One more

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Galau, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 19 March 2016

Apakah malam ini benar-benar dingin? Udaranya begitu menyengat. Entah mengapa, aku enggan masuk ke dalam rumah, lalu tidur. Hanya satu yang ingin aku lakukan untuk malam ini. Menatap satu bulan di sana, mungkin dia juga menatapnya. Itulah yang aku percaya untuk setiap malamku. Aku selalu berfikir, apakah besok dia akan pulang dan datang dalam acara seremeh ini? Levelnya begitu tinggi. Mana mungkin dia akan mengikuti acara serendah ini. Meski tidak bagi diriku dan yang lain.

Kenapa aku harus memikirkannya? Tiga bulan di luar kota. Mungkinkah dia mengingat teman-temannya yang hanya hidup di kota kecil? Kenapa aku harus memikirkannya? Bahkan yang lainnya sudah menganggapnya mati. Mungkin aku terlalu memberikan hati ini kepadanya. Meski dia tidak pernah menerimanya. Memang iya! Karena dia juga tidak pernah mengetahuinya. Hanya satu yang aku terima darinya. Bully-an bully-an itu. Ya. Memang hanya itu, satu-satunya hobi yang dia lakukan untukku.

Aku membencinya. Setelah satu tahun dia menjauhiku tanpa alasan. Tak ada satu kata darinya yang pantas dibicarakan kepadaku. Bahkan bully-an bullyan itu lagi. Pertemanan ini sudah hampir menjadi musuh. Bahkan sudah menjadi musuh. Aku hampir putus asa. Hanya karena ingin bertemu laki-laki seperti dia. Memang siapa dirinya? Aku sangat tidak pantas untuk merindukannya. Tapi aku selalu berkhayal tentang hari esok. Akankah aku bisa mendapatkan satu cakap pembicaraan darinya. Mungkin hanya, “Apa kabar?” itu jauh lebih baik untuk bisa ku dapatkan.

Mataku berkeliling. Mencari satu bulan yang selalu ku bayangkan setiap malam. Satu bulan yang selalu ku tatap karena aku yakin dia juga menatapnya. 30 menit kemudian. Seperti sebuah rahasia terbesar. Aku melihatnya dengan jelas sore ini. Satu bulan di hadapanku. Atau memang dunia ini yang begitu sempit. Tak ada dugaan bagiku, laki-laki itu hadir dalam acara seperti ini. Aku mengambil kue untuk menahan lapar. Aku melihatnya, dia melirikku sebentar. Namun sangat sulit untuk dipercaya. Wajahnya seperti tak mengenalku sama sekali. Dia mengacuhkanku. Aku memilih pergi dari tempat ini. Namun langkahku tertahan. Aku mendengar seseorang berbicara kepadaku.

“Apa kabar?” Aku mencoba berbalik. Laki-laki itu? Apa benar dia yang berbicara denganku.
Senyumnya sangat manis dan dia mengulanginya lagi, “Apa baik?”
“Baik.”
“Ternyata kau masih hidup?”
Hah? Satu bully-an lagi darinya. Itu yang selalu ku ingat. Mungki dia terlalu asyik dengan hobinya yang satu ini. Dan tak pernah menyadari bahwa aku mencintainya.

Cerpen Karangan: Anjar Desynta Arum
Facebook: Anjar Desynta Arum

Cerpen One more merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


My Diary and My friend

Oleh:
Hari ini pikiranku jenuh. Terbayang bayang perkataan Morie tadi pagi. “ahhahahaha… Tas apaan tuh? Jelek!” “hiks.. Hiks!” aku memilih diam supaya tidak diganggu. Ugh…! Aku sungguh kesaaaal..! Kucurahkan isi

Jauh Lebih Dekat (Part 1)

Oleh:
Sahabat? Apa itu sahabat?. “Astrid ayo ke kantin, nulis mulu lu, udah waktunya istirahat nih” menarik tangan astrid dan berjalan keluar “iya bentar azam” menutup buku dan memasukkan buku

Gara-Gara Caraka

Oleh:
“Raka…!!!” teriak Bu Ely (guru Bahasa Indonesia). Seisi kelaspun terdiam, mengalihkan padangannya ke Caraka. Bu ely menghapiri bangku caraka. “Kka, bangun ka” Nano teman sebangku Caraka mencoba membangunkannya, tapi

Maaf

Oleh:
Pada satu hari di SMP NEGERI 1 SEMARANG ada seorang murid yang bernama Reina. Reina sekarang ini duduk di bangku kelas 8, Reina adalah salah satu murid yang berprestasi

Aku, Kamu, Kita

Oleh:
Udah hampir 6 jam gua mantengin layar laptop dan gua gak tau mau mulai ngetik dari mana? gua gak tau gua harus mulai dari huruf apa? bahkan sempat beberapa

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *