Nggak Bisa Main Uno

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 30 August 2013

“Jadi gak Sop?” tanya Entin
“Jadi apa? Main uno di foodcourt bareng Rio?”
“Bukan main bareng Sop, tapi aku disuruh ngajarin Rio main uno”
“Apaaa?! Gak bisa main uno?” tawa Sofia langsung meledak melihat pesan yang dikirim oleh Entin, yang benar aja, hari gini masih gak bisa main uno? Norak banget sih lo?o” #ups
“Iyaa Sop norak banget ya -_-o” balas Entin.
“Oke deh” Tawa Sofia mulai pecah lagi, Rio, Rio.
“Ngetwit dulu deh” Sofia membuka akun twitternya dan mulai membuat tweet.
@SofiaOktadilah_ Hari gini gak bisa main uno? Apa kata dunia?! Hahahaha *Ketawapecah*
@nrlzzh_ @SofiaOktadilah_ yaelah maklum aja deh Sop -_-
@SofiaOktadilah_ @nrlzzh_ *upss maaf Ntin 😀
@SofiaOktadilah_ @FayFairuz Rus ikut gak, main uno plus nonton di bioskop?
@FayFairuz @SofiaOktadilah_ boleh sama siapa aja Sop?
@SofiaOktadilah_ @FayFairuz bareng kita kita dong sekalian ngajarin yang gak bisa main uno senggol @nrlzzh_ 😀
@FayFairuz @SofiaOktadilah_ @nrlzzh_ gak bisa main uno?
@SofiaOktadilah_ @FayFairuz bukan @nrlzzh_ tapi @boir__
@FayFairuz @SofiaOktadilah_ ooh ntar perginya jam berapa?
@SofiaOktadilah_ @FayFairuz jam 11 aja deh nunggu mallnya buka juga kan?
@FayFairuz @SofiaOktadilah_ oke
Sambil tertawa Sofia pun bergegas mengganti baju dan bersiap-siap untuk pergi dari rumah.

@FayFairuz @SofiaOktadilah_ udah di mana? Aku sama @aphiend_tutu udah di depannya Matos nih
@SofiaOktadilah_ @FayFairuz @aphiend_tutu bentar lagi di jalan
Sofia makin mempercepat langkahnya, gadis mungil ini memakai baju kotak-kotak berwarna cream yang lengannya dilipat sampai siku, dipadu dengan celana jeans hitam dan di bahunya tertera tas Domo yang lagi ngetren saat ini, plus jilbab hitam menghiasi kepalanya.

Sofia menaiki tangga penghubung antara Mall MX dan Mall Matos (Malang Town Square), gadis yang suka makanan manis ini telah melihat kedua temanya berdiri tidak jauh dari tangga yang dinaikinya.
“Heeii” Sofia menyapa duluan.
“Haii” balas Fairuz
“Entin mana?” tanya Sofia lagi
“Belum datang Sop, katanya nunggu Tantenya dandan dulu” jawab Afin.
“Yang datang itu Tantenya apa Entinnya?” tanya Sofia bete.
“Udahlah, masuk yuk, kita ke Foodcourtnya aja” ajak Fairuz

Sofia berjalan di samping Afin, sambil mengamati pemandangan berupa kios-kios yang ada di sekelilingnya. Ada yang sibuk menjajakan barangnya, ada yang sibuk memilih juga ada yang sibuk membayar barang yang mereka pilih. Tanpa sadar Sofia pun melihat ke bawah. Memperhatikan lantai yang tak begitu bersih, melihat sepatu Merk Cross warna coklat muda dipadu kuning kecoklatan yang Sofia kenakan saat ini.
“Hei sepatu kita sama, tapi beda warna” seru Sofia.
“Eh, iya ya, kita sehati dong” kata Afin
Fairuz hanya diam dan tersenyum.

Sesampainya di foodcourt.
“Duduk dimana?” tanya Fairuz
“Disini aja deh, biar kalo Entin datang bisa dilihat” jawab Sofia
Afin hanya diam duduk sambil memegang handphonenya. Sofia juga gak mau kalah saing dong. Gengsi bok batin Sofia.

Dalam sekejap semua sibuk dengan handphonenya masing-masing. Sofia hanya diam menatap lurus-lurus tapi entah siapa tatapan itu diberikannya. Mulutnya gatal pengen bicara, tapi apa yang harus dibicarakan? Tidak ada topik yang bagus. Sofia mendesah bete.
“Entin masih lama?” tanya Sofia
“Katanya sih bentar lagi, sms aja Sop” saran Fairuz
“Oke bentar” Sofia langsung mengambil blackberrynya di tas *pamer sedikit teman-teman :p* dan mulai mengertik pesan.
“Udah, tapi belum dibalas” laporku.
“Hm”
Dicuekin deh, batin Sofia. Kenapa juga Entin pake telat segala? Perjanjiannya kan jam 11! Gak disiplin banget -_-

1 detik
2 detik
3 detik
4 detik
5 detik

Sofia mulai tidak tahan dengan suasanya sepi senyap begini mulutnya sudah ingin memuntahkan berbagai kata, entah apapun itu.
“Ngomong yuk, bosen nih” Sofia menatap temannya yang masih cuek bebek itu.
“Ngomong apa Sop?” tanya Fairuz
“Apa kek gitu, yang penting jangan gini”
“Gimana kabar Aldo?” pancing Fairuz memulai pembicaraan.
“Yang lain dong, masa itu” sambil cemberut Sofia menatap layar handphone nya yang sama sekali tidak begetar.
“Itu yang menarik Sop” semangat Fairuz menggebu-gebu.
Afin hanya diam menyaksikan apa yang akan terjadi selanjutnya.
“Apanya yang menarik?” tukasku cepat
“Eh Entin datang, sembunyi, semua jangan liat ke Entin” Fairuz memberi komando.
“Mana Entin mana?” tanyaku heboh
“Udah deh Sop! Ikutin aja”

Entin tak sengaja melihat ketiga temannya yang berusaha menyembunyikan diri pada saat ia datang. Mulai deh nih anak tiga, batin Entin. Sofia yang tidak mengikuti perintah Fairuz pun melihat Entin yang sedang berjalan mendekati meja yang mereka duduki sekarang. Pada saat itulah baru Sofia ingin bersembunyi. Kalang kabut gadis ini menyembunyikan kepalanya.
“Heh! Udah ketauan kali!” bentak Entin yang tiba-tiba hadir
Sofia dan kedua temanya mengangkat kepala lalu melihat Entin, bungkam tak terdengar suara siapapun.
“Hahahaha” Fairuz tiba-tiba saja tertawa.
Sofia, Afin dan Entin bingung.
“Kenapa?” tanyaku
“Nggak lucu aja liat ekspresi muka Entin”
Sofia langsung melihat muka Entin. Bingung. Dimana lucunya?
Dan inilah keanehan yang dimiliki Fairuz, yang gak lucu juga bisa jadi bahan tertawa.
“Ntin lama banget sih datengnya, bosan nunggu atuh” Sofia langsung menumpahkan kekesalannya.
“Maaf Sop, tadi nunggu Tanteku dandan dulu”
“Jam berapa sekarang?” tanya Afin yang dari tadi hanya diam.
“Jam 12, udah siang makan yuk?” ajakku
“Kamu aja deh yang makan Sop kita tungguin gakpapa kok” Entin malah menyuruhku makan.
“Enggak ada yang nemenin gak seru ah” tolakku mentah-mentah
“Eh Sop penjem hpmu dong” pinta Entin
Sofia langsung memberikan hpknya ke Entin.
“Ntin pinjem hpmu juga ya” Sofia meminta izin setelah itu mengambil hp nganggur punyanya Entin di atas meja
“Iya”

Sekilas Sofia punya ide jahat *ketawasetan* membuka sms Entin sama Rio! Langsung saja Sofia membuka sms yang di beri password sama Entin, berhubung Sofia tau langsung aja deh. Fairuz langsung melihat apa yang dilakukan Sofia. Maklum mereka duduk berdekatan.
“Aku liat juga dong” kata Fairuz sambil setengah berbisik
“Jangan ribut-ribut” Sofia menahan senyum
Dua gadis ini mulai menaikkan dan menurunkan jempol mereka di layar handphone Entin untuk melihat pesan yang dikirimkan Rio ataupun Entin. Melihat kedua temannya asyik banget sama handphonenya itu Entin mulai curiga, buka apa sih mereka?
“Heh! Buka apa kalian?” tanya Entin. Mendadak Sofia menekan tombol back yang ada di hp Entin.
“Enggak kok Ntin Cuma liat sms aja” jawab Sofia polos
“Sofiaaa, jangan di kasih tau dong” teriak Fairuz kesal
“Sesama manusia kita tidak boleh membohongi satu sama lain dong Rus” jawab Sofia santai tanpa rasa bersalah
“Tapi gak gini caranya” jawab Fairuz masih bete
“Maaf deh yaaa” Mulai deh Sofia, batin Fairuz
“Hm”
“Ntin pinjem hpnya lagi yaa, janji gak bilang sama siapa-siapa” Sofia membentuk tangannya menjadi angka 2 maksdunya adalah peace
“Awas tuh kalian berdua” ancam Entin
“Iyaaa”
Sofia dan Fairuz pun melihat kembali isi pesan Rio-Entin, yang sumpah isinya romantis banget.

Isi pesannya:
Rio: lagi apa beb?
Entin: lagi nunggu tanteku beb
“Bab beb bab beb aja, kenapa gak sekalian bebek gitu” Sofia langsung nyocos aja, dia gak tau padahal Entin udah mau nyekek Sofia sampe mati.
Rio: mau kemana beb?
Entin: ke matos beb
“Hiyaaa ahahaha” tiba-tiba Fairuz ketawa sendiri
“Iiih kalian berdua, sini hpnya” Entin mulai esmosi eh salah ding emosi
“Iyaaa nggak lagi, kita maen game aja yuk Rus” ajak Sofia, sembil membuka fitur game
“Kamu aja sendiri Sop”
“Iya” Sofia mulai sibuk bermain.
“Punya kartu uno gak? Main yuk? Bioskopnya belum buka” ajak Fairuz
“Tadi sih mau beli, soalnya Rio pengen diajarin main uno, trus katanya gak jadi, ya udah aku gak jadi beli kartu unonya” cerita Entin panjang lebar
“Ya udah beli sekarang!” Sofia langsung bersemangat mendengar kata ‘kartu uno’ yang akan dimainkan. Soalnya di sekolah lagi ngetren main uno. Lagi-lagi gengsi harus berkobar tinggi-tinggi.
“Tapi belinya dimana Sop?” tanya Entin bingung
“Di daerah sini pasti ada Ntin” jawab Afin
“Temenin yuk Pin, kalian berdua disini aja”
Sofia dan Fairuz pun mengangguk.

1 menit terlewati.

“Beli dimana sih mereka? Lama banget” Sofia mulai bosan lagi dengan suasana seperti ini.
“Gak tau Sop, paling di sekitar sini, kita nyusul yuk” ajak Fairuz.
“Tapi hp aku sama Entin, ntar dia buka yang macam-macam lagi”
“Udahlah kita cari aja mereka”

Sofia tak berbicara lagi tapi hanya bangun dan berjalan di samping Fairuz. Lagi-lagi mereka berjalan melewati kios-kios, Entin dan Afin lewat. Kontan Fairuz langsung punya ide lagi buat ngerjain mereka.
“Eh Sop, kita ngerjain Entin sama Afin yuk” ajak Fairuz
“Apa?” tanyaku
“Kita jalan lewat dari sana tuh” tunjuk Fairuz “Trus kita kagetin mereka dari depan”
Menurut Sofia ide ini agak brillian ._.v
“Oke” Sofia hanya menyetujui dan mulai melakukan aksi ide yang agak brillian itu.
Tiba-tiba Entin dan Afin melihat ke arah Sofia dan Fairuz, yang langsung memunculkan ide di kepala Entin
“Gimana kalo kita ngerjain mereka berdua” tanya Entin
“Mereka siapa? Sofia sama Fairuz?” tanya Afin lagi
Entin mengangguk
“Nggak usah paling mereka yang ngerjain kita”
“Apaa?!”
Fairuz dan Sofia sudah siap di posisi mereka, tinggal tunggu Entin sama Afin aja nih.
“Itu mereka” Fairuz mulai melihat Entin dan Afin berjalan mendekati mereka
“Langsung sembunyi disini aja” Sofi alangsung bersembunyi di tempatnya dan Fairuz pun mengikuti.
“Dooorrr” teriak Fairuz dan Sofia bersamaan

Hening.

“Kok gak kaget? tanya Sofia, heran
“Udah tau kaleee” jawab Entin
“Pura-pura kaget kek” Fairuz menambahi
“Udah deh, langsung ke bioskop nya aja yuk dari pada ntar ngantri lagi” Afin langsung berjalan ke arah bioskop.
“Uang mana uang?” tanya Sofia sambil menagih uang pada teman-temannya
“Nih, kamu aja yang beli tiketnya” ketiga gadis ini memberikan uangnya pada Sofia, lalu berjalan ke pintu masuk bioskop.
“Kita mau nonton film apa nih?” tanya Sofia lagi
“Potong Bebek Angsa aja Sop, seru kan ada lucu-lucunya gitu” saran Fairuz
“Oke deh, duduk nya mau dimana?” tanya Sofia lagi sambil mengantri
“Paling atas” jawab Entin
“Sip”

Sofia langsung memesan tiket film Potong Bebek Angsa, lalu berjalan ke arah teman-temannya yang menunggu di dekat tangga.
“Langsung ke atas aja yuk, bentar lagi filmnya mulai” ajak Sofia

Sofia dan ketiga temannya mulai menaiki tangga red carpet itu. Dan mulai menunggu jam tayang film.
“Ulin kenapa gak ikut sih?” tanya Sofia
“Katanya dia sakit” jawab Entin
“Sakit apa?”
“Nggak tau”

Hening.

Ini yang paling di benci sama Sofia. Keadaan sepi sunyi dan senyap, mana semua pada sibuk sama handphonenya masing-masing, makin keki aja tuh Sofia telan sepi sunyi plus senyap. Sofia melihat jam berwarna ungu yang melingkar di tangannya. Sudah hampir jam setengah satu, pikir Sofia
“Eh kayaknya bentar lagi filmnya mau di mulai deh” kata Sofia pun memecah keheningan yang mirip seperti di kuburan.
“Langsung masuk yuk, tiketnya sama kamu kan Sop?” tanya Entin.
Sofia mengangguk.

Empat gadis ini berjalan menyusuri jalan, masih red carpet. Sampailah mereka di studio 4 yang menayangkan film Potong Bebek Angsa.

2 jam kemudian

“Filmnya lucu ya, menghibur” kata Sofia polos
“Iya” Entin menyetujui
“Kita kemana lagi sekarang?” tanya Fairuz
“Ke foodcourt aja main uno” Sofia kembali bersemangat
“Ayookk” Fairuz juga ikut-ikutan semangat

Keempat gadis ini beriringan berjalan ke arah foodcourt dan memilih tempat duduk yang nyaman. Entin mengeluarkan kartu unonya dari dalam tas, dan mulai menukar tukar kartunya agar semuanya teracak. Entin pun membagikan kartu itu ke teman-temannya yang sedang menunggu kartu itu.
“Siapa duluan nih?” tanya Sofia
“Mulai dari Entin trus urut ya” kata Fairuz
“Oke”

Keempat gadis ini pun mulai bermain saling bersaing dalam permainan. Dan tidak mau berhenti sampai belum ada yang kalah,

2 jam kemudian

“Eh udah jam lima nih” kata Sofia sambil melihat jam tangannya
“Apa pulang aja? Udah sore” jawab Entin
Sofia dan Afin mengangguk.
Sofia dan teman-temannya berpisah di pintu ke luat Matos, gadis ini langsung jalan ke arah tangga penghubung Mall MX dan Matos.

Cerpen Karangan: Sofia Oktadilah
Facebook: Sofia Oktadilah

Cerpen Nggak Bisa Main Uno merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Beginikah Keluarga?

Oleh:
Sulit untuk dipahami, bagaimana aku bisa menerima semua ini, bagaimana bisa aku harus memilih. Aku benar-benar gerah dengan semua ini, aku tidak tau harus mengungkapkan kata-kata apa. Kenapa? kenapa

Mencuri Puding

Oleh:
Hari ini, atau lebih tepatnya lagi tanggal 5 Maret, Papa berulang tahun. Mama menyiapkan puding untuk Papa yang akan pulang dari kantor jam 7 malam. Kulihat pudingnya sudah jadi.

Jangan Putus Asa Irma

Oleh:
Irma terduduk di sofa ruang tamunya. Ia murung belakangan ini. Dia baru-baru saja mengirim cerpen yang berjudul Sebuah Harapan. Penerbit menjanjikannya untuk menerbitkan 1 bulan kemudian. Tapi 1 bulan

Bertahan Hidup

Oleh:
Berpetualang memang menyenangkan, tapi sepertinya petualangan yang berbau kematian, sebaiknya dijauhkan saja, seperti cerita berikut ini. Cerita ini berkisahkan tentang 3 orang anak remaja yang tak sengaja memasuki hutan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *