Milia dan Boneka Kayu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 7 February 2014

Milia gadis kecil berumur sembilan tahun itu memiliki sebuah boneka kayu peninggalan almarhum kakeknya. Milia senang sekali dengan boneka itu, ia selalu membawa boneka itu ke sekolah, sampai sampai sepasang saudara kembar tsonia dan tsurayya biasa di panggil nia dan rayya sangat iri pada milia.

Setelah pulang sekolah nia dan rayya memaksa milia memberikan boneka itu
“heh, milia sekarang boneka kamu itu jadi punya kita sini-sini serahin” kata nia sambil merebut boneka itu dari tangan milia.
Akhirnya, nia dan rayya berhasil merebut boneka itu.

Milia pulang ke rumah sambil menangis, setelah sampai di rumah milia ditanya oleh mamanya
“Milia, kenapa kamu menangis?” Tanya mama
“ma, boneka milia diambil sama nia dan rayya hu… hu… hu” kata milia sambil menangis
“sudah lah nanti akan mama berikan yang baru, hal pertama yang harus kamu lakukan adalah tersenyum dan jangan menangis lagi ya, ayo tersenyum” jawab mama sambil tersenyum, milia pun mencoba untuk tersenyum.

Akhirnya milia memutuskan untuk pergi ke hutan untuk memetik bunga bunga liar, disana ketika milia sedang asyik memetik bunga tiba tiba nia dan rayya datang dan meminta maaf pada milia.
“Milia, maafkan kami ya kami tidak bermaksud mengambil bonekamu ini bonekamu kami kembalikan” kata nia dan rayya hampir bersamaan sambil menyerahkan boneka kayu milik milia.
Akhirnya milia memaafkan mereka dan nia dan rayya juga berjanji tidak akan menjahili milia lagi. Dan akhirnya mereka menjadi sahabat selamanya.

Cerpen Karangan: Charisa Dwi Santika
Hai, namaku charisa dwi santika ini cerpen ku yang ke 3 loh. Semoga saja cerpen ku yang satu ini dimuat… ^^

Cerpen Milia dan Boneka Kayu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Siswa Baru di SMA

Oleh:
Di suatu pagi yang cerah, burung-burung berkicau riang menyambut datangnya sang surya, ayam jago tak mau kalah berkokok dengan nyaring menyambut datangnya pagi dan membangunkan orang-orang yang masih tidur

U.S.A

Oleh:
Caping siap, kaca mata hitam, sambal, nasi kucing, sandal jepit warna kuning semua siap!!!, gila, ini mau sekolah, apa sales keliling?, tapi nggak apalah, sebagai calon siswa yang teladan,

Crawe Friezo

Oleh:
Hujan deras sepnjang malam. Ketika pagi, sisa-sisa hujan masih jatuh di rerumputan dan menembus tanah. Kelopak daun berayun-ayun kecil, menahan pecahan titik hujan. Udara pagi itu begitu dingin menusuk

Aku, Kamu Sahabat

Oleh:
Kulihat, masih tetap kulihat. Tak akan pernah bosan diri ini menatap sesosok gadis di hadapanku. Ia tetap cantik meski kini ia tengah terbaring lemah dengan wajahnya yang pucat pasi.

Misteri Surat Melody

Oleh:
Hi, aku Arina. Arina Sakti. Aku mempunyai sahabat namanya Melody. Sayang dia sudah pergi jauh ke Italia. Hanya tertinggal sebuah surat dari Melody. Namun ada yang aneh dari surat

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Milia dan Boneka Kayu”

  1. chika says:

    Kamu bagus banget bikin cerpennya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *