Memecahkan Misteri (Part 2)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi), Cerpen Misteri, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 22 February 2014

Lanel, si murid baru nan misterius, mengalahkan kehebatan semua orang pandai di kelasku. Itu membuat kami curiga lalu kami mulai melakukan penyelidikan. Dan kami temukan antena, dua buah baterai ukuran besar dan secarik kertas bertuliskan nama Merobo.
“Apa yang akan kita lakukan?” tanyaku.
“Kita semua pulang dulu, besok kita lanjutkan.” jawab Ryan.

Kami segera pulang. Aku masih curiga dengan Lanel. Saat pulang, segera kubuka laptopku, kupasang modemku. Dan kucari sesuatu tentang nama Merobo.
“Kok gak ada ya? Eeemmm… lho! ini apa?” keluhku. Namun kulihat sebuah website yang berisi tentang olimpiade.
“Nama websitenya olimpi—” aku mencatat nama website itu dan tentu saja… kubuka websitenya.
“Disini tertulis… ‘Pemenang olimpiade tahun ini adalah… Lala Nelvika dengan robot hebatnya, Merobo! Lala memenangkan lomba Robot Terhebat dengan nilai poin sempurnaa..!’.” aku membacanya sampai lupa untuk bernafas.
“Tarik nafas… tarik nafas lagi…” ucapku. “Apa maksudnya isi website ini? Merobo..? Merobo adalah robot? Lala…?” aku mulai bingung sendiri.
“Sudahlah… daripada kepalaku pusing tujuh keliling, lebih baik aku tidur…” ucapku.

Esoknyaa… pagi indah di sekolah.
“Eh, Vin! Sini… sini!” seruku. Rivin datang menghampiriku.
“Ada apa? Tumben manggil aku… hehehe bercanda..” ujar Rivin.
“Kemarin aku baru dapet info menarik berkaitan dengan Lanel.” ucapku.
“Ooo… kita bicarakan nanti istirahat ya” ajak Rivin. Aku setuju. Kami segera masuk ke kelas.

Di kelas…
“Anak-anak, esok akan ada pelajaran penjaskes. Besok kita akan berenang di kolam renang sekolah.” ujar Bu Rara. Kita sekelas sangat senang. Namun wajah Lanel tak seperti kami, ia sangat bingung.

Saat istirahat, sesuai yang direncanakan. Aku, Rivin, Ryan, Fani dan Andi berkumpul di kelas.
“Aku punya info baru!” seruku semangat. Seperti yang kuduga, mereka semua penasaran.
“Ada apa? Lekas beritahu kami dong!” ucap Fina.
“Kemarin aku membuka website ini,” kutunjukkan nama websitenya, “Disana berisi kalau Lala Nelvika pemenang lomba Robot Terhebat dengan robotnya Merobo, dan mendapat nilai sempurna.” jelasku panjang lebar.
“Lalu, tadi aku lihat… wajah Lanel kebingungan sewaktu Bu Rara membicarakan tentang acara renang.” tambah Andi.
Saat kami sedang berdiskusi, tiba-tiba Lanel datang. Tentu saja kami kaget.
“Waaa…! Kau bikin jantungku copot!” eluh Rivin.
“Kalian sedang apa disini?” tanya Linel. Ups… jangan sampai ia tahu rencana kita.
“Eeemmm… gak ada apa-apa kok! Ngomong-ngomong kami boleh main ke rumah kamu gak?” tanya Fina. Kami kaget sekali. Kapan Fina dapat ide sehebat itu?
“Um… boleh saja kok!” jawab Lanel.
“Besok oke?” ucapku. Lanel mengangguk. Aku, pun, tak sabar menunggu hari esok.

Esoknya…
“Maaf.. anak-anak… acara berenang kita tidak jadi. Entah kenapa tidak diperbolehkan. Karena itu sekarang kita senam saja, ayo ke lapangan.” jelas Bu Rara.
Kami sedih. Kenapa tidak jadi? Tanpa kusadari, Andi ternyata mencurigai Lanel.

Saat pulang sekolah…
“Dimana Lanel? tanyaku. “Dia sudah pulang duluan… jadi, ayo kita cepetan.” ajak Ryan.
Kami segera berjalan menuju rumah Lanel. Wuih… jalannya belok kanan, belok kiri. Sangat melelahkan… akhirnya, kami sampai di depan rumah Lanel.
“Wiiihhh… rumahnya besar banget!” seru Rivin. Kami segera mengetuk pintu. Lanel segera membukakan pintu. Kami terkejut. Orang yang berada di hadapan kami seperti bukan Lanel.
“Hai… silakan masuk! Asal jangan masuk kamarku…” ajak Lanel. Aku penasaran. Mengapa tidak boleh masuk kamarnya?
Kami segera masuk. Rumahnya indaaah sekali. Mungkin lebih bagus dari rumahku.

“Aku ambilkan teh dulu… kalau mencari ibuku, dia sedang bekerja di kantor. Juga ayahku…” ucap Linel. Ia pergi ke dapur. Tiba-tiba Ryan bangkit dari duduknya.
“Kamu mau kemana?” tanya Fani.
“Aku akan pergi ke kamar Lanel!” jawabnya tegas.
“A-apa? Bukankah—” omongan Rivin terhenti ketika aku memotongnya.
“Ide bagus! Kau telusuri sampai pojok kamarnya, ya!” perintahku. Ryan mengendap-ngendap menuju kamar Lanel.

Sampailah Ryan di kamar Lanel. Apa yang dia lihat disana? Ternyata ia melihat… Merobo!!!
“Me-merobo…? ini Merobo? Ini kan robot?!”. Ryan memperhatikan lagi robot Merobo. Ia menyadari sesuatu!
“Mungkinkah ini? kenapa Merobo mi mirip Linel? Apa jangan-jangan dia ad—” Ryan sangat terkejut melihat Lanel berada tepat di pintu kamarnya.
“Bukankah sudah kukatakan jangan kemari…?!” bentaknya. Aku, Rivin, Andi, dan Fani diam saja di belakang tubuh Lanel.
“Kalian…” Lanel mulai menangis. Oh, tidak! apa yang akan Lanel lakukan pada kami? Apa yang akan terjadi pada kami semua?
Bahaya yang mengancam kami tak sampai disitu. Kami kian panik dan pucat ketika mengetahui orangtua Lanel sudah pulang.
“Kenapa… kenapa kalian disini?!” bentak Lanel. Ia marah bercampur sedih. Kami diam saja, tak mengucapkan sepatah kata pun. Ayah dan ibu Lanel sudah pulang. Mereka juga mengomeli kami.
“Kalian puas?! Puas..?!” teriak ibu Lanel. Ayahnya menambahkan lagi.
“Mau apa sebenarnya kalian pada Lala?! Apakah kalian mau menghancurkan hidupnya?!” amarah ayahnya sudah memuncak.
“Kami hanya ingin mencari tau siapa Merobo…” ucapku setelah mengumpulkan keberanian. Semua diam. Tak ada yang bersuara. Hening dan sunyi sekali. Suara omelan ayah Laneh memecahkan keheningan.
“Apa untungnya kalian mengetahui Merobo? Sekarang keluar! KELUAR….!!!” bentakan itu membuat kami berlari terbirit-birit meninggalkan rumah Lanel.

Sementara itu di rumah Lanel…
“Lala, kau baik-baik saja kan?” tanya ibunya setengah menangis. Lanel atau Lala diam saja. Ia juga menangis.
“A-ayah… mengapa ayah usir teman-temanku? Mereka orang yang pertama kali main ke rumah ini..” ucapnya lirih.
“Seharusnya kau jangan biarkan mereka kesini! Lupakanlah… yang terjadi barusan…!” jawab ayahnya. Lanel diam saja.
Sementara itu, kami sudah menuju perjalanan pulang…
“Sampai jumpa semua!” seruku. Mereka melambaikan tangan. Aneh! Perasaan bersalah terus menghantuiku. Perasaan bersalah mengetahui misteri Merobo.

“Lanel… aku…” ucapku lesu. Saat sampai di rumah, aku hanya melamun. Melamun, melamun dan melamun. Tak ada yang aku pikirkan kecuali peristiwa yang aku alami tadi.
Panggilan ibu memecahkan lamunanku yang begitu lama.
“Vlari! Vlari!” panggil ibu. Aku datang dengan lemas.
“Apa sih bu?” tanyaku.
“Ibu dengar ada toko kue baru yang dibuka. Namanya Fun Cake Store. Nah, kau sekalian beli kue buat kita, ya! Ini uangnya.” jelas ibu seraya menyerahkan uang kertas.

Aku segera berangkat ke Fun Cake Store. Waaaah…! Mulutku menganga melihat banyak kue lezat yang terpajang. Pikiranku kembali mengingat Lanel. Ah! Benar, aku akan memberikan Lanel kue coklat.
“Yang itu, mbak!” ucapku. Pelayan toko segera mengambil kue coklat itu.
“Boleh kutulis teks menggunakan cream di atasnya?” pintaku. Pelayan itu mengangguk. Aku menulis, “Lala. Ini adalah tanda maafku kepadamu.”. Aku membayar dan menuju rumah Lanel.

“Tok… tok… tok…”
“Ya sebentar…” ucap Lanel. Ia sangat senang ketika aku datang ke rumahnya. Untunglah, orangtuanya sedang pergi.
“Emm, Nel…” aku memulai pembicaraan saat sedang memotong kue.
“Ya.. aku tahu kau masih khawatir akibat yang barusan terjadi. Aku akan memberitahumu siapa yang sebenarnya menggantikanku di sekolah…” jelasnya.
Menggantikan? Berarti yang sekolah bersama kami…
“Dia Merobo, robot yang aku buat. Aku tidak bisa masuk sekolah karena… aku… sakit. Yang menyebabkan aku tak boleh lelah. Aku tidak suka homeschooling. Maka aku membuat Merobo untuk menggantikanku di sekolah. Hanya dia yang menjadi temanku. Kugunakan antena dan remote kontrol untuk saling berhubung dengan Merobo. Lengkap dengan camera untuk melihat apa yang Merobo lihat.” jelasnya panjang lebar.
“Aku akan menjadi temanmu…” ucapku.
“Terima kasih… Tapi…” ucapan Lanel terhenti. Aku masih dalam keadaan memotong kue.
“Aku akan… pergi keluar negeri untuk mencari obat bersama keluargaku. Obat yang dapat menyembuhkanku.. Pak kepala sekolah mengetahui rahasia besarku ini dan memakluminya.” jelasnya.
Pisau yang kupegang jatuh. Badanku gemetar.
“Kenapa kau pindah.. apa karena–” aku mulai berucap.
“Bukan… memang ini takdirku” Lanel tersenyum hangat, “Kau mungkin adalah teman terakhir yang mengunjungiku karena lusa aku akan pergi. Jangan ceritakan kepada siapapun… janji! Sahabat…” ucapnya.
“Sahabat selamanya!” ucapku. Lanel senang. Mulai detik ini aku menjadi sahabatnya…

Kini, Lanel sudah pergi.. aku tetap tak menceritakan rahasia besarnya kepada siapapun. Yups… janji adalah janji. Meskipun aku sudah meminta maaf, dan dia sudah memaafkanku. Tapi, rasa bersalahku tetap tak hilang. Setiap kali mengingat sahabatku, Lanel, aku merasa bersalah.
Semoga ia baik-baik saja sampai sekarang… lekaslah sembuh, sahabatku…

Cerpen Karangan: Qonita Almaahi
Blog: http://gohelchi.blogspot.com
Just a little and simple girl who like writing…

Cerpen Memecahkan Misteri (Part 2) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kursi Bergoyang

Oleh:
Pada suatu hari di sebuah rumah tua ada sebuah kursi tua yang sudah terbengkalai. Banyak penduduk di sekitar rumah itu yang tidak berani menengok ke dalam rumah tersebut. Konon

When I Love That Boy

Oleh:
Di kafe itu, aku meneguk kenangan. Ini cangkir kopi ketiga yang telah kuteguk. Kenanganku, mungkin sama seperti kopi yang hitam dan kelam. Kini semuanya tidak lagi sama seperti dulu

Friend 2 Friend

Oleh:
Dua hari telah kulalui dengan perasaan berbunga, ahh rasanya menyenangkan ketika melihat dia tertawa meskipun dia tidak menyadari bahwa mataku terus tertuju padanya. Menurutku itu cukup, karena jika aku

Hidup Sampah

Oleh:
Siang bolong di terik yang menusuk. “Gila! Dunia apa neraka ini? Anj*ng!” keluh seorang supir angkutan umum lewat bibirnya yang melengos. Peluh yang mengucur di dahinya ia usap dengan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

3 responses to “Memecahkan Misteri (Part 2)”

  1. ifa says:

    woow..robot cantik n pintar, suka deh ceritaxa…tp lanel sakit apa??? penasaran nih??!

  2. ifa says:

    woow..robot cantik n pintar, suka deh dengan ceritaxa…tp lanel sakit apa ??? penasaran deh ??!

  3. intan says:

    Coba kalau robotnya bener bener ada kan enak hehehe…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *