Meet Again

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 17 September 2016

Aku menunggu disini, di sebuah danau yang airnya sangat tenang. Menunggu matahari terbenam karena di tempat ini aku bisa melihat dengan sempurna sunset. Disini tempatku menengkan diri, tempatku saat aku sedih semua kutumpahkan disini. Entah mengapa saat melihat matahari terbenam semua rasa kesal, sedih, marah atau apapun itu secara ajaib bisa menghilang disini. Seperti saat ini, bukan tanpa alasan aku pergi kesini.

Sahabat terbaikku Velia pergi secara tiba-tiba tanpa mengabariku sebelum dia pergi. Apalagi tempat tujuannya sangat jauh, Jepang. Ya Jepang tempat kemana dia pergi. Aku tau itu saat aku mendapat chat dari Velia begini isinya

“Viola sahabatku, maaf ya aku gak kasih tau kamu dulu. Karena aku tau kamu pasti nanti sedih juga marah sama aku. Terus kamu jauhin aku. Aku gak mau kaya gitu Vi. Jujur aku kangen kamu padahal baru sehari ya kita gak ketemu. Sekarang aku udah ada di Jepang Viola. Kamu pasti kaget kan? Sama aku juga Viola. Papah maksa aku buat sekolah disana karena papah pindah kantor. Dan terpaksa aku harus ikutin. Aku gak tau apa aku akan balik lagi ke Indonesia atau engga. Vi, jangan marah sama aku ya Vi. Karena aku sayang banget sama kamu. Kalau kamu kangen aku kita bisa komunikasi lewat telepon, video call, skype, email, Bbm, chat instagram, facebook, dan lainnya Vi. Aku harap Tuhan masih izinin aku buat ngelihat kamu langsung. Aku sayang kamu Viola kamu sahabat terbaik aku. Udah dulu ya Vi
Velia sayang Viola
Big kiss and hug muachh..

Saat aku membaca chat itu aku bener-bener gak tahan Velia Sahabat terbaik aku. aku udah sahabatan sama dia dari TK gimana aku bisa marah sama dia apalagi benci Itu nggak mungkin mustahil buat aku. dan sekarang aku nggak tahu apa yang akan aku lakuin Setelah semua yang terjadi. Dulu aku juga suka main ke sini sama Velia. Tempat ini Tuh yang nemuin Velia Bukan Aku. Terus tempat ini jadi TempaT favorit kita berdua

“Vi, Viola” tiba-tiba saja ada suara yang memanggil nama aku membuatku terlonjak kaget hingga aku hampir melompat. Aku menoleh ke asal suara itu. Michael. Ya Michael teman sekelasku Dia juga Kapten tim basket di sekolahku.
“Ada apa Kok kamu bisa ada disini?” tanyaku
“ini kan tempat umum aku lagi jalan-jalan aja Eh ketemu kamu”
Aku hanya mengangguk mengerti. Sebenarnya aku masih ingin sendiri disini tanpa ada yang mengganggu tapi masa aku mengusir? Akhirnya aku hanya diam sementara Michael mengoceh panjang lebar tanpa jeda. aku hanya meresponnya dengan jawaban ya tidak atau jawaban-jawaban singkat lainnya. Hingga saat yang kutunggu datang saat di mana Mentari mengulas warna jingga di langit terima tenggelamkan dirinya untuk pergi ke bagian lain di bumi ini.
“indah ya” ungkapku. Aku bener-bener takjub saat ini. takjub dengan keindahan yang diciptakan Tuhan. Michael mengangguk bersemangat.

Besokannya hariku Benar-Benar hambar tanpa Velia aku merindukannya. Tidak ada lagi yang mengoceh sepanjang jalan tidak ada lagi yang mengajakku mengobrol saat pelajaraan sedang dimulai. Tapi Entah mengapa sekarang Michael jadi sangat baik padaku dia menggantikan Velia tidak maksudku tidak akan ada yang bisa menggantikan Velia. Michael menjadi teman baikku. Aku sering pulang bersanya. Kadang aku juga sering menunggunya saat ekskul basket Dia juga sering menungguku saat aku ikut ekskul IPA. Ya aku suka IPA pelajaran favoritku juga pelajaran favorit Velia. Aku tidak pernah bisa melupakan Velia dia selalu ada di benakku. Aku benar-benar tidak tahan pulang sekolah aku langsung meneleponnya lewat video call. Dia menjawabnya. Wajah manis Felia terpampang jelas di handphoneku penari sangat manis.

“Halo Viola apa kabar?” keceriaannya belum pudar sampai saat ini wajah itu selalu terulas senyum.
“aku baik Vel, kamu juga apa kabar? Aku kangen kamu Velia” ungkapku
“aku juga baik Viola. Aku juga kangen kamu. Kangen banget malah. Kamu tau gak hidup aku jadi absurd disini. Aku gak dapet temen kayak kamu. Temen yang baik, yang pendiam, tukang marah marah, dan sok banget kayak kamu” Velia terkekeh saat mengungkapkan itu aku senang melihatnya tertawa tapi aku juga sebal. Aku pura pura marah memalingkan wajah
“yah Viola ngambek Velia cuma bercanda” sekarang aku yang terkekeh mendengar ucapannya. Coba Velia masih ada disini. Dan Selanjutnya kami mengobrol sangat panjang tanpa henti. Berharap melihat wajahnya Bisa memudarkan kerinduanku dengannya.

17 Juli
Hari ini Hari ulang tahunku. Dulu waktu Velia disini dia pasti memaksa untuk menginap di rumahku atau aku yang banyak di rumahnya. Lalu, jam 12.00 malam dia pasti akan membangunkanku menyanyikan lagu Selamat ulang tahun untukku. Dan ku akan menangis bahagia karenanya. Dia sering memberikanku hadiah di saat ulang tahunku. Tiba tiba aku ingat diary itu pemberian Velia. aku memeluknya erat berharap merasakan memeluk Velia langsung. Diary itu bergambarkan anime aku dan Velia. Aku membuka buku diaryku itu lembar demi lembar hingga pada halaman kosong aku mengambil bolpoinku yang terletak di atas meja belajarku. Dan menuliskan rangkaian kata-kata yang mewakili hatiku saat ini

Dear Diary

Diary hari ini hari ulang tahunku. Aku kangen Velia biasanya dia yang ngucapin pertama kali Selamat ulang tahun untukku. Sekarang umur aku 15 tahun. Aku nggak pingin hadiah Aku gak pengen jadi apapun aku cuma mau Velia ada disini di samping aku.

“Viola?” panggil seseorang aku terkejut dan refleks langsung menutup diaryku. Michael Kok bisa ada di sini ya?
“kok kamu ada disini sih Mich?” tanyaku
“kamu aja yang gak sadar eh ikut aku yuk ada seseorang yang pengen banget ketemu kamu” aku mengernyit. Menemuiku? Siapa?
“udah gak usah pake bengong cepet dia udah nungguin loh” akhirnya aku hanya bisa mengangguk dan mengikuti langkah Michael.

Kok Michael bawa aku ke rumahnya ya? Katanya ada orang yang mau nemuin aku? Ah udahlah ikutin aja Michael. Dalam rumah Michael sangat gelap. Hingga tiba-tiba terangnya lampu menyilaukan mataku. Dan saat itu aku mendengar banyak orang menyanyikan lagu selamat ulang tahun untukku. Semua orang yang kusayang ada disini. Mamah, papah, Michael, teman-teman kelasku dan,
“Velia” aku langsung memeluknya sangat erat. Sampai Velia sulit bernafas. Aku, aku sangat bahagia. Ya ALLAH terima kasih. Aku menguraikan pelukanku menatapnya penuh kebahagiaan. Tidak terasa air mata meluncur jatuh dari pipiku juga Velia. Aku sangat bahagia
“selamat ulang tahun ya Viola” aku tersenyum lebar dan memeluknya lagi
“Ini hadiah terindah Vel. Kok kamu jahat banget sih ninggalin aku ke Jepang”
“Yeee Michael yang jahat. Ini idenya dia tau” aku tidak peduli apa apa lagi aku benar benar bahagia.

Cerpen Karangan: Diva Ayu Aulia
Facebook: Diva Jung

Cerpen Meet Again merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Terima Kasih Untuk Semuanya

Oleh:
Pada saat aku kelas 1 SD, aku mempunyai seorang teman yang sangat baik. Ia satu-satunya orang yang sangat peduli kepadaku. Namanya Griselda. Buktinya pada saat aku ulang tahun, tepatnya

Kesekianku Bercerita

Oleh:
Pagi itu diharuskan untuk berbaris dengan menggunakan pakaian seragam SMP, di pagi hari itu semua murid baru berbaris dengan kelompoknya masing-masing. Membuka mata, membuka telinga bahwa saat itu adalah

Detik Terakhir

Oleh:
Kini aku duduk di bangku kelas XII IPA, kujalani hari di sekolah bersama dengan ketiga sahabatku fitri, nada dan yusuf, dan aku sendiri rey. kita berempat bersahabat sejak kita

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *