Namanya Juga Sahabat

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Persahabatan, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 11 February 2015

Velinia Azahra itulah namaku, aku adalah siswi kelas 8 SMP. Kata teman temanku aku itu cewek yang heboh, cerewet, agak bawel, riweuh tapi baik hehe.

Suatu hari di taman sekolah.
“temen-temen aku mau curhat nih” kata Mikha padaku dan teman-teman yang lain
“curhat apa Mik?” tanyaku
“sebenernya aku tuh suka sama Brian” jawab Mikha
“hah kamu suka sama Brian? Cie cie” ledek ku dan teman-teman
“ssttt jangan berisik” kata Mikha
“hehe sorry deh” kataku
Yaps Mikha adalah sahabatku dari kelas 7 SMP, kami saling kenal saat latihan paskibra. Mikha itu cewe yang cantik, periang, baik, dan lucu. Pokonya perfect lah. Aku masih memikirkan ucap sahabatku tadi, mengapa dia bisa suka ya sama Brian? Ya mungkin dia lihat dari fisiknya. Brian itu memang cowok yang ganteng, kece, baik, kreatif dan pinter.

Oh ya aku mempunyai banyak sahabat termasuk Mikha aku sebutin satu-satu ya. Ada catty ya dia itu cewek yang cantik, baik, pinter dan enak diajak curhat. Ada lena dia cewek yang cantik, baik, pinter, tinggi. Ada Sandra dia itu cewek yang baik, pinter, lucu. Ada lagi intan dia itu cewek yang agak tomboy lah hehe.

Bel masuk pun tiba, aku gak konsen ngikutin pelajaran sejarah, biasanya sih konsen ya gimana enggak udah jam terakhir pelajarannya bikin ngantuk lagi. Aku yang duduk paling pojok sama sekali gak memperhatikan penjelasan bu guru. Aku malah asyik memperhatikan lapangan sekolah yang basah diguyur hujan.
“Vel kamu ngapain sih dari tadi ngelamun terus?” Tanya Mikha padaku,
“Vel kamu dengerin aku gak sih?” Tanya Mikha lagi sambil menepuk pundakku.
“oh ya apaan Mik?” jawabku dengan kagetnya
“ya ampun Vel berarti dari tadi kamu gak dengerin aku dong?” cerocos Mikha
“aduh sorry deh Mik”
“iya, eh emang kamu lagi mikiran apaan sih?” Tanya Mikha
“gak kok lagi liat lapangan aja hehe.”
“ya sudahlah ayo kita pulang sudah bel tau.”
“Oh ya? Ayo hehe.”

Aku yang dari tadi melamun sampai-sampai bel sekolah berbunyi saja tidak mendengar hehe. “kamu mau pulang kan? bareng yuk” kata Brian kepada Mikha. Mikha kaget banget saat tau bahwa yang mengajaknya pulang itu Brian. Mikha celingak celinguk karena dia gak mau ge-er duluan.
“heh aku ngajak ngomong kamu Mikha!!”
“udahlah Mik kamu pulang bareng aja sono sama Brian.” Ujarku
“iya sih udah sana pulang sama Brian kapan lagi sih kamu bisa pulang sama pujaan hati kamu *eh keceplosan” ujar catty.
“ih apa sih? entar kalian gimana?” kata mikha yang dari tadi keliatan salting banget.
“kita gampang Mik, udah kamu pulang aja sono sama Brian.” Kataku.
Akhirnya Mikha pulang bareng Brian.

Singkat cerita-
Beberapa minggu kemudian Brian sama Mikha tambah deket. Dan akhirnya mereka jadian deh. Aku ikut senang karena sahabatku itu bisa dapetin pujaan hatinya.
“Mik aku ikut seneng ya, longlast deh sma Brian.” Kataku
“iya Vel makasih ya”

Semenjak mereka berdua jadian, Mikha jadi susah dihubungin. Kerjanya pergi sama Brian terus. Berangkat bareng, pulang bareng, ke kantin bareng, pokoknya kemana-mana bareng terus lah. Aku sama temen-temen yang lain jadi sedih dan sebel karena ngerasa dilupain sama Mikha. Tapi aku maklum kok, aku harus bisa ngerti dong kebahagiaan sahabatku karena ngedapetin pujaan hatinya.

Persahabatan kami semakin renggang, ya mungkin gara-gara pacar. Mungkin Mikha sadar udah ngejauh dari kita dan kita juga udah ngejauh dari dia. Aku dan mikha sering cekcok di sms. Begitu juga teman-teman yang lain. Tapi Mikha gak merasa seperti itu, disitu kami sempet berantem deh. Sampe-sampe di sekolah pun diem-dieman.
Hingga akhirnya aku dan teman-teman yang lain pun gak tahan sama semua ini, mungkin Mikha juga merasa seperti itu. Dan akhirnya aku meminta maaf duluan.
“Mik aku mohon aku cape kaya gini terus, masa cuma gara-gara cowok doang persahabatan kita hancur, aku gak mau kaya gitu terus, ya udah sekarang aku minta maaf sama kamu kalo aku ngerasa kamu udah ngelupain kita. Aku minta maaf.” Begitulah kataku lewat sms. Mikha pun membalas sms ku
“iya vel aku juga minta maaf kalo aku udah lupain kalian, aku udah mentingin pacar dari pada sahabat, sekarang aku sadar kalo sahabat itu lebih penting daripada pacar, dan lebih bisa ngertiin kita waktu seneng atau sedih. Sekali lagi aku juga minta maaf ya.” Begitu laha balasan sms ku dari Mikha.
“iya Mik namanya juga sahabat kita bisa ngerti kok.” Jawab ku lagi
“iya aku janji deh gak akan kaya gitu lagi. Maafin aku ya teman-teman.” Jawab mikha
Semenjak dari itu kami di sekolah udah gak diem-dieman lagi udah seperti biasanya. akhirnya kami bersahabat terus.

Selesai

Cerpen Karangan: Tri Dyah Herlina
Facebook: Http://facebook.com/tridyahherlina

Cerpen Namanya Juga Sahabat merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Keegoisan Penghancur Persahabatan

Oleh:
“Ku tak ingin kehilangan sahabat sepertimu,” ucap Hani. “Aku juga tak ingin kehilanganmu.” balas Nina. Hani dan Nina memang telah bersahabat sejak 3 tahun yang lalu, mereka sangat dekat

Sekolah Berkokok

Oleh:
“Bangun, bangun! Sudah siang” ayahku membangunkan aku. Dengan berat aku berusaha untuk bangun meski aku masih ngantuk Aku pergi ke mesjid untuk melaksanakan sholat subuh. Setelah aku selesai sholat

Mutiara Air Mata

Oleh:
“Hidup bukan untuk disia-siakan. Hidup itu untuk diperjuangkan. Sesulit apa pun Tuhan memberikan ujian, maka jalanilah dengan tegar. Jika kamu sudah tidak mampu, maka berdoalah dan minta pertolongan pada

Pelajar Bego

Oleh:
Hidup ini bagaikan air sungai yang mengalir. Kita mengikuti aliran sungai, menabrak batu sungai, dan akhirnya sampai ke muara dan bergabung dengan air-air sebelumnya. Cinta itu dari mata turun

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *