Negeri Berlian

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Fantasi (Fiksi), Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 9 January 2016

Ini hari ulang tahunku dan aku mengajak ketiga sahabatku Azza, Radita, dan Naila kita sudah berteman lama saat ulang tahunku sudah selesai kita buka kado bareng-bareng. Walaupun aku yang ulang tahun tapi mereka juga ikut seneng. Aku dapet boneka dan lain lain.

“Kasih aku satu dong tan….” kata Azza memohon.
“ya deh.. nih.” sambil menyodorkan boneka kecil hehehe.
“kecil banget.”
“Hahaha…” kita semua ketawa bareng-bareng.

Tiba-tiba bel berbunyi, “ting, tong, ting, tong,” aku pun membukanya ku lihat tak ada orang hanya ada sebuah kado. Aku ambil lalu aku bawa ke kamar.
“apa tuh tan? dari siapa?” tanya Naila.
“gak tahu tadi ditaruh di teras depan gak tahu siapa yang ngasih.”
“Coba buka!” kata Radita saat aku buka ternyata sebuah cermin ketika kita berempat melihat tiba-tiba kita tersedot masuk ke dalam.

Kaget bukan kepalang kita melihat negeri berlian yang sangat bercahaya. Lalu datang si prajurit berlian membawa kami ke kerajaannya. Kami pun bertemu dengan ratu dari kerajaannya.
“kalian ku bawa ke sini karena aku ingin meminta tolong pada kalian menemukan sebuah berlian yang hilang. Berlian itu sangat berharga karena hanya satu di dunia.” penjelasannya panjang lebar.

“apa bentuknya? Warnanya apa?” Kata Naila. “berbentuk hati dengan warna merah” kata sang ratu.
“mengapa harus kita bukankah masih banyak orang yang kuat di luar sana?”
“hanya kalianlah yang setia pada sahabat”
“Baiklah!” Kata kita berempat. Ratu memberikan kekuatan dan peta untuk ke sana.

Saat sampai di tempat yang ditunjukkan peta. Kami menemukan gunung tinggi sekali di sana ada tulisan, “ambil yang perlu jangan berlebihan!” saat kita masuk tak ada satu pun berlian hanya ada naga yang tertidur. “sstt.. pelan-pelan nanti naganya bangun!” kata Radita.
“ya sudah tahu kale…” kata Naila tiba-tiba Naila menginjak berlian kecil yang licin sehingga ia terjatuh.

“Gubrakkk!!”
Naga pun bangun.
“huwaaaaa!!”
“lari!!!” Kata kita bersamaan.

Karena sudah kelelahan dikejar plus dikasih bola api. Azza mengeluarkan entah bola apa dari dalam kantongnya dilempar aja pokoknya. Akhirnya yang muncul hanya asap.
“cepat kita cari di mana berliannya!” Kataku, kita naik tangga tinggi sekali. Akhirnya sampai di puncaknya. Kita melihat berlian banyak sekali lalu aku berteriak. “berliannya ada di sini!!!”

Kami melihat berlian yang berbentuk hati berwarna merah. Kita mengambilnya lalu kita turun hingga ke bawah. Sebelum sampai di lantai paling bawah untuk pulang kita ngintip dulu masih ada gak tuh naga. Eh ternyata dia masih tidur kata Naila, “heh naga kok suka tidur?”
“hahahha!!” kata Azza. “ssstttt…” kata Naila.

Akhirnya kita mengembalikkan berlian itu pada sang ratu. Dan ia memberikan cincin yang indah sebagai penghargaan untuk kita berempat. Tiba-tiba kita bangun dan melihat kita tidur di kamarku hingga jam 10 malam. “loh kok kita ada di sini? kalau mimpi kok aku pakai cincinnya ya aneh?” Kita berempat pun berpikiran sama. Akhirnya mereka pun pulang ke rumahnya masing-masing.

Tamat

Cerpen Karangan: Intan Ayu
Halo kawan-kawan namaku Intan. Nama panjangku Intan Ayu Nur Azizah aku masih kelas 5 SD ini cerita pertamaku loh. Jadi kalau ada kekurangan maaf ya.

Cerpen Negeri Berlian merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Lucinda dan Jonathan

Oleh:
Pada saat pergi ke Louiseville, Lucinda mengajak Jonathan untuk melakukan pertandingan bowling. Dengan wajah yang licik, Lucinda melakukan gerakan mematikan untuk menjatuhkan beberapa sasaran hingga jatuh semua. Jonathan yang

Tahun Baru Untuk Helen

Oleh:
Cinta itu aneh, kadang orang yang kita cintai tak mencintai kita dan orang yang mencintai kita tak kita cintai. namun, di balik semua itu hanya satu kata yang tepat

Cinta Lain Kali (Part 1)

Oleh:
Ku pencet LED watch warna biru tua yang melingkar di tangan kiriku, ternyata waktu telah menunjukkan pukul 06.45, artinya hanya ada waktu 15 menit untuk pergi ke sekolah. Bagaimana

Tragedi 101

Oleh:
Di ruangan 4×4 M yang bergaya vintage, terlihat seorang gadis indigo berambut sebahu Sedang duduk termenung di sebuah sofa merah yang mengarah langsung ke jalan yang menjadi Pusat kota

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *