Masih Mencintainya

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Pertama, Cerpen Pengorbanan, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 13 September 2018

Namaku Risa Fadila, biasa dipanggil Risa. Kelas 1 SMA dan sebentar lagi kelas 2 kalau naik kelas. Aku pernah punya pacar, putus baru tiga bulan yang lalu tapi rasanya ingin cepat-cepat menjadi lima tahun yang lalu agar bisa melupakan kisahnya. Sebuah kisah singkat tapi sulit untuk dilupakan.

Saat itu aku seoarang murid yang pendiam memang belum pernah mengenal cinta, hingga akhirnya Tifa sahabatku memperkenalkanku lebih tepatnya menyuruhku pacaran dengan Niko
“Ris, kamu mau nggak aku kenalin sama Niko, sepertinya kalian cocok”
“Boleh”
“Nanti ya, kalau kalian cocok langsung jadian oke”

Niko seorang laki-laki yang kutahu adalah orang yang sering Tifa ceritakan padaku. Tifa menyukai Niko tapi Niko tidak pernah punya perasaan yang sama. Aku sungguh tidak mengerti maksud Tifa apa, dia pernah mengatakan tidak akan pernah menyerah untuk mendapatkan hati Niko tapi kenapa tiba-tiba dia ingin aku mendekati laki-laki itu.

Tiga hari berlalu hingga akhirnya aku benar-benar berkenalan dengan Niko. Entah dari mana dia dapat nomor ponselku yang jelas aku cukup kaget ketika mendapat sms pertama darinya
“Hai, kamu Risa kan? Aku Niko”
Berawal dari sms itu kami mulai dekat, sering bertemu di sekolah kadang juga di luar sekolah menjadikan kedekatan kami tidak bisa dibilang hanya sekedar teman, aku menyukai Niko, dia baik dan juga perhatian. Niko cinta pertamaku.

23 Desember Niko menyatakan cintanya padaku
“Risa Fadila, kamu mau nggak jadi pacar aku?”
Aku yang sebelumnya tidak pernah sama sekali mendengar kalimat itu memang sangat kaget, tapi tentu saja mengatakan “iya aku mau”.

Setelah kami jadian aku menyadari ada sesuatu yang berubah, bukan Niko tapi Tifa. Tifa jarang menyapaku dan kadang memasang muka masam ketika melihatku, kami yang biasanya selalu pergi dan pulang sekolah bersama menjadi tidak pernah lagi.
Mungkin sejak aku mengatakan, “Tifa kami sudah jadian, semalam dia nembak aku” ucapku semangat
“Oh ya? Kamu memang beruntung, baru beberapa minggu kenalan sudah bisa mengambil hatinya” Tifa berkata ketus
Aku bisa menebak penyebabnya tapi selalu bertanya-tanya kenapa dia menyuruhku jadian dengan Niko waktu itu jika dia akan sakit hati disaat kami benar-benar jadian.

Baru satu bulan aku menjalin hubungan dengan Niko, Tifa benar-benar tidak mau lagi berbicara denganku bahkan hanya sekedar menyapa. Rasanya aku kehilangan sosok Tifa dalam hidupku, dan sangat tidak menyangka bisa menjadi seperti ini. Karena tidak tahan dengan hal itu, dengan alasan yang tidak jelas malam itu aku mengakhiri hubunganku denga Niko
“Niko, kita memang sudah tidak cocok lagi, maafkan aku”
“Baiklah kalau itu maumu”
Niko pasti sangat kecewa, aku yakin itu.

Siang harinya disaat pulang sekolah Niko menemuiku
“Ris, aku masih penasaran kenapa kamu mengakhiri hubungan kita, alasanmu sangat tidak jelas”
“Aku minta maaf Niko, kupikir kita memang sudah tidak cocok lagi”
“Apa karena Tifa?”
“Niko ap…”
“Risa aku mencintaimu, Tifa tidak berhak membuatmu putus denganku. Sahabat baik tidak mungkin seperti itu, dia tidak pantas untuk menjadi al..”
“Cukup Niko!, ini keputusanku”
Alasanku memilih putus dengan Niko agar semuanya kembali seperti semula, agar Tifa mau menjadi sahabatku lagi, sebuah alasan yang bodoh. Setelah aku mengatakan pada Tifa kalau kami sudah putus, dia tidak peduli dan masih mengabaikanku walau kata mereka Tifa sudah punya pacar. Hal itu membuatku sangat menyesal memilih putus dengan Niko, aku ingin kembali tapi aku malu untuk mengatakannya.

Satu bulan berlalu. Siang itu di sekolah kuperhatikan Niko yang sedang bermain bola voli, tiba-tiba seseorang menghampirinya dan memberinya sebotol air minum.
“Siapa itu?” Tanyaku pada murid di sampingku
“Lina, cewek yang lagi dekat dengan Niko. Dengar-dengar sih mereka sudah jadian seminggu yang lalu”.

Mendengar itu hatiku terpukul dan sangat sakit, aku masih belum bisa melupakan Niko tapi dia sudah punya pacar baru. Aku berharap Tifa menyadari kesalahannya dan Niko mengetahui kalau aku masih mencintainya.

Cerpen Karangan: Lidiawati
Blog / Facebook: Lydia

Cerpen Masih Mencintainya merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kesedihan, Rasa Sakit, Persahabatan

Oleh:
Mentari pagi bersinar cerah hari ini menyilaukan mataku seakan memaksaku untuk bangun dan melakukan aktivitas yang paling kubenci, apalagi kalau bukan sekolah. Aku menarik selimut dengan malas dan segera

Ketiga Temanku

Oleh:
Jam yang ada di tanganku sudah menunjukan pukul 11.30 ini waktu yang sudah sangat larut malam, aku hanya menari nari kan jari jemariku di keyboard laptopku ini. Ya, hanya

Maya

Oleh:
Dua hari yang lalu aku bermimpi tentang wanita yang tak jelas seperti apa rupannya, aku melihat dia dari kejauhan, rambut yang panjang kehitaman bentuk tubuh bagian belakang yang indah

Kekalnya Persahabatan

Oleh:
Seorang gadis terbalut jilbab putih sedang menyiram bunga. Gadis kecil itu adalah Rara. Rara duduk di kelas 5 SD. Dia mempunyai banyak sekali teman. Salah satunya adalah Syafa. Syafa

Sahabatku

Oleh:
Saat itu cuaca cerah aku melangkah pergi sekolah dengan ceria, oh iya namaku Chyntia lebih tepatnya Chyntia Evelyna Sudarto, saat itu aku sampai di sekolah ternyata 3 temanku sudah

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *