Nadtan Forever

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 9 November 2016

Pada hari minggu pagi, Nadrah sedang berjalan-jalan keliling kompleks rumahnya menggunakan sepedanya. Nadrah berhenti di depan rumah yang dulu kosong itu. Sekarang rumah itu berpenghuni. “Siapa ya, yang menempati rumah ini?,” gumam Nadrah. Tiba-tiba, ada yang menepuk pundaknya. “Hai, ngapain kamu di depan rumahku,” tanya seorang anak perempuan berhijab yang sebaya dengan Nadrah. “Hai, ini rumah barumu, ya? Oh ya, perkenalkan namaku Anisah Nadrah Bilqis, sering dipanggil Nadrah,” ujar Nadrah sambil memperkenalkan dirinya pada anak itu. “Iya ini rumah baruku. Namaku Intan Putri Balqis, sering dipanggil Intan,” kata anak itu yang bernama Intan. “Oh ya, masuk ke rumahku, yuk…” tawar Intan. “Boleh,” ujar Nadrah.

Nadrah memarkir sepedanya dan masuk ke rumah Intan. “Assalamu’alaikum,” salam Intan dan Nadrah. “Wa’alaikum salam, eh Intan rupanya, ini siapa, ya…” ujar seorang wanita yang berusia 30an. “Ini, bunda, teman baruku. Namanya Nadrah,” ujar Intan. “Halo, tante,” sapa Nadrah. “Halo, Nadrah…” balas bunda Intan. “Tante masuk dulu, ya soalnya banyak kerjaan” pamit bunda Intan. “Iya” ujar Nadrah.

Bunda Intan pun segera masuk ke dapur. Mereka duduk di ruang tamu, mereka mengobrol seru sekali. “Intan, kamu sekolah dimana?” tanya Nadrah. “Mi (madrasah ibtidaiyah) Muhammadiyah kelas 5,” jelas Intan. “Wah sama, dong dengan aku. Besok hari pertama masuk sekolah, kan? besok duduk berdua, yuk…” celetuk Nadrah. Intan mengangguk.

“Ini, ada sedikit camilan, maaf cuma bisa kasih ini tante” ujar Bunda Intan sambil meletakkan 2 gelas es teh dan beberapa camilan dimeja ruang tamu. “Aduh tante, tak usah repot-repot. Makasih, ya tante, jadi tak enak nih” ujar Nadrah. “Iya, makasih ya bunda,” ujar Intan. Bunda Intan mengangguk lalu pergi ke dapur lagi.

“Intan, mau tak kamu jadi sahabatku? soalnya aku belum punya sahabat?” tanya Nadrah sambil meneguk es tehnya. “Mau banget dong… tapi, nama persahabatan kita apa?” jawab dan tanya Intan. Mereka sibuk berpikir.

Selang berapa menit…
“Aku tahu!” seru Nadrah.
“Apa!?,” tanya Intan sambil memakan biskuit rasa stroberi.
“Gimana kalau namanya ‘NADTAN FOREVER’. Itu singkatan dari nama kita, setuju tak?!,” Jelas Nadrah panjang Lebar.
“Setuju!”, seru Intan agak kencang.
“Eh dan pukul 11:00,” gumam Nadrah.
“Aku pulang dulu, ya… assalamu’alaikum” pamit Nadrah.

Senin, 18 07 2016.
Jam pertama pelajaran.
“Anak anak, kita kedatangan murid baru. Siapa yang sudah kenal?” ujar ustadzah Fitri.
Hanya Nadrah yang mengangkat tangan dari 20 siswa. “Hmmm banyak yang belum kenal. Kamu maju, nak” ujar Ustadzah Fitri. Anak baru itu maju dan memperkenalkan diri.
“Assalamu’alaikum” salam murid itu.
“Wa’alaikum salam!” koor semua murid kelas 5.
Perkenalkan namaku Intan Putri Balqis, saya tinggal di bla bla bla” ternyata anak baru itu Intan.
“Ok, kamu duduk di samping Nadrah” ujar Ustadzah Fitri.
Intan pun menuruti perintah wali kelasnnya.

Jam Istirahat.
Di kantin sekolah.
“Intan, makasih, ya kamu mau jadi sahabatku” ujar Nadrah sambil menyuapkan mie ayam kemulutnya.
“Iya, sama-sama, aku juga belum punya sahabat, makanya aku mau jadi sahabatmu” jelas Intan sambil menyeruput pop ice rasa stroberi miliknya.
“NADTAN FOREVER tak akan terpisahkan,” seru mereka berdua dengan Serempak.
“Hahahahahaha” mereka pun tertawa bahagia bersama.

TAMAT

Cerpen Karangan: Alyaniza Nur Adelawina
Facebook: alya aniza

Cerpen Nadtan Forever merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Happy Birthday Dava

Oleh:
Dava dan Bundanya sedang berbelanja untuk persiapan ulang tahun Dava yang ke 14, besok sebuah pesta besar-besaran telah disiapkan oleh Ayah Dava yang seorang konglomerat. Kebetulan Butik tempat mereka

Gila (Part 1)

Oleh:
Ray menatap sendu ke suatu arah. Melihat sesuatu yang sulit diterima oleh matanya. Dimana keberadaannya itu ada seorang gadis dan pria sedang bersendau gurau. Gadis itu sesekali mengangguk-nganggukan kepala

Kisah Monyet Menjadi Raja

Oleh:
Pada hari itu, penghuni hutan sedang bersedih. Karena mereka telah kehilangan sang pemimpin raja Singa. Sang raja Singa mati karena dibunuh oleh pemburu, Mereka pun segera bermusyawarah tentang siapakah

Gifts For Gladys

Oleh:
Namanya Gladys Cindya Zafira. Gadis perempuan berumur 10 tahun, yang “tidak” mempunyai hobi. Bakatnya pun, belum terlihat. Satu-satunya yang dia benci, adalah MENULIS. Yap, MENULIS. Mau menulis apa saja,

Suara Apa Itu?

Oleh:
Suasana malam itu sangat mencekam. Aku dan ibuku sedang duduk santai di teras rumah. Angin bertiup sepoi sepoi, ditemani sinar sang rembulan. Tiba-tiba, aku mendengar suara aneh, seperti suara

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *