Momen Terburuk

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 9 June 2015

“Huahm”. Rasanya malas banget untuk beranjak dari tempat tidurku. Hari ini adalah hari sabtu, aku harus bangun untuk berangkat sekolah sebelum terlambat. Dengan mata yang masih setengah terpejam aku menuju kamar mandi. Dan “Byur” aku mandi dengan cepat. Setelah mandi aku berwudhu untuk sholat subuh, sudah menjadi kebiasaanku untuk sholat lima waktu. Aku memakai seragam pramuka. Setelah ku rasa sudah rapi, kupakai mukena berwarna oranye untuk menunaikan sholat subuh. kulipat mukenaku dengan rapi, dan menuju ruang makan untuk sarapan. Di meja makan sudah tersedia sepiring nasi goreng dan segelas susu coklat. Saat perutku terasa kenyang, Aku bersiap siap untuk pergi sekolah.
“Ayo cepat, nanti terlambat” teriak ayah dari depan rumah sembari menaiki motor vario nya.
“Iya, bentar” jawabku sambil memakai sepatu.
Pagi ini aku berangkat sekolah bareng ayah yang sekalian kerja. Setelah aku duduk manis di motor, aku berpamitan kepada bunda. Dan… motor pun melaju cepat ke arah sekolahku.

Sesampainya di sekolah aku dismbut oleh rahma, ristya dan bita. MASIH SEPI.. batinku, berarti aku tidak terlambat. aku dan kawan kawan bermain di halaman sambil menunggu bel berbunyi. TEET.. TEET. TEET sura bel menyadarkan kami untuk masuk ke kelas. Bu Guru memimpin doa, semua murid tampak tenang dan tak ada yang usil.

Pelajaran dimulai, karena ini hari sabtu maka murid hanya ditugaskan untuk menggambar saja. Ada yang menggambar taman, gunung dan lain lain. Pelajaran usai, beberapa buku gambar sudah ditumpuk di meja guru. Saatnya aku pulang. Eittss tapi jangan pulang dulu, hari ini ada latihan drum band. Tapi karena guru pelatihnya belum datang, aku dan kawan kawan mmemutuskan untuk berjalan jalan. Sepanjang perjalanan kami tertawa dengan riang. Tiba tiba tawa kami langsung terhenti ketika melihat nena dan irham. Mereka berdua adalah sepupu, mereka berdua juga musuh kami di sekolah. Dengan suara yang keras, teman temanku langsung memaki nena. “Kalau berani maju sini, gak usah di belakang terus. beraninya cuma sama irham aja, kalau sendiri mah gak bakalan berani” Teriak rahma kepada nena. Tapi kedua kakak beradik itu diam aja dan tak mempedulikan teriakan kami.
“Udah udah, anak kaya gitu dibiarin aja gak usah diurusin. yuk kita jalan lagi” kataku sambil menarik tangan rahma.
Tiba tiba irham mengejarku dan kawan kawan. Kami semua berlari sekuat tenaga karena takut dengan irham. Irham memang terkenal sangar di sekolahku.

Akhirnya irham bisa mengejar kami semua. Dengan 1000 tenaga dan amarah yang tinggi, irham menendang rahma di bagian tasnya. Sehingga tasnya rahma kotor oleh sepatu irham. Aku yang berada di samping rahma pun menjadi takut kalau irham mau menendangku juga. Alhamdulillah… setelah itu irham pergi meninggalkan kami yang masih ketakutan. Syukurlah aku gak ditendang, yang ditendang cuma rahma doank.

Setelah kejadian yang menegangkan itu, kami kembali tertawa bersama untuk menghilangkan rasa takut yang sempat ada pada diriku dan kawan kawan. Itulah momen terburuk yang tak bisa ku lupakan.

Cerpen Karangan: Zahra Salsabila
Facebook: Zahra Salsabila

Cerpen Momen Terburuk merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Vitamin C++ (Part 2)

Oleh:
Tak terasa, pelajaran pertama pun usai kami lewati, kini pelajaran kedua yang tak lain pelajaran Biologi. Biologi merupakan pelajaran yang sangat aku sukai dan bisa dibilang aku cukup mahir

Ku Tak Menyangka

Oleh:
Kenalkan nama ku Mei, Aku memiliki sahabat yang bernama Syifa dan Aryanda. Aku adalah anak orang miskin, Ibu ku adalah pembantu di rumah Sahabat ku Syifa, walaupun begitu Syifa

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *