Means of Friend

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Perpisahan, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 1 May 2018

“Katty!” seru Melana. “Duh, kenapa sih?” gerutuku. “Kamu dari mana aja? Aku udah nyari kamu dari tadi tau,” omelnya membuat telingaku panas. “Aku tadi ke perpustakaan,” jelasku. “Aku harus cari buku tentang undang-undang.” “Oh gitu, tapi kok aku ditinggali?” ucapnya dengan muka cemberut. “Eh, kita ke kelas yuk! Bel udah mau bunyi,” ucapku setelah melihat jam tanganku menunjukkan pukul 06.55 WIB.

Saat memasuki kelas, Quelina menghancurkan pagi yang tenang ini. “Eh, ada kutubuku dengan putri,” ejeknya. Aku tau yang ia maksud kutubuku itu aku. Aku melaluinya begitu saja sedangkan Melana mengikuti di belakangku.

“Kamu yang sabar ya, Kat,” hibur Melana. Aku menganguk lalu tersenyum pada sahabatku itu. Lalu, aku dan Melana membaca buku undang-undang yang kupinjam di perpustakaan.

Kring… Kring… Kring…
Bel sekolah berbunyi. Semua langsung masuk ke dalam kelas sebelum guru datang. Dari jauh aku melihat Pak Greg, guru sejarah. “Selamat pagi, Pak,” koor kami menyambut Pak Greg. “Pagi, anak-anak. Silahkan duduk,” perintah Pak Greg. “Anak-anak buka buku sejarah kalian hal 210.” aku sangat malas mengambil buku tebal itu. Buku itu sangat tebal dan berat. Melana juga sependapat denganku.
“Astaga, ini buku atau barbel?” keluh Melana.

“Melana, apa kabar?” tanya Willy yang menghampiri meja kami. Setauku, Willy itu naksir sama Melana.
“Uh, baik aja kok,” balas Melana tidak suka.

Melana memang cantik tak heran banyak yang naksir sama dia. Aku heran kenapa dia yang cantik mau berteman dengan aku yang kutubuku ini? Bahkan ia menolak mentah-mentah tawaran Quelina untuk masuk ke Gengnya dan memilih untuk berteman denganku. Hmm, aku jadi ingat.

Waktu itu, aku sudah berteman dengan Melana 1 bulan. Kami mulai akrab. Lalu aku bertanya padanya. “Melana, kenapa kamu gak berteman sama Quelina? Malah berteman denganku yang kutubuku ini?” tanya ku penasaran dengan jawabannya. Ia tersenyum manis sekali
“Kat, tolong jangan tanya itu lagi. Aku pengen kita jadi sahabat jadi panggil aku Mel aja ya?” katanya. Aku menganguk tapi masih penasaran. Sejak itu aku gak pernah nanya lagi tentang kenapa dia mau berteman denganku.

“Kat, kok bengong? Ngelamun ya? Ngelamunin apa hayoo,” goda Melana.
“Gak kok Mel.” Ia tersenyum. “Kat kita bisa ketemu di taman? Jam 5?” tanyanya. “Tentu,” jawabku singkat.

“Mel di mana sih?” gerutuku. Aku menunggunya sekitar 30 menit.
“Ah, sorry Kat. Tadi aku bersihin rumah,” jelasnya.
“Gak papa kok,” ucapku menenangkan.
“Apa yang mau kamu katakan, Mel?”
“Eng, gini.” tukasnya terlihat ragu.
“Aku akan pergi ke Paris. Aku hanya ingin bertanya, apakah kamu bisa sendiri di sini?” jelasnya membuatku sangat kaget dan sedih.
“Apa maksudmu? Kau akan pergi?” tanya ku menahan tangis.

“Kau mau jawaban untuk pertanyaanmu? Mengapa aku memilih untuk berteman denganmu?” tanyanya lembut.
“Kau teman yang baik Kat. Quelina hanya mau berteman denganku karena aku cantik itu saja. Namun, kau berteman denganku selayaknya sahabat yang baik. Kau lah teman yang sesungguhnya bukan Quelina. Aku akan pergi ke Paris karena papaku dipindahkan di sana. Aku janji kita akan bertemu lagi,” terangnya panjang lebar sambil menangis.
Lalu kami berpelukan bersama.

Datanglah hari Melana akan pergi, aku ikut mengantarnya ke bandara untuk menyampaikan selamat tinggal.
“Dadah, Katty. Aku akan merindukanmu jangan lupakan aku ya,” ucapnya sedih. “Aku akan menunggumu,” tukasku sambil melambaikan tangan.

Cerpen Karangan: Chel
Facebook: Celline Sanjaya
Terima kasih ya sudah mau membaca cerpenku. Kuharap kalian suka.

Cerpen Means of Friend merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kado Untuk Jessica

Oleh:
Bel tanda masuk telah berbunyi sepuluh menit yang lalu. Jessica berlari sekencang-kencangnya menuju kelas. Bunyi derap sepatunya seolah membahana di koridor sekolah yang sepi. Saat tiba di depan kelas,

Miskin Mendadak

Oleh:
Dylan seolah hanya terpaku pada majalah yang ia baca dan bawa ke sekolah. Dia tak memperhatikan teman-temannya yang ribut. Terganggu sih, tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa karena dia

Leaving You

Oleh:
Kamu tahu, ada hal yang tidak pernah aku bayangkan sebelumnya dan sekarang aku harus melakukannya. Ya. Leaving you, meninggalkanmu, melepasmu, atau entah menggunakan bahasa apa lagi yang pada intinya

Joko Dan Jaka Berbeda

Oleh:
“Tittittuiiiit.. tttuuiiiittttt.” Alunan merdu suling bambu yang setiap siangnya memberi semangat warga kampung Parigede. Alunan merdu itu berasal dari tiupan seorang pemuda tampan, pandai nan tekun di kampung ini.

Antara Sahabat Dan Cinta (Part 1)

Oleh:
Lisa… biasa namanya dipanggil icha oleh sahabat sahabatnya.. Sekarang lisa sudah kelas tiga di salah satu SMA paling favorit di Jakarta. Terlahir dari kedua orangtua yang mampu, namun sifat

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *