Moment of 3 Years

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Pengalaman Pribadi, Cerpen Persahabatan, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 5 December 2016

Nama saya Ikbal Fahmi, biasa dipanggil ikbal. 2 tahun yang lalu dimana kita sama-sama mendapatkan kelas baru, teman baru, sahabat baru, dan spesial yang baru. 2 tahun yang lalu juga saya merasakan apa yang namanya kesedihan, kesedihan karena ditinggal teman lama sahabat lama dari SMP, namun kesedihan itu tak berlangsung lama, karena saya telah mendapatkannya kembali di SMA.

Waktu itu saya mendapatkan kelas X MIA 4, karena dulu menggunakan kurikulum 2013 maka langsung mendapat jurusan, kalo enggak MIA ya IIS. Entah bagaimana caranya menjuruskan murid ke dalam program MIA atau IIS, karena teman saya mendapatkan hasil psikotes dengan program IIS namun ditaruh ke dalam kelas MIA. Selain itu yang tadinya di kelas IIS bisa pindah kekelas MIA, saya rasa kalo kaya gini berasa tidak berguna untuk tes psikotes.

Di penghujung semester 1, banyak teman-teman yang ingin berniatan untuk pindah sekolah, entah kenapa mereka menginginkannya, mungkin gengsi atau memang keperluan, entahlah saya tidak menghiraukan namun cukup kehilangan. Liburan semester 1 kelas X telah tiba namun saya tidak menggunakannya untuk berlibur. Semester ke 2 pun tiba, karena penjurusan telah ada di kurikulum 2013 maka kami tidak usah berusaha keras untuk mendapatkan program IPA yang kebanyakan orang ingin. Liburan semester 2 kelas X pun tiba dan saya tetap tidak menggunakannya untuk berlibur.

Hari pertama masuk pun tiba, waktu itu saya mencari kelas dan alhasil saya mendapatkan kelas XI IPA 5. Di kelas ini kami beradaptasi layaknya kelas X karena kelas XI juga teman-temannya diacak, di kelas ini yang kelas X nya sama dengan saya itu hanya ada 4 orang yaitu Aurel, Al-zikry, Afril dan Inay. Untuk teman duduk pun saya masih sama dengan kelas X yaitu dengan Aurel, Aurel ini laki-laki, namun ketika diabsen sering kali guru-guru heran terhadap namanya.
“Ahmid” seorang guru mengabsen.
“Saya bu” sambil mengangkat tangannya.
“Aurel” seorang guru mengabsen.
“Saya bu” sambil mengangkat tangan.
“Kamu Aurel?” sambil muka kebingungan.
“I..i.iya bu” menjawabnya.
Seperti itulah setiap kali jika Aurel diabsen, pasti para guru keheranan dengan namanya itu.

Penyakit ini mulai muncul ketika kelas 11, yaitu tidur di dalam kelas. Ya, kami sering tidur di dalam kelas ketika jam pelajaran kosong. Mungin schoocl is second home adalah slogan yang pas untuk kita para murid yang selalu tidur ketika jam pelajaran kosong.

Saya sendiri tidak mengikuti ekstrakulikuler, namun memilih organisasi OSIS untuk mengganti ekstrakulikuler, menjalani menjadi anggota OSIS ada suka ada duka, sukanya jika mengadakan acara dan acaranya sukses dan dukanya jika sebaliknya. Hingga akhirnya saya mengundurkan diri dari anggota OSIS, entah kenapa saya ingin mengundurkan diri, namun rasanya saya tak nyaman di dalamnya atau mungkin karena saya orang yang introvert sehingga sulit untuk beradaptasi dengan orang-orang.
“Ikbal kenapa keluar?” Tanya seseorang dengan wajah tidak menyangka.
“….” saya hanya terdiam jika mendapati pertanyaan seperti itu.
“Nanti siapa lagi yang ngurusin bendera? siapa lagi yang ngorok pas tidur di ruangan? Siapa lagi kalo bukan Ikbal!” lanjutnya.
“….” saya hanya terdiam dengan mata berkaca-kaca.
Begitulah terakhir kali waktu saya keluar dari organisasi yang penuh kenangan itu, walaupun hanya 1 tahun bersama mereka.

Libur kelas 11 semester 1 tiba dan lagi-lagi saya tidak menggunakannya dengan berlibur. Hingga akhrinya hari pertama masuk untuk semester 2 tiba, kelas kita kedatangan murid baru yang bernama Eka Krisdayanti dari SMA N 1 Cikampek. Dan kegiatan semester 2 pun masih sama dengan sebelumnya, datang belajar istirahat belajar pulang, kadang ditambah dengan kegiatan tidur jika ada pelajaran kosong.

Hingga akhirnya pengumuman kenaikan kelas 12 pun tiba, dan alhamdulilah saya naik kelas, namun di kelas 12 ini tidak ada yang spesial karena kelas tidak diacak jadi sama seperti kelas 11. Dan hingga saat ini juga saya masih duduk dengan Aurel, mungkin kami adalah pasangan sebangku yang hattrick 3 tahun berturut turut di kelas kami.

Kita telah kelas 12 dan sebentar lagi akan mendekati yang namanya perpisahan dimana moment ini adalah moment yang paling tidak ingin dihampiri bagi siapapun karena yang namanya pertemuan pasti ada perpisahan. Mungkin kita akan mendengar kata-kata “Maaf ya! Aku gak bisa satu sekolah lagi dengan kalian. Aku harus pindah ke Bandung untuk kerja,” “Maaf ya! Aku harus kuliah di jakarta”, jadi jangan sia-siakan moment seru bersama sahabat kalian walaupun waktu perpisahan tinggal menghitung bulan, karena kalau udah pisah itu bagaikan sikut dan bibir! Sulit bertemu!

Cerpen Karangan: Ikbal Fahmi
Facebook: Udin Usep Upin
IG: KBL.FHM7

Cerpen Moment of 3 Years merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cinta Yang Tertunda

Oleh:
Mungkin kalau dipikir-pikir, kisah cerita cinta aku ini terlalu dramatis atau mungkin berlebihan. Kira-kira sejak 7 tahun yang lalu. Sampai sekarang jujur aku nggak bisa ngelupain dia. Oh ya.

Hmm…

Oleh:
Terpaku membisu dalam keheningan malam, ingin rasanya ku menjerit dalam kesunyian, namun apa daya. Untuk apa ku menjerit dalam kesunyian, tak akan ada pula yang dapat mendengar jeritanku meski

Romantic Knowledge (Part 1)

Oleh:
Apa kalian pernah mendengar istilah yang mengatakan Don’t Judge a book by its Cover? Aku yakin kalian pernah mendengarnya, karena istilah itu sudah terlalu mainstream. Siapa pun pasti sudah

Aku Adalah Aku

Oleh:
Kejadian akhir-akhir ini membuat aku semakin down karena banyak orang yang merendahkan bahkan menyingkirkan aku. Saat aku mau bergabung mereka menolak. Hinaan, cacian, sikap yang tidak pantas, disingkirkan, direndahkan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *