Musuhku Itu Sahabat Terbaikku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 24 December 2013

Rifki Adiprasetyo adalah seorang siswa kelas 5 yang bersekolah di SDN Mekar Jaya 1. Anak yang biasa dipanggil Rifki ini sifatnya sangat sombong dan tidak cukup pandai. Orangnya pemalas dan sering menyepelekan nasehat orang lain. Rifki sangat ditakuti di sekolah itu. Pasalnya, setiap orang yang berani menentangnya akan dihukum Rifki dan komplotannya.

Pada suatu hari, ada seorang anak yang baru pindah dari sekolah lain ke SDN Mekar Jaya 1. Hasan namanya. Karena sifat usilnya ingin meledak, akhirnya Rifki mencoba menjaili Hasan di hari pertamanya bersekolah di sekolah barunya. Saat jam istirahat, Hasan pergi ke kantin untuk membeli minuman dan kemudian duduk di bangku halaman sekolah. Tiba-tiba, Rifki dan dua temannya, Gilang dan Ridwan mengagetkan Hasan. “hei, anak baru! Seenaknya saja kamu duduk disini! Ini kan wilayah kami! Pergi sana!” hardik Gilang marah. “bukannya ini tempat umum? Semua siswa dibolehkan duduk disini. Cari saja tempat duduk yang lain” kata Hasan tenang. Hasan sebenarnya belum tahu siapa Rifki. “eh, kamu berani menentangku?!” tanya Rifki dengan nada mengejek. “dasar orang sombong! Aku tidak takut denganmu. Kamu sama seperti yang lain. Hanya saja kamu sombong!” kata Hasan balik menantang. Gilang dan Ridwan kaget. Rifki berkata, “baik! aku terima tantanganmu! Lihat seberapa hebatnya engkau ini!”.

Akhirnya, Rifki dan Hasan akan bertarung siang hari di padang rumput, tempat Ridwan sering bermain layangan dengan anak lain. Pada waktu yang telah ditentukan, Rifki dan Hasan akan memulai pertandingan. Anak anak lain yang menjadi pendukung berkerumun di lapangan. Sorak sorai berisi dukungan terhadap Rifki dan Hasan menyeruak mengisi pertandingan. Seru sekali. Rifki pun memulainnya dengan sebuah pukulan yang mengarah ke pipi Hasan. Namun, Hasan dengan mudah menghindarinya dan Rifki pun hampir terjatuh karena tidak mengira kalau Hasan dapat menghindari serangannya. Hal ini terjadi berulang kali dan Hasan sama sekali tidak melakukan apapun kecuali menghindar sampai akhirnya Rifki terjatuh ke sebuah batu besar yang kasar. Alhasil, kulit Rifki banyak yang lecet dan lututnya berdarah dan kemudian mengaduh kesakitan. “Hasan menang! Horee… hidup Hasan… hore!!!” kata semua murid berterik puas. Sementara Hasan tersenyum simpul sambil berkata, “inilah hukumanmu. Kalau kau tidak sombong dan usil, pasti kau tidak akan mengalami ini. Kau tahu, kau celaka akibat perbuatanmu sendiri.”. kemudian semua orang meninggalkan lapangan. “akan kubalas kau nanti, Hasan!” bisik Rifki dalam hati kecilnya.

Tak terasa, 3 bulan berlalu. Hasan semakin dikenal dengan status yang baik di sekolahnya. sedangkan Rifki semakin dilupakan dan diacuhkan. “kenapa ia sangat beruntung? ingin rasanya mengikuti prilaku baiknya. tapi.. malu, sulit… apa kata orang nanti?” gumam Rifki tiap kali melihat Hasan.

Pada suatu saat… “memperhatikan aku, ya?” kata Hasan. ternyata Rifki ketahuan sedang memperhatikan Hasan. “eh.. kamu, Hasan..” jawab Rifki malu. beruntung, tidak ada orang disana. “aku tahu maksud kamu. kamu bukan sekali ini saja memperhatikan aku, kan? aku tahu kita punya kenangan buruk saat pertama kali bertemu. maaf, ya! mungkin kita bisa menghapus semuanya. kamu bisa berubah kok. aku akan membantumu, Rifki.” kata Hasan dengan tenang dan penuh rasa simpati. “kamu serius? setelah apa yang kuperbuat kepadamu?” ucap Rifki kaget. “selalu ada kesempatan kedua, bukan?”.

“baiklah. terima kasih, Hasan.” kata Rifki, bahagia.

Akhirnya, kedua “musuh” itu saling berbaikan dan menjalin hubungan persahabatan yang baik. keduanya sangat ramah dan adil kepada sesamanya. tanpa Hasan, Rifki tak akan berubah. dan tanpa Rifki, Hasan tak akan mengetahui arti persahabatan.

Cerpen Karangan: Aliya Syifa Nurhaliza
Blog: rose-and-glam.blogspot.com

Nama: Aliya Syifa Nurhaliza
Alamat: Kp. Cibuah, Ds. Citeras, Kec. Malangbong, Kab. Garut, Prov. Jabar
Kelas: VI
Sekolah: SDN Citeras 1

Cerpen Musuhku Itu Sahabat Terbaikku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


OSIS Displeasure

Oleh:
Sialan, tahu begitu kutendang tulang keringnya lebih keras dari kemarin hingga dia meringis kesakitan seperti seorang bayi yang merengek minta susu pada ibunya. Bagaimana tidak, orang itu telah menipuku

Olimpiade Matematika

Oleh:
“Selamat pagi,Bu.” Sapa Alika kepada Bu Latifah sambil menunduk. “Selamat pagi. Kenapa kamu terlambat Alika?” Jawab Bu Latifah sambil bertanya kepada Alika.”Mmmaaf bu, saya bangun kesiangan,” Jawab Alika terbata-bata.

Wibi Si Kupu Kupu

Oleh:
“Hore.. Dapat madu banyak..” Wibi melonjak girang sambil memegangi perutnya. Ia baru saja menghisap madu dari bunga matahari di taman milik seorang nenek-nenek. Nenek-nenek itu bernama Tina. Nek Tina

Krupuk dan Gigi

Oleh:
Pagi itu, Fini sudah bersiap mengikuti lomba makan krupuk. Gak tau kenapa, tapi katanya pengin aja, gitu. Tapi sayangnya, lomba itu akan diadakan pukul 09.00 (sekarang 07.00). Butuh waktu

Spikes Before Flowers, Rainbow After Storm

Oleh:
Embun menutupi jendela kamar. Varielle terbangun dari peraduannya. “Udah pagi?” katanya sambil menguap. “Kak Emily, bangun. Opening Ceremony loh hari ini kak,” Varielle membangunkan Emily. “Eh…,” Emily menggeliat dan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *