Patah Hati

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Patah Hati, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 3 October 2014

Patah hati. Itulah yang sedang dirasakan oleh Kania. Dadanya terasa sangat sakit dan sesak. Hatinya tak mampu menahan rasa sakit yang terasa. Begitu perih. Air matanya tak berhenti mengalir dari matanya hingga membuat matanya membengkak. Ia tak sanggup untuk menghadapi kenyataan. Kenyataan yang sangat pahit. Kenyataan itu adalah, orang yang ia cintai kini tak mencintainya lagi. Orang tersebut kini telah melangkah menjauh. Meninggalkannya sendiri.

Kania mengangkat wajahnya. Ia mengambil sebuah bingkai foto yang terletak di atas meja di sebelah kasurnya. Di foto tersebut tergambar dirinya dan seseorang yang amat ia cintai yang kini tak dapat ia gapai kembali. Air mata Kania kembali tumpah. Semua kenangan manis kembali berputar di kepalanya. Berharap semua hal tersebut dapat terulang kembali.

“Nia, makan dulu yuk.” Terdapat suara dari balik pintu kamar Kania. Karena tidak mendapat balasan dari Kania orang yang berada di balik pintu itu membuka pintu. Orang tersebut adalah Tara, sahabat Kania yang menumpang tinggal di rumah Kania.
“Nia, kamu jangan nangis terus dong, kasian mata kamu sampe bengkak gitu.” Ujar Tara sembari menghapus air mata yang mengalir di wajah Kania. “yuk kita makan dulu”
“aku gak mau makan, Ra” Nia menolak ajakan Tara dan kembali memeluk lututnya.
“Nia, gak boleh gitu…” Tara mengelus kepala Kania dengan lembut. “kalo gak makan nanti kamu sakit, jangan nyiksa diri kamu sendiri..” lanjutnya. Kemudian ia memeluk badan Kania yang jauh lebih kecil darinya.
“sakit…” terdengar sebuah isakan yang keluar dari mulut Kania. “kenapa rasanya begitu sakit Tar, aku nggak kuat..” lanjutnya. Kania membenamkan kepalanya ke dalam pelukan Tara.
“shh… nantinya juga rasa sakit itu akan hilang dengan sendirinya..” bisik Tara lembut. “udah, kamu jangan sedih lagi, semakin kamu bersedih, akan semakin terasa sakit” Tara mencoba untuk membuat sahabatnya tenang.
“susah tar… susah…” ujar kania masih terisak.
“udahlah Nia, cowok kayak Ricky dilupain aja, masih banyak someone else yang jauh lebih baik dari dia, yakin deh!” Tara kembali meyakinkan Kania. “ayo dong, senyum! Mana Kania yang aku kenal selalu tersenyum itu?”
Kania mengangkat wajahnya. Ia sangat terkesan dengan usaha sahabatnya itu. Tanpa disadari Kania tersenyum tipis. Ia sangat senang dengan kehadiran sahabatnya itu.
“nah gitu dong! Itu baru Kania yang ku kenal!” Tara ikut tersenyum dan memeluk Kania dengan erat.
“makasih ya Tar, kamu selalu ada buat aku” Kania balas memeluk.
“sama-sama Nia, itu kan gunanya sahabat” Tara memeluk Kania dengan erat kemudian melepaskan pelukkannya. “yuk makan sekarang”
“yuk” ujar kania tersenyum.

Cerpen Karangan: Gie
Blog: hiuputihh.wordpress.com

Cerpen Patah Hati merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Bintang dan Bulan

Oleh:
“Bintang, bangunn!! Hari ini kamu akan bersekolah di tempat baru mu. Carilah teman yang baik” ujar mama sembari memberikan sarapan kepadaku. Nama ku bintang aliendra salsabilla, sekarang aku duduk

Berkorban, Rasanya Gimana Sih

Oleh:
Bel sekolah berbunyi, menandakan kelas akan dimulai. Buru-buru aku masuk kelas. Ku lihat kelas sudah sangat ramai. Tak sengaja aku melihat dirimu. Berdiri tegak dengan postur tubuh tinggi dan

Aku Atau Kamu

Oleh:
Mungkin Allah telah mempertemukan aku dan dia untuk menyadarkan mantan istrinya. Iya mantan istrinya, beginilah kisahnya. Aku mempunyai sahabat yang baik namanya Jamiatun dan sering kupanggil Atun aku dan

My Mistakes

Oleh:
“Selamat Pagi Mitha, Ayo bangun! Ini udah subuh. Kamu harus shalat subuh, Mitha. Aku barusan baru selesai shalat. Oh iya, Hari ini kamu sekolah, Semangat yah sekolah nya :-)”

Liontin Air Mata

Oleh:
Sinar mentari dengan lembutnya menyapa pagi ini dengan hangatnya. Hamparan rumput nan hijau dihiasi bunga-bunga yang merekah warna-warni, membuat kesan pagi ini sangat indah. Namaku Chika, usiaku kini 22

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

2 responses to “Patah Hati”

  1. Sahata saoloan pandjaitan says:

    I am like it. . .

  2. Syifa says:

    Cerpennya asik enak bacanya dan ada motivasinya juga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *