Menunggunya Kembali

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Perpisahan, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 7 May 2015

Langit sore pada hari itu mendung seperti hatiku yang mendung dan hampir diguyur hujan lebat. Namaku Rika, aku masih duduk di Sekolah Dasar (SD). Aku punya sahabat yang bernama Mira dia adalah sahabat yang selalu menemaniku setiap hari, walaupun rumahnya agak jauh dari rumahku tapi kami tetap saling menemui karena jarak tak akan memisahkan kita untuk tidak bertemu.

Hari demi hari waktu luang dan bermainku ku lalui bersama Mira. Suatu ketika Mira mengusulkan untuk ngaji bareng karena orangtua Mira dan orangtuaku menyuruh kami untuk mengaji agar jadi anak yang bermanfaat.
Suatu ketika Mira datang ke rumahku mengajakku untuk ngaji bareng teman-teman yang lain.
“Rika, Rika”
“iya, tunggu Ra”

Saat itu aku dan Mira hanya bocah ingusan yang belajar mengaji agar jadi anak yang bermanfaat. Aku dan Mira berjalan sambil saling merangkul. Rambutku dan rambut Mira panjangnya sama, setiap kali aku dan Mira berjalan bersama kami mengurai rambut panjang kami yang hitam lebat.

“kalian berdua hampir mirip kalau dilihat-lihat. Rambut kalian, mata kalian hampir sama dan tinggi kalian juga sama” sahut ibuku.

5 tahun berselang, tepatnya saat itu umurku 11 tahun dan akan melaksanakan ujian sekolah untuk melanjutkan ke tahap yang lebih tinggi lagi yaitu Sekolah Menengah Pertama (SMP). Aku dan Mira berfikir akan lanjut di sekolah mana nantinya.
“Rik, kira-kira nanti kamu mau lanjut di sekolah mana?”
“kalau aku kayaknya sekolah yang deket dari rumah saja deh biar nggak makan banyak ongkos, kalau kamu? Pasti kita sama kayak aku kan? Kita nggak boleh pisah sekolah, ntar nggak ada yang nemenin aku kemana-mana”
“mmm… gimana yah Rik, aku mau ngomong sesuatu sama kamu, tapi kamu jangan marah atau benci sama aku yah?”
“marah? Benci? Haha Yah nggak lah, masa iya aku bisa marah atau benci sama sahabatku sendiri. Emangnya mau ngomong apa sih?”
“mm.. mmm gini Rik, kalau udah lulus nanti aku mau disekolahin ibu aku di luar kota”
“hahaha kamu bercanda kan Ra? Masa kamu mau ninggalin sahabat yang selalu nemenin kamu sejak kecil”
“ng..ngga Rik, aku serius. Ibu aku udah rencanain itu sejak kita kelas 5. Aku nggak bermaksud untuk ninggalin kamu tapi ini kehendak ibuku katanya disini kita nggak punya siapa-siapa, di sana ramai karena banyak keluarga yang menetap disana”
“lalu bagaimana dengan aku Ra?, kenapa nggak punya siapa-siapa? Kan masih ada aku, ibuku dan keluargaku yang lainnya”
Air mataku tiba-tiba bercucuran tak terbendung dan langsung memeluk Mira.
“Ra, kamu jangan ninggalin aku yah?”

1 bulan telah berlalu, aku dan Mira telah lulus dari Sekolah Dasar (SD). Aku dan Mira pergi berlibur merayakan kelulusan kami bersama keluargaku dan keluarga Mira.
Aku duduk agak jauh dari mereka, menatap awan yang tak bisa menjawab segala pertanyaan yang terbersit dalam hatiku tentang Mira. Hatiku semakin bertanya-tanya tiba-tiba Mira datang mengagetkanku.
“heii!! Kamu ngapain duduk sendirian disini? Ntar ada yang ngambil lohh hehehe”
Aku memasang wajah murung sambil menanyakan kepada Mira apa yang saat ini ada di dalam hatiku.
“Ra, apa benar kamu akan pergi setelah ini?”
“iya Rik, minggu depan aku akan pergi bersama ibuku”
“secepat itukah kamu pergi? Apa tidak bisa menunggu bulan depan? Aku masih ingin menghabiskan masa liburan ini denganmu sebelum kita masuk SMP”
“tidak bisa Rik, pendaftaran SMP disana tidak selama disini. Maafkan aku Rik aku tidak bisa menentang keinginan ibuku. Sebenarnya aku tidak ingin meninggalkanmu, aku masih ingin menjadi sahabatmu sampai kita punya anak nanti”
Aku hanya bisa diam dan menangis mendengar perkataan Mira.
“kamu nggak usah sedih Rik, aku akan kesini menemuimu setiap 2 minggu sekali”
“kamu janji?”
“iya, aku janji”
“aku akan menunggumu untuk menemuiku Ra”
“kalau gitu kamu nggak usah nangis yah, kamu sahabatku yang paling aku sayang”
“iya, kamu juga adalah sahabat terbaikku”

Hari ini adalah hari minggu tepat pada hari kepergian Mira ke luar kota. Aku bergegas mandi karena pesawat Mira akan berangkat pukul 13.00. Aku berpamitan pada ibu dan langsung berangkat ke rumah Mira.
Sesampainya di bandara aku berpelukan dengan Mira sambil berbisik di telinganya.
“Ra, aku akan menunggumu. Kamu disana hati-hati yah”
Mira hanya tersenyum manis dan mengangguk. Tak lama pesawat Mira telah lepas landas.

Setiap hari aku duduk di belakang rumah. Aku sudah tidak sabar menunggu kedatangan Mira, menceritakan setiap kejadian di sekolah baruku, menanyakan kawan barunya disana, suasana sekolahnya bagaimana dan masih banyak lagi. Sambil memandangi langit sore dan suara riuh angin yang menggoyangkan pohon. Aku hanya bisa menunggu setiap kedatangan Mira.

Cerpen Karangan: Risdayanti
Facebook: Risdayanti
Nama: Risdayanti
Umur: 16 tahun

Cerpen Menunggunya Kembali merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Akhirnya Sahabat Ku Punya Pacar Juga

Oleh:
Hari ini merupakan hari ulang tahun sahabat kami, ia bernama Fania. Ia sahabat kami yang super duper jutek sehingga ia tidak penah berpacaran, padahal banyak cowok-cowok yang naksir terhadapnya

7200 Hari

Oleh:
Hari ke 6120 dalam hidupku. Dari pertama aku lahir, sampai tepat pada ketujuh belas usiaku. Aku tidak setua itu, kan? Tujuh belas tahun adalah masa di mana aku harus

Anak Misterius di Gerbang Sekolah

Oleh:
Setiap kali aku melihat dia. Dia adalah anak perempuan yang selalu berdiri di gerbang sekolahku. Setiap kali aku melihat orang lewat di hadapannya, tetapi mereka cuek pada anak perempuan

Through My Story

Oleh:
Namaku Banjiro Kiyoshi, aku bersekolah di SMA Date, aku duduk dibangku kelas 2C. Sesuai dengan namaku, Kiyoshi, yang artinya pendiam. Aku sangat jarang berkomunikasi dengan teman sekelasku, aku tidak

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *