Partikel

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 31 August 2014

Aku selalu tertawa saat mendengar temanku, Firly, mengatakan tentang partikel. Dia selalu berkata seperti ini disaat yang genting, “Karena ada partikel-partikel kecil yang menempel di tubuh sehingga membuat bla… bla… bla,” ujarnya. Itu membuat aku, dan teman-teman tertawa keras. Huft… sayangnya sekarang sedang libur.

Oya, namaku adalah Tasya. Aku masih kelas 4 SD, lho. Tapi, hari-hariku selalu diwarnai dengan lawakkan Firly -walau dia sering membuatku marah- dan sahabatku yang sering menghiburku, Cantik dan Khalisa. Aku sangat berterimakasih kepada sahabatku, terutama Cantik. Karena dia selalu membuatku tertawa. Khalisa sih agak pendiam. Tapi, sebenarnya dia cerewet.

Oh iya, aku bersekolah di Sunny Elementary School. Oya, aku lupa, ada janji dengan Cantik dan Khalisa bermain dengan Najwa di rumahnya. Najwa adalah salah satu temanku. Bisa dibilang sahabat sih. Tapi… menurutku belum tepat, jadi teman dekat saja ya (sama aja gak sih? :D).

Blackberry-ku berbunyi. Oh, bbm dari Cantika. Isinya: “Dmn, Tas? Kok lama sih? Kita udah dri 15 menit yg lalu. Km kan rmhnya dkttt.”

Aku segera berlari kesana. Oh My God! Aku lupa membawa buku! Aku segera mengambil buku-ku dengan tas besar. Kami akan mengadakan party books. Aku membereskannya selama 8 menit. Lalu segera berlari dengan membawa buku-buku itu. #keberatansih

Sesampainya disana, kami langsung menghamburkan buku di kamar Najwa. Orangtuanya sedang di luar negeri bersama orangtuaku, orangtua Cantika, dan orangtua Khalisa. Jadi, rencananya kami akan menginap selama 2 bulan. Karena orangtua kami akan ada di luar negeri selama 8 bulan. Lama ya? Nah, di rumahku 2 bulan, di rumah Cantika 2 bulan, dan di rumah Khalisa 2 bulan. Nah, saatnya PARTY BOOKS!

Saat party books sudah berlangsung 2 jam, tiba-tiba…
“Aku kebelet buang air kecil! Anterin dooong! Plizzz!” Khalisa berteriak. Najwa langsung mengantarkannya. Setelah itu aku bertanya, “Kamu udah dari tadi Sa, kebelet?” tanyaku. “Belum kok. Baru aja. Tiba-tiba udah kayak pengen keluar aja. Hehe,” jawabnya.

Eh sekarang giliranku, Cantik dan Najwa berkata mengeluh, “Laper berat!” ujar kami dengan lemah, tapi bersamaan. Lalu kami berempat tertawa. Langsung saja kami keluar dan bersiap-siap menaiki sepeda.

Kalian tahu, kami ingin kemana? Kami ingin ke minimarket. Kami membeli kornet, telur dan makanan ringan dan masiiih banyak lagi. Totalnya hampir 500 ribu lhooo! Heheheh… maklum, kami ditinggali uang sebanyak 8 juta untuk 8 bulan per anak. Tapi, Najwa dan Cantik hanya diberi 7 juta.

Sampai di rumah, aku bertanya kepada mereka, “Eh kok tadi bisa kayak gitu ya? Teriak bersamaan, dan Khalisa aneh sendiri. Kok bisa ya?” tanyaku bingung. Najwa dan Cantik menjawab serempak, “Karena ada partikel-partikel kecil yang menempel di tubuh, sehingga menyalur ke otak dan menyebabkan kita begitu. Hahaha,” mereka menjelaskan.
5 detik kemudian…
“HAHAHAHA!” kami tertawa keras sekali sampai membangunkan adik Najwa yang berumur 8 tahun. Kelas 3. Kami juga membangunkan kelinci Najwa. Hahaha. Thanks, Fir, karena kamu, kami bisa tertawa puas! Hahaha…

SEKIAN

Cerpen Karangan: Azzahra Z.A-Rara

Nama: Azzahra Zettira Ali. panggilan: Rara
Umur: 9 thn
Sekolah: SDN 17 PG
Kelas: 4B
semoga cerpen keduaku ini diterima ya 🙂
Happy Reading 😀

Cerpen Partikel merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Laskar Putih Abu Abu

Oleh:
Remaja berkulit putih, berambut ikal, bertubuh tinggi, dan memiliki semangat yang tinggi dalam mengejar impianya. Remaja itu bernama Viara, ia duduk di kelas 10 di salah satu sekolah modern

Surat Tinta Cokelat

Oleh:
“Fred, cepetan. Udah jam setengah tujuh nih. Elo nggak tahu…” kata-kata Feri terhenti ketika kakaknya, Ferdi; remaja berkulit cokelat muncul dari pintu rumah. “Iya-iya. Eh, kuncinya mana?” Ferdi dengan

Ayah… Modus

Oleh:
Minggu pagi, Pak Badri sedang membereskan beberapa dus di warung. Bu Badri juga merapikan barang jual yang dipajang. Anak sulung Pak Badri, Vonni membantu Pak Badri menyusun dus. Anak

Teman Bejatku

Oleh:
Sebenarnya aku muak melihat ulah mereka. Merok*k, pacaran, berkata kotor, hingga balap liar. Namun tanpa mereka, aku sepertinya tidak punya teman lagi. Aku memang bukan orang baru di daerah

Rindu Yang Menyiksa

Oleh:
Siang itu kami sedang sibuk nonton film, entah judulnya apa yang jelas ceritanya tentang persahabatan. Saat itu dengan seriusnya aku menyimak jalan cerita film tersebut sambil bersandar di pundak

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Partikel”

  1. Azzahra Z.A-Rara says:

    Baru kesampean baca cerpen karyakuuu disiniiii kelas 5…. aku kirim kan kelas 4… 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *