My Friendship

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Penyesalan, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 8 April 2013

Hai! Namaku Tania Zafirah Utami, panggil saja Tania. Hari ini adalah hari pertamaku sekolah di sekolah menengah pertama (SMP). Tepatnya, disini sedang diadakan MOS (Masa Orientasi Siswa). Perasaanku sudah campur aduk deh, senang, takut, gugup, dan banyak lagi. Sampai saatnya aku berkenalan dengan seseorang yang duduk di sebelahku. Namanya Fellisya Salasabila yang akrab dipanggil Salsa. Aku dan dia mulai dekat pada waktu kegiatan MOS itu. Hari demi hari pun berlalu, aku dan Salsa sepertinya tak dapat terpisahkan satu sama lain. Tentu saja dari kedekatan itu, aku jadi tahu setiap sikap dan dan sifat Salsa terhadap seseorang. Menurutku, Salsa adalah anak yang cantik, pintar, baik, dan ramah. Setiap hari ia selalu menyapaku dengan senyum manis yang terpampang di bibirnya, “sangat indah.” cetusku dalam hati.

Suka dan duka, Sedih dan senang selalu kulalui dengannya. Ia adalah sosok yang sangat berarti dalam kehidupanku, Ia adalah sahabat sejati yang pernah kumiliki, dan ia sudah kuanggap seperti saudara kandungku sendiri. Sampai pada akhirnya, waktu tak terasa berlalu begitu cepat. Sekarang aku sudah menginjak umur 15 tahun. Begitu pun dengan Salsa. Aku sangat bahagia, sampai saat ini kami berdua masih satu kelas. Tetapi, saat kami berdua naik ke kelas 9, tak kusangka sikap Salsa mulai berubah terhadapku. Sekarang ia lebih mementingkan ketenaran dari pada ikatan tali persahabatanku dengannya. Dan lebih parahnya lagi, sekarang ia sepertinya telah melupakan sahabatnya yang selalu menyayanginya apa adanya, yaitu aku… “Ini semua pasti gara-gara lyneta.” Cetusku dalam hati.

Lyneta Azzahra, itulah nama lengkapnya. Gadis yang sekelas denganku sejak kelas 1 SD ini, memanglah anak yang sangat egois. Maksudku, ia tak pernah sekalipun peduli terhadap temannya. Itu sebabnya, Lyn sering kesepian dan tidak punya teman. Karena kesepian, ia selalu berusaha untuk merebut teman milik orang lain dan saat ini, ia sedang berusaha untuk merebut Salsa dari genggamanku. Aku sangat sedih ketika melihat mereka bersama-sama sedangkan aku yang dicueki habis-habisan di belakang mereka. Meskipun begitu aku tetap menyayangi Salsa, aku takkan pernah membiarkannya jatuh ketangan milik orang lain. *Takkan pernah!!!*

Setiap hari, aku berusaha mendekati Salsa, tapi Salsa malah menjauhi diriku dan pergi bersama Lyneta. Masuk sekolah lah, Pergi ke kantin lah, Makan lah, Minum lah, Pulang lah, pasti mereka berdua selalu bersama-sama. Sampai pada akhirnya emosiku mulai memuncak, dengan semua keberanian yang kumiliki, aku pergi gerombolan mereka dan…
“Lyn!!!, aku salah apa sama kamu?, kenapa kamu ambil Salsa dari kehidpanku”. Teriakku dengan sangat keras. Semua siswa pun terengah mendengar perkataanku. Salsa juga begitu. Aku pun mulai menitikkan air mata di depan Salsa.
“Dan untuk kamu Salsa!!!, apa kamu nggak sadar dengan semua pengorbanan yang telah kulakukan untukmu, kenapa sekarang kamu malah ninggalin aku dan satu hal lagi, sejak aku mengenalmu, aku kira kamu itu adalah orang yang baik- baik tapi ternyata, ini sikap aslimu!!! Aku nggak nyangka pertemanan kita serumit ini, itu semua gara gara kamu, Salsa!” Ungkap ku.
Salsa pun mulai menangis, menangis dan menangis. Saat kulihat matanya yang berkaca kaca, seakan ia ingin sekali mengungkapakan suatu hal padaku. Tapi saat ia ingin berbicara denganku, Lyn segera menarik tangannya dan membawanya pergi. Aku pun tertunduk di mejaku, aku tak dapat menahan semua tangisku, dan saat itu, seseorang datang menghampiriku dan menepuk pundak ku.
“Sudahlah, jangan menangis..” katanya.
Aku pun mulai berbalik dan menatap wajahnya. “Reina.” Tanyaku.
“Lyn sikapnya memang begitu, nggak usah dipikirin, kan ada aku.” Hibur Reina.
Akupun menghapus air mataku dan mengucapkan terima kasih kepada Reina. Reina pun tersenyum dan memelukku.

Seputar tentang Reina, Reina Lutfia Destiana adalah teman sekelasku sejak dari kelas 2 SMP. Sebenarnya hubunganku dengannya tidak terlalu dekat sih. Pintar, cantik, ramah, baik, pendiam, dan peduli terhadap teman adalah karaktristik dirinya. Reina juga seorang sahabat yang sangat sabar dan mengerti dengan keadaan temannya yang sedang kesusahan. Sebulan lamanya, aku pun mulai dekat dengan Reina, dan akupun mulai melupakan Salsa dari kehidupanku. Lama-kelamaan, aku berfikir bahwa sosok Reina dapat menggantikan sosok Salsa sebagai sahabat sejatiku.
Sampai suatu saat, Ayahku di pindah tugaskan ke kota yang sangat jauh dengan kota yang sedang kutempati sekarang ini. Aku sangat sedih karena akan berpisah dengan sahabat-sahabatku, terutama Reina dan Salsa. Saat aku memberitahukan hal ini kepada Reina, ia sangat sedih dan ia juga mengatakan bahwa ia akan sangat merindukanku nantinya.

Hari ini adalah hari terakhirku berada di sekolah ini. Besok aku akan pergi dan meninggalkan semua kenanganku bersama Salsa dan Reina. Aku menatap foto Salsa yang kusimpan di dalam dompetku.
“Salsa, andaikan kamu tahu, aku sangat rindu bermain bersamamu, belajar bersamamu, dan bercanda tawa lagi denganmu seperti yang dulu… tapi, sekarang semuanya telah terlambat. Besok aku akan pergi untuk selama lamanya dan tak akan pernah bertemu lagi denganmu. Terima kasih untuk semua pengalaman yang sudah pernah kita lalui bersama. Semua kenangan pengalaman itu akan selalu kukenang di dalam hatiku, dan sekali lagi aku minta maaf kalau aku memang bersalah terhadap kamu. Aku akan sangat merindukan sosokmu yang dulu Salsa…” Ungkap ku sambil menitikkan air mata.
Tanpa disadari, sedari tadi Salsa sedang mengintip Tania dari belakang pintu dan mendengar semua ungkapan-ungakapan yang dikatakan oleh Tania. Hatinya pun sangat tersentak mendengarnya, ia pun bingung
“Apa maksudnya Tania berbicara seperti itu, memangnya besok ia akan pergi kemana” Tanyanya dalam hati.

Akhirnya, setelah Tania keluar dari kelas, Salsa pun mengendap-ngendap masuk ke kelas dan membuka tas milik Tania. Ia sangat penasaran dengan perkataan Tania tadi, dan ia pun mendapati sebuah buku diary yang ada di dalam tas Tania. Didalamnya, penuh dengan tulisan yang sangat mengejutkan hati Salsa.

Isi diary itu adalah:

~4 Februari 2013
: Dear Diaryku, Aku sangat merindukanmu Salsa, tolong kamu jangan ninggalin aku yah!
~15 Februari 2013
: Dear Diaryku, sampai saat ini, aku dan dia masih sangat berjauhan, tapi aku akan tetap sabar menantikanmu sobat. ^_^
~28 Februari 2013
: Dear Diaryku, tak terasa sudah hampir satu bulan aku bermusuhan dengannya, ya tuhan aku masih belum mau berpisah dengannya
~ 5 Maret 2013
: Dear Diaryku, Aku nggak boleh menyerah!, aku harus tetap tegar untuk menantinya… and thanks to Reina yang selalu mendampingiku dalam suka maupun duka…
~19 Maret 2013
: Dear Diaryku, Hari ini adalah hari ulang tahunku, aku hanya minta Salsa untuk kembali bersamaku seperti yang dulu, Salsa kamu kemana”
Saat Salsa akan membuka halaman selanjutnya, tiba-tiba ia mendengar ada seseorang yang ingin masuk ke dalam kelas.D engan sigap ia mengembalikan buku diary Tania ke dalam tasnya kembali, dan bergegas untuk pergi meninggalkan kelas. Pada saat perjalanan pulang, Salsa masih tidak percaya dengan apa yang ia baca dalam buku diary Tania. “Ternyata, Selama ini Tania sangat memperhatikanku dan menginginkanku kembali lagi bersamanya, tapi…” Cetus Salsa di dalam hatinya dan perkataannya pun terpotong seketika Lyn mulai curiga dengan sikapnya yang sedari tadi hanya bengong dan bengong.
“Hei! Kamu kenapa Kok bengong sih” Tanya Lyn.
“Ngg.. ngga.. nggak kok, aku nggak papa.” Jawab Salsa.
“Mmmm, jangan jangan Salsa mulai rindu dengan Tania, ini nggak boleh aku biarin!!!” Cetus Lyn dalam hati.

KEESOKAN HARINYA…
“Reina, aku akan sangat merindukanmu… makasih atas semua kebaikanmu selama ini, aku janji aku takkan pernah melupakan dirimu, sahabatku… maaf kalau selama ini aku banyak salah sama kamu…” bisik Tania pada saat di Bandara. Reina memang sengaja izin untuk tidak pergi ke sekolah, hanya untuk menemani detik-detik keberangkatanku menuju tempat tinggal baruku nantinya.
“Aku juga akan sangat merindukanmu Tania, aku juga minta maaf bila aku punya banyak kesalahan denganmu, sekali lagi aku minta maaf yah…” jawab Reina yang sedari tadi tidak ingin melepaskan genggaman tangannya denganku.

SEMENTARA ITU DI SEKOLAH…
Brakk… Salsa membuka pintu lokernya dan tiba tiba selembar kertas jatuh dari dalam lokernya. Ia pun membaca tulisan di dalamnya…

To: Salsa
From: Tania
“Aku minta maaf kalau aku sudah menyakiti hatimu, Salsa.Aku janji, aku tak akan pernah lagi mengganggumu dengan Lyn, aku sudah ikhlas kalau kamu tidak akan mau lagi berteman denganku…
Aku hanya ingin kamu mengerti dengan perasaanku saat ini, aku yakin saat kau membaca surat ini, aku sudah ada di Bandara.Kamu tak perlu tau aku akan pergi kemana, pasti, kamu sekarang tengah bahagia karena aku akan pergi untuk selama-lamanya dan aku tak akan pernah menggangumu lagi dengan lyn.
Semua kenangan yang telah kita lalui pasti akan kukenang di dalam hatiku. Dan aku mohon agar kamu tidak akan pernah melupakan diriku karena akupun begitu… T’rima kasih atas semua kebaikan yang telah kamu berikan padaku, aku sungguh merindukan dirimu yang dulu sahabatku… Saat dimana kita masih bersama-sama dalam suka maupun duka, saat kita berdua belajar bersama, bermain bersama, Aku takkan pernah melupakan semua itu sobat. Tidak akan pernah mungkin kulupakan.
Apa kau ingat dengan janji yang kita buat dulu Saat itu kau bilang tidak akan pernah mengingkariku, tapi kenapa sekarang kamu malah berpaling dariku. Aku tak pernah bermaksud berniat jahat kepadamu. Aku hanya tidak ingin kau terperangkap dalam jebakan Lyn selama ini, karena aku tahu sebenarnya Lyn sangat membenciku, karena sewaktu aku masih kelas 6 SD, aku tidak mau memberikannya contekan pada saat Ujian Akhir Semester karena itu, nilainya anjlok dan hampir tidak naik kelas. Sejak saat itu, Lyn bertekad untuk membuatku menderita. Setiap ada orang yang dekat denganku, pasti ia akan merebutnya dariku. Aku takut, nasibmu akan sama sepertiku nanti. Hanya itu yang dapat kuberitahukan kepadamu, semoga kita akan bertemu suatu saat nanti, entah kapan dan dimana, dan jujur aku sangat merindukanmu Salsa…

Salsa pun menangis dengan tak henti-hentinya, ia baru sadar bahwa selama ini, pengorbanan dan penantian seorang sahabatnya begitu besar kepadanya.
“Tania!!! Jangan ninggalin aku!!!”
Salsa pun pergi untuk mengambil tasnya di kelas dan pergi ke Bandara untuk meminta maaf kepada Sahabatnya, Tania. Sesampainya di Bandara, ia bertemu dengan Reina yang terlihat sedih dan duduk di bangku Bandara.
“Rein, Tania mana” Tanya Salsa dengan gelisah.
“Kamu sudah terlambat Salsa, ia sudah pergi, sekarang kamu sudah senang kan” Jawab Reina dan pergi meninggalkan Salsa.
Air mata Salsa sudah tidak dapat terbendung lagi, ia terus menangis dan menangis mendengar kepergian Tania.
“Maaf Tan, aku sudah mengingkari janji yang telah kita buat dulu… aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini, Maaf Tania…”

5 TAHUN KEMUDIAN
“Oh tidak, pasti aku sudah terlambat ke kelas Mrs.Elma, aduh gawat nih…” Resah Tania yang sedang menatap jam tangannya. Tiba tiba tanpa sengaja… “Brakkk!!!” Buku-buku yang tengah Tania bawa, jatuh berhamburan di depannya, dan akhirnya ia sadar telah menabrak seseorang.
“Maaf-maaf aku nggak sengaja.” Kata seseorang yang berada didepan Tania.
“Nggak papa, aku yang salah kok…,” Jawab Tania.
“Tunggu sebentar kayaknya aku kenal suara itu, jangan-jangan” pikir Tania di dalam hati.
“Salsa!!!”, “Tania!!!” Jawab mereka berdua hampir bersamaan.
Ternyata gadis yang Tania tatap adalah seseorang yang selama ini sangat ia rindukan, Salsa. Sejak kejadian itu, mereka berdua akhirnya menjadi sahabat sejati yang tidak akan terpisahkan untuk kedua kalinya, dan mereka berdua juga berjanji bahwa mereka tidak akan pernah berpaling satu sama lain seperti yang dulu…

*TAMAT*

Cerpen Karangan: Shana Fitri Raihani
Facebook: Shana Fitri Raihani

Nama: Shana Fitri Raihani
Nama Panggilan: Shana/Fifi
TTL: Watansoppeng, 19 maret 2000
Alamat: Jln. Lompo No.83 Watansoppeng
Agama: Islam
Jenis Kelamin: Perempuan
Sekolah: SMPN 1 WATANSOPPENG
Kelas: VII.9
Hobby: Menggambar, Menulis,Membaca, dan Bersepeda
Facebook: Shana Fitri Raihani
Twitter: @Shana_fitri

Nice to meet you!!! ^_^

Cerpen My Friendship merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Belajar Dari Semut Yang Kecil

Oleh:
Namaku adalah Azmia, aku memang masih kecil tetapi aku peduli akan keadaan alam yang begitu indahnya ini. Waktu itu, aku sedang bermain bersama temanku yang sering memberitahukan kepadaku apa

45 Derajat Senyummu Merubah Arah Kompasku

Oleh:
Pada saat itu hari sabtu Sepulang sekolah, aku merencanakan mengajak sacna, andika untuk berkemah di gunung manglayang, jelas mereka pun mau karena kami bertiga memiliki hobi yang sama, kami

Kejutan Untuk Sahabat Kami

Oleh:
Di hari yang cerah dan menyenangkan, tepat pada jam 11 siang tentunya aku sudah berada di sekolah, mengikuti kegiatan belajar seperti hari-hari yang biasanya. Kegiatan belajar mengajar (KBM) telah

Si Katak Tuli

Oleh:
Pada suatu hari ada segerombolan katak-katak kecil yang menggelar lomba lari. Tujuannya adalah menaiki sebuah puncak menara yang sangat tinggi. Penonton berkumpul bersama mengelilingi menara untuk menyaksikan perlombaan dan

Penyesalan Nara (Part 2)

Oleh:
Sudah hampir seminggu anaknya Rayan, Danar dan bibinya menginap di rumahku karena Rayan harus tugas keluar pulau selama dua minggu. Aku sebenarnya yang menawarkan diri untuk menjaga mereka, kasihan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *