Missing Birthday

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Persahabatan, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 18 August 2013

Kutatap foto masa kecilku sewaktu berumur 5 tahun. Masih terlihat imut-imut apalagi aku berfoto dengan sahabatku. Ya, sahabat yang aku kenal semenjak aku TK. Dan persahabatan kami berlanjut sampai sekarang, apalagi yang membuat persahabatan ini semakin istimewa adalah kami sama-sama lahir di tanggal yang sama, 7 Juli. “emhh.. apa ini?” ku lihat tulisan tangan dibalik foto. Yuli and Mikha Sweet seventeen, you must remember it. “ya ampun! Aku lupa hari ini tanggal 3 juli, untung aku gak sengaja lihat foto ini.” Akhir-akhir ini ingatanku sedikit terganggu sehingga Yuli seringkali ngambek karena baru sedetik lalu dia ngomong, aku sudah gak ingat apa-apa yang tadi dibahas. Tingkat ngambeknya semakin tingkat atas gara-gara 2 minggu yang lalu aku lupa kalau aku ada janji mau traktir dia karena keberhasilannya menang lomba balet. Yuli sampai nunggu 3 jam di saat udara yang begitu dingin di dekat taman, sedangkan aku yang lupa sama sekali malah enak-enakan ngemil di rumah sambil nonton TV. Sampai akhirnya dia bosan dan menelponku tentang traktiran itu. Dan akhirnya dia ngambek berat bahkan seminggu belakangan ini aku kehilangan kabar dari Yuli.

“Ada yang tau dimana Yuli gak, kok seminggu belakangan ini aku gak ada lihat dia ya?” tanyaku pada salah seorang tenam sekelas Yuli. “Seminggu ini Yuli ijin gak masuk tapi aku juga gak tau kemana.” Karena penasaran sepulang sekolah aku langsung mampir ke rumahnya. Tapi rasanya pencarianku dimana Yuli nihil. Rumah Yuli kosong dan tak ada kabar apapun yang ku dapatkan, bahkan ku coba sms gak ada balasan, nelpon pun gak diangkat. Aduuhh.. sebegitu salahkah aku sama Yuli sampai ia tak ada meninggalkan kabar sedikitpun padaku.

Hari-hariku semakin sepi, ayahku sibuk keluar kota selama 2 bulan sedangkan mama sibuk dengan urusan katering untuk acara resepsi yang akhir-akhir ini membludak. Apakah di sweet seventeen ini aku harus sendiri tanpa ayah, mama bahkan sahabat yang selama ini selalu mengingatkanku ulang tahun kami yang selama ini tak pernah ku ingat. Yaa.. baru tahun ini aku mengingat kapan hari ulang tahunku, mungkin aku terlalu banyak salah sama Yuli yang selalu memberikan kado istimewa untukku sedangkan aku terlalu cuek dan tak pernah membalas kado dari Yuli. Semuanya semakin berkecamuk dalam otakku. Dan rasanya aneh baru kali ini aku bisa mengingat sesuatu hal dengan lama karena biasanya langsung ke delete dan masuk ke recycle bin.

Wajahku yang selama ini selalu ceria dan tak terlihat raut wajah beban berubah menjadi wajah yang tak bersemangat dan penuh kebingungan. Ditambah lagi sesampainya di rumah aku harus ke rumah sakit karena ada kabar kalau mama kecelakaan kecil dan harus di rawat malam ini di rumah sakit. Wajahku pun menegang, aku paling takut yang namanya rumah sakit dan aku harus kesana. Tapi demi mama dan demi melupakan sweet seventeen yang gak berjalan mulus ini aku harus kesana.

“Mama… mama?” ucapku lirih melihat mama yang sedang berbaring. “Ma, maapin Mikha ya kalau Mikha seringkali lupa sesuatu. Apalagi karena terlalu sering lupa jadi buat mama kena masalah, gak bisa bantu mama urus katering,” aku tumpahkan perasaanku seminggu terakhir, apalagi perasaanku karena kehilangan sahabatku yang menghilang tanpa jejak pada mama. “Ma.. Mikha jahat banget sama Yuli. Mikha selalu gak peduli sama apa yang telah dilakukan Yuli buatku,” ucapku tersedu sambil air mata mengalir. Mama mengusap kepalaku dengan lembut memberi sebuah ketenangan. “Kamu gak salah kok, ternyata Mikha sudah mulai tumbuh dewasa ya!” ucap seseorang di belakangku dan suara itu sangat ku rindukan. “Yuli… kok…” ucapanku terhenti dan semakin tambah menangis. “Aku kangen banget tau!” Yuli tersenyum dan memberikan sebuah kue coklat kecil dengan lilin angka 17. “Happy birthday Mikha. Semoga tambah dewasa ya di sweet seventeen ini.” Pipiku dicubit dengan keras oleh mama lalu mama mencium pipiku. “Maap kalau aku menghilang. Aku cuman ingin sekali ini aja kamu bisa ingat pertambahan umurmu. Aku sudah rencanakan ini semenjak aku ngambek. Hehe.. semoga dari sekarang kamu jadi gak pelupa lagi ya. Potong kuenya dong, terus suapin buat orang yang juga ultah hari ini.” Ya.. walaupun hari ini aku terkena jebakan Yuli dan bisa dibuat galau karena kesepian, tapi aku hari ini sangat bahagia karena tahun ini gak jadi missing birthday.. hehe.

Cerpen Karangan: Nia Kurnia Latifah
Facebook: Nia Kurnia Latifah
Lagi belajar menjadi penulis, meskipun masih amatiran.. hehe

Cerpen Missing Birthday merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Password 360 derajat

Oleh:
“Wijaya, kerjakan soal ini dulu!” suruh guru matematikaku membuyarkan lamunanku. “Iyah Bu, ada apa?” Jawabku tak tahu apa yang dikatakannya. “Silahkan keluar dari kelas saya, sekarang!!!” bentak guru matematikaku.

Sweet Girl and Cool Senior

Oleh:
Seorang gadis manis bertubuh tinggi semampai dengan kulit kuning langsat dan rambut sebahu bernama Avira Adelia sedang asyik berjalan dengan gembira menuju sekolahnya. Salah satu sekolah favorit di kota

Aku, Kamu dan Dia

Oleh:
“Jangan Cuma bisa berani di depan aja dong, ndry. Buktiin kalau kamu bisa ngomong itu ke Reni.” Itulah kata Doni yang selalu muncul di pikirannya Andry. Andry sudah meyukai

Sahabat Pria Bukan Berarti Pacar

Oleh:
“Bukan keluarga, bukan saudara, bukan kekasih. Tidak terlahir dari rahim yang sama, juga tidak memiliki ikatan darah yang sama.” Ryan adalah salah satu nama yang ku kenal sejak 4

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *