Mantanku Pacar Sahabatku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Segitiga, Cerpen Patah Hati, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 24 March 2016

Tepatnya pagi ini aku dibangunkan dengan ingatan yang begitu menyakitkan, menyesakan dada seketika. Rasanya aku ingin memberontak dengan keadaan semacam ini, keadaan yang harusnya bukan aku yang merasakan dan bukan aku yang mengalami hal ini. Pagi ini membuatku tak bergairah untuk melakukan apa-apa, seandainya saja waktu itu aku tak mempertemukan dia dengan sahabatku mungkin ini tak akan terjadi sama sekali dan mungkin saja aku tak akan merasakan sakit dan sekecewa ini.

“Hentikanlah tangisanmu itu, tak ada gunanya kau menangisi hal yang sama sekali tidak penting begitu,” ucap Rey.
“Kau bilang tidak penting? Apa kau pernah tahu bagaimana perasaanku saat ini?!” balas Dizy.
“Coba kau yang berada di posisiku saat ini, mungkin kau tak akan mengatakan hal semacam itu!” Ucapnya lagi.
“Hei.. Aku tahu, hanya saja aku tak ingin melihatmu bersedih seperti ini Adikku,” jawab Rey, seraya memeluk adik kesayangnya itu. Pelukan yang mampu membuatku sejenak lebih tenang, seakan dia mengerti bagaimana keadaan adiknya yang begitu rapuh akan hal cinta semacam ini. Rasanya aku ingin berteriak sekuat-kuatnya agar rasa sakit ini hilang dan enyah dari diriku.

Cinta apa ini? Inikah yang dinamakan cinta? Ataukah ini yang dinamakan pengkhianatan dalam cinta? Entahlah ku rasa aku pun tak tahu. Seharusnya tak ku salahkan cinta, hanya saja bagaimana cara aku memperlakukan cinta? Bukankah banyak yang mengatakan bahwa cinta adalah sesuatu hal yang indah, mempesona dan membahagiakan. Ada juga yang mengatakan jika cinta adalah sebuah keikhlasan yang harus dijalani jangan dengan paksaan, bahkan cinta juga bukan untuk saling menyakiti tetapi mengapa banyak dari cinta malah sebaliknya tak seindah yang orang katakan. Aku.. Ya aku yang saat ini harus menerima kenyataan jika dia pasanganku telah lama menyukai temanku sendiri. Begitu sakitnya aku mengetahui hal itu, bahkan temanku sendiri menyembunyikan hal itu dariku. Sampai pada akhirnya dia sendiri yang mengatakannya padaku, bagaimana terkejutnya aku ketika harus mengetahui hal yang mampu membuat dada sesak menahan rasa ngilu itu.

“Aku ingin mengatakan sesuatu padamu,” ucap Cery.
“Tentang apa?” jawabku, yang tengah sibuk dengan jari-jariku menekan tombol keyboard di laptop.
“Tapi aku takut jika itu akan membuatmu marah padaku,” ucap Cery dengan nada sedikit pelan.
“Dan akhirnya kau akan menjauh dariku,” tambahnya lagi.
“Hei.. Aku tak akan seperti itu, katakan saja,” balasku menyakinkannya.
“Aku tengah dekat dengan Rama,” ucapnya.
“Oh.. Silahkan saja dengan dia, aku tak melarangnya. Tetapi aku hanya minta jangan sampai kau lebih dari itu dengannya,” jawabku.

“Jika lebih dari itu, kenapa?” tanyanya.
“Maksudmu?” sontak membuatku bingung dengan apa yang dikatakan Cery.
“Aku dan Rama telah menjalin sebuah hubungan Zy,” ucapnya lagi.
Aku terdiam mematung ketika mendengar Cery mengatakan hal itu, bagaikan disambar petir di siang bolong. Tuhan mengapa tiba-tiba sesakit ini mendengarkan dia berkata seperti itu. “Zy apa kau marah padaku?” tanyanya.
“Hei mana bisa aku marah padamu, kenapa kau tak mengatakan jika kau dekat dengan dia padaku?” tanyaku.
“Maafkan aku,” ucapnya.
“Maaf untuk apa?” tanyaku lagi.
“Untuk semuanya,” ucapnya lagi.

“Sudahlah tak apa Ry, aku tak akan marah padamu dan aku akan tetap menjadi temanmu sampai kapan pun itu. Jangan karena hal seperti ini membuatku dan kau menjauh, aku sayang padamu. Kau bahkan sudah ku anggap adikku sendiri mana mungkin aku bisa marah padamu ataupun menjauh darimu,” ucapku menyakinkannya bahwa aku baik-baik saja ketika dia mengatakan hal itu.

Setelah kejadian itu, aku mencoba bertanya pada diriku sendiri. Apa yang salah padaku? Mengapa harus aku yang menerima kenyataan seperti ini, dia teman yang aku yakini mampu menghapus setiap air mata yang mengalir di wajahku kini dia yang membuat air mata itu mengalir tanpa mampu dia hapuskan lagi. Bahkan dia tahu, bagaimana aku mencintai Rama, bagaimana aku menyayangi Rama, tetapi mengapa dia melakukan hal ini? Aku mencoba tersenyum bahagia di hadapan Cery, mencoba menyembunyikan rasa sakit itu dari dirinya.

Sampai saat ini pun aku terus mencoba seakan-akan tak ada hal yang terjadi antara aku dan dia, berjalan dengan baik-baik saja. Ketika sebuah persahabatan harus dipertaruhkan dalam sebuah kisah cinta dan tentang perasaan, kadang ada yang bisa menerima kenyataan jika teman menjadi pasangan mantan kekasih dan kadang juga harus menerima kenyataan jika teman tak memiliki perasaan yang sama pada diri kita. Perasaan tidak mampu dipaksakan harus jatuh cinta dengan siapa, harus menyayangi siapa dan harus mempermainkan perasaan siapa, karena setiap siap untuk jatuh cinta maka dari itu siap untuk merasakan sakit.

Cerpen Karangan: DH
Facebook: Devi Handayani

ADVERTISEMENT

Cerpen Mantanku Pacar Sahabatku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cinta Dunia Virtual

Oleh:
Direct Message, September 25, 2022 8:03 pm me “hi what’s up??” “can i ask something? can u give me reason for what happen now? why u don’t clarify something?”

Takut Melangkah

Oleh:
Pagi yang malang. Di saat manusia lemah itu menyeruput kopi pahitnya dengan perasaan bimbang. Sudah lama dia tidak merasakan getaran yang dia rasakan saat ini. Getaran yang membuatnya seperti

The Magic of a Wish

Oleh:
“Layla!” teriak Ryana panik melihat sahabatnya bersimbah darah. Kejadiannya begitu cepat. Saat itu ada sebuah truk yang melaju sangat cepat, lalu, kecelakaan itu. “Ryana,” Panggil Layla lirih. “Kamu tahu

Friendship

Oleh:
“Rin! Tungguin gue bisa kali? Iss Tariin!” Gadis yang bernama Tarin pun menoleh ke arah asal suara. Senyumnya mengembang menjadi seringai ketika mengetahui siapa yang memanggilnya barusan. “Kenapa sayang?

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *