapa tiba-tiba begitu…?” Tanya Hearby sekali lagi. Mendengar pertanyaan itu, Elizabeth langsung tertawa. “Hahaha… Kalian ini. Begini ceritanya, sewaktu aku, Asami, dan Officer Thompson mencoba meminta bantuan ke desa, aku menceritakan tentang tekad Mako yang ingin membunuh Raja Kegelapan. Sehingga Asami langsug terkejut mendengarnya dan ia langsung terpesona melihat keteguhan hati Mako. Lagi pula, Asami kan sudah berkata, ia sudah kagum dengan Mako sejak pertama kali ia mengenalnya.” Balas Elizabeth panjang lebar. “Oh… begitu ceritanya…” Serentak Jhonny dan Hearby. Mako pun mendengarnya dan ia ikut ke dalam pembicaraan itu. “Oh… jadi begitu…” Sambung Mako. “Hah… jadi kau mendengarnya Mako…?” Tanya Elizabeth. “Iya.” Balas Mako. “Hmm… Hahaha…” Tawa Elizabeth, Jhonny, dan Hearby bersama-sama.

Cerpen Karangan: Denny Permana Siregar
Facebook: https://www.facebook.com/dennypermana

Cerpen Mako And Unknown Country – Mako dan Negeri Tak Di Kenal (Part 3) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Aku Dan Cerita

Oleh:
Mungkin sebuah cerita akan menjadi kenangan yang mahal harganya dan jika di biarkan akan mudah untuk di lupakan. begitu juga cerita yang akan ku ungkapkan berikut ini. Berawal dari

Cinta Tak Terbalas

Oleh:
Hari ini merupakan hari terakhirku menjadi seorang murid SMA, Tak terasa sudah 3 tahun berlalu dan selama 3 tahun itulah banyak kisah yang amat berarti dalam hidupku, baik kisah

Kembali, Tapi Tak Sama (Part 2)

Oleh:
Apakah kenangan masa lalu akan sulit dilupakan? Apa sebegitu parahnya? Berbagai macam pertanyaan menghampiriku tiap saat. Kepalaku seakan penuh dengan pertanyaan-pertanyaan ini. sungguh kondisi yang paling tak ku suka.

Cerita Aneh

Oleh:
Jonathan terbangun di pagi hari dan mendapati semua orang di seluruh dunia telah menghilang. Hari itu, jam menunjukan pukul 7.15, alarm berdering memenuhi seisi kamar. Dengan malas Jonathan bangkit

The Elementer’s Games

Oleh:
“Yak! Latihan hari ini cukup sampai di sini. Kerja bagus semuanya!” Seru Petra, pelatih di Elementers Academy. “hei kau!” Seorang gadis bertubuh mungil berbalik. “Aku?” Tanyanya. “Iya kau! Latihlah

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Mako And Unknown Country – Mako dan Negeri Tak Di Kenal (Part 3)”

  1. ulfah affa says:

    joss lah buat *cerpenmu* ini..
    suka banget..

    terus sajikan cerpen” apiknya y min..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *