Membantu Adalah Membantu Untuk Diri Sendiri

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 17 July 2017

Namaku Angga, Tapi orang-orang memanggilku Ingga. Aku gak tau ya, kenapa. Cuma aku suka banget dengan nama Ingga. Jadinya sih ya gak papa dipanggil Ingga. Apa karena aku suka dengan warna jingga? Atau? Ah, entahlah. Tapi panggil aku Ingga ya.

“Inggacim, aku maen ke Sakarya ya. Jangan lupa jemput aku di ortagaraj. Yuhuu”. Hapeku tiba-tiba berdering. Kaget, tapi aku langsung membuka. Ternyata dari teman dekat, namanya Riski. “Omoo. Sudah berapa kali ke Sakarya masih aja suruh jemput ke Ortagaraj yaa”. Tapi aku selalu mengiyakan untuk menjemputnya ke ortagaraj yaa. Mungkin karena kita saking deketnya jadi teman baik ya. Atau? Ah, sudahlah. Kadang perbuatan baik memang tidak perlu banyak dipikir sih. Kadang malah, suka banget bantu. Mungkin hidup pada membantu kali ya. Aku suka banget dengan slogan itu. Bantuin orang itu kaya bantuin hidup kita sendiri gitu. Jadinya suka banget.

“Ingga, kamu kenal sama Jefri gak? Tau kan aku sering banget bantuin dia ya. Mulai dari awal kedatangan dari Turki, nyariin rumah, nganterin ke emniyet, bahkan sampe beli keperluan apapun gitu loh.” Riski langsung aja nyerocos, paling suka kalau wajahnya langsung berubah ketika ceritanya tentang masalah. Hihi. “Iya, yang anak sekolah kece itu ya. Kenapa emang dengan si dia?” Aku mencoba bertanya, walaupun ujung-ujung pasti jawabannya sama. Dia merasa pengen dianggap sama tu anak. Iya, pasti itu. “Jadi kemaren masak dia nge-wafle ngepopeys sama di Andra lah. Sebel aja. Giliran aja kalau butuh dateng injek-injek keset gue yang tulisan welcome itu. sampe kotor, Trus pas seneng-seneng sama yang lain”. Ohnoo.. Kalau udah aja keluar kata-kata keset itu, pastinya hatinya udah kesel banget.
“Ris, Pernah tau aku digituin juga. Bukan pernah, tapi sering banget. Tapi mah, ya udah. Orang-orang melihat kita dari lubuk hati yang berbeda. Di mata mereka, mungkin kitalah yang menjadi teman sebenarnya. Yang bisa diandalkan kalau mereka lagi butuh bantuan”. Aku mencoba menenangkan. Sedih banget aslinya. Digituin mana ada orang yang rela. Tapi, aku mah selalu membela hati. Lalu kembali ke mode awal, membantu orang lain layaknya membantu diri sendiri. Di segala hal apapun.

Kami pun terus bercakap-cakap tiada henti. Kesana kemari gitu. Emang gak ada habisnya sih kalau lagi ngobrol sama Riski. Pun dia seneng banget kalau maen ke Sakarya. Padahal di sini mah gak terlalu banyak buat foto-foto. Tapi bukan foto-fotonya -dia pernah bilang kaya gitu- tapi momen dengan aku nya katanya. iyuuh.

Sedang aku, mungkin mencoba memperbaiki jalan lagi kali ya. Masih kurang banyak membantu deh kayaknya. Masih suka main-main juga aslinya. Yaudahlah ya. Mungkin kapan-kapan aku nya yang harus datang ke tempat nya Riski di Kayseri. Sekalian main salju. Yuhuu.. hihi.

Cerpen Karangan: Al Farid
Blog / Facebook: Catatanalfarid.blogspo.com / Al Farid

Cerpen Membantu Adalah Membantu Untuk Diri Sendiri merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sahabat Tak Sebanding Dengan Pacar

Oleh:
“ Mata ini tak mampu memandang kebenaran yang Haq, hanya hati yang sanggup merasakan manakah yang benar dan mana yang salah. Kebenaran yang dilihat oleh mata kadang tak sama

Hanya Senyap Menemaniku

Oleh:
Malam ini begitu terasa sangat sunyi, tenang dan damai. Dalam sepi pikiran ini jauh melayang ke masa lalu. Masa yang begitu terasa sangat pahit. Ketika semuanya pergi dari diri

Kisah Kertas, Peraut dan Pena

Oleh:
Di dunia alat tulis, hiduplah Kertas, Peraut, dan Pena. Mereka sudah bersahabat sejak dulu. Suatu hari, mereka berjalan-jalan mengitari meja tulis si pemilik mereka yang bernama Andi. Tiba-tiba, Andi

Sebatas Mimpi

Oleh:
Jika aku tidak mencintainya. Percayalah, aku pasti sedang berbohong. “Sa.. kita ketemuan yuk.. kangen ni” seru suara di ponsel milikku. Itu Maya, teman semasa SMA ku. Dia adalah sahabat

One more

Oleh:
Apakah malam ini benar-benar dingin? Udaranya begitu menyengat. Entah mengapa, aku enggan masuk ke dalam rumah, lalu tidur. Hanya satu yang ingin aku lakukan untuk malam ini. Menatap satu

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *