Maukah?

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Segitiga, Cerpen Perpisahan, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 3 December 2013

Pertemuan pertama kita saat duduk di kelas 9

Ingat pertama dulu, kau duduk di sampingku
Aku juga ingat, kamu adalah orang yang paling tak ku suka dulu. Kamu banyak melakukan tindakan nakal remaja saat itu, tertidur di kelas saat pelajaran maupun doa menjelang pulang sekolah.

Aku ingat, saat pertama kita berkenalan.
Sungguh siapa wanita di saat itu yang tak menyukai senyuman manismu itu.
Aku ingat, wajahmu
Ada sebuah tahi lalat di salah satu sudut hidungmu. Sungguh terlihat sangat manis
Aku ingat, caramu berbicara
Caramu mengatakan sebuah kata padaku dan menatap mataku dalam. Kau tau, tatapan pertamamu membuatku jatuh cinta untuk pertama kali kepadamu

Dulu bukannya kita bersahabat? Tepatnya 3 sahabat aku, kamu dan dia sahabat yang memiliki perasaan sama, yaitu cinta.
Terlalu konyol dulu untuk bilang cinta, tapi ternyata sampai sekarang masih terasa konyol

Seiring perjalanan yang hanya kurang dari setahun
Kau tau, masa kelas 3 adalah masa dimana kita bisa menjalani hari, melukiskan hidup masa remaja yang penuh dengan warna, tak heran jika kita mulai saling mencintai.
Aku tak pernah tau, setiap tatapanmu yang seolah hanya tertuju padaku, setiap senyummu yang seolah hanya kau persembahkan untukku, perhatian yang tak layak hanya dibilang sebuah sahabat. Lalu apa itu?
Yang aku tau, aku mulai menyukaimu dan aku tau dia lebih menyukaimu
Karena sikap pecundangku atau memang menginginkan persahabatan ini utuh, aku tutup mulut rapat-rapat, aku jaga sikapku kepadamu, aku kurung rasa itu dalam-dalam di hati namun aku gagal mencegah rasa itu untuk terus tumbuh. Sekiranya kamu tak perlu tau tentang itu

Seiring perjalanan menuju ujian akhir
Ingat, saat ujian akhir dilaksanakan? kita diam-diam bertukar tempat duduk. Saat itu pertama kali aku mengetahui tanggal lahirmu dari name tag ujian yang di meja, belum sempat ku menggodamu, kau sudah berucap “kamu lahir tanggal 9 Agustus?” saat itu aku hanya mengangguk dan berkata “kamu bulan Juli? Siap-siap deh mati dulu, kan tuaan kamu” ketika itu kita tersenyum lepas kan? Mulai hari itu aku selalu mengingat tanggal lahirmu.

Tepat di hari kelulusan
Kau tau itu hari yang tak tepat untuk mengungkapkan perasaanmu kasih, dan kau tau jawabanku pasti tidak. Sayangnya semua terlanjur terjadi, dan maafkan aku yang tak mampu mengungkapkan semua rasa ini, padahal rasa kita sama.

Aku ingat, saat semua selesai terjadi. Kita hanya berdiri di depan gerbang sekolah, saling menatap tersirat di wajah kita kesedihan.
Aku ingat, saat kau menuju ke arahku dan tersenyum lalu berucap “ya udahlah, maaf. Aku akan nyoba ngelupain kamu” bukan itu, bukan kata itu yang ingin ku dengar, tapi kenyataannya itulah yang terjadi, hari itu adalah hari terakhir aku melihat senyummu, melihat matamu, dan mendengar kata-katamu. Dan semua berakhir selama 5 tahun ini aku tak menghubungimu dan kamu pun sebaliknya

Aku tak bisa menyalahkan siapa-siapa dalam cerita ini. Kita yang telah saling jatuh hati atau persahatabatan yang membuat ikatan kita tak bisa melangkah lebih maju. Nyatanya tak banyak tindakan yang ku lakukan. Aku mengunci perasaanku padamu, membiarkan orang yang ku cintai pergi dan merusak persahabatan kita.

Dan tak bisa kupungkiri selama 5 tahun ini aku masih menyimpan angan-anganmu yang terus berterbangan berharap menjadi kenyataan. Sungguh. Seharusnya saat itu kamu menyadari bahwa aku juga menyukaimu dan seharusnya persahabatan kita bisa lebih dari sekedar teman meski harus menyakiti dia. Kedengarann egois memang

Jika aku boleh memberikanmu pertanyaan saat itu, kamu lebih memilih meneruskan persahabatan kita atau menjalin hubungan denganku dan melihat dia terluka?

Dan maukah kamu mencariku lagi? Dan jangan melupakanku?
Maukah?

Cerpen Karangan: Nikmatur Rizka
Facebook: Rizca Declan
hello, I’m Rizka. senang, jika cerpen saya bisa dibaca. terima kasih

Cerpen Maukah? merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Antara Cinta dan Ketulusan

Oleh:
Pagi ini mentari bersinar hangat, ditambah dengan nyanyian burung-burung yang seakan menyuruhku segera terbangun. Hmm.. indahnya pagi ini! Oh ya kenalin namaku Zahra Aulia. Usiaku baru 17 tahun. Aku

Cintaku Bukan Dusta

Oleh:
Desember berlalu menguatkan hatiku, saat dia datang dengan senyum membisu. Menaklukan hatiku yang telah lama layu, hingga aku merasa jatuh hati padanya. Pagi elok ini menyadarkanku dari mimpi semalam,

Mawar Hitam Desember

Oleh:
Cewek itu berceloteh riang. Selalu! Ia tak pernah kehilangan kata-kata apalagi mengganti lengkungan senyumnya yang langka itu. Senyum ketulusan. Seolah hidupnya mulus-mulus saja tanpa beban. Setiap kali Ikal bersama

Aku Rindu Kamu Sahabat

Oleh:
Aku Adinda, aku punya sahabat yang namanya Ami. Aku dan Ami bersahabat sudah sejak kelas 4 SD, tapi semenjak kelas 1 SMP aku dan dia semakin jauh. Kami jauh

Hari Paling Gokil

Oleh:
Apa kalian tahu siapa namaku? Coba tebak!, hmmm… hayo siapa?, (sambil garuk-garuk kepala), yang pasti namaku bukan Sarijem, bukan pula Marsinah atau Markonah, tapi namaku Mawar Aurella. Biasa dipanggil

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *