Path Friendship Story

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 22 December 2016

Apapun sosial Media yang kamu sukai, jadikan dia dunia keduamu yang bikin hidupmu lebih seru dan tapi jangan menuntunmu dalam hal yang negatif ya guys!!

Namanya Arka. Cowok populer di kampus, karena parasnya yang manis dan pintar. Semua orang meyukainya, apalagi cewek-cewek di kampus. Dan Aku Liva, Mahasiswi Psikologi tahun 2015 yang hobi nulis cerpen, suka olahraga, dan Aku suka banget sama Aplikasi Path. Yuphh Aku salah satu penggemar Path. Menurutku Path itu aplikasi yang seru Young bangetlah, walaupun sebagian temanku ada yang gak suka. Aku udah setahun lebih pakai Path dan momentku udah sekitar 2000’an.

Tepat hari minggu. Aku pergi jogging di salah satu Jogging treck yang nyaman buat olahraga. Biasanya sih gak kesini, cuman karena kemarin ada teman yang update, Aku jadi pengen coba dan beneran tempatnya seru, rame pengunjung pokonya keren.
Pagi itu sekitar jam 07:05 WIB Aku sampai di tempat. Aku menikmati pemandangan sambil lari dan tiba-tiba aku ngelihat si Arka ada di tempat yang sama denganku. Wadawww… Dia anak mana?, kok jogging disini juga? Ahhh males Aku negur Dia, nanti dikira Aku sama lagi kayak cewek-cewek yang lain ngrebutin Dia.

Saat terik matahari mulai mengalahkan hembusan angin, untungnya Aku udah di rumah, Hehehe. Aku langsung mandi, makan dan nonton TV. Karena sudah bosan dengan acara yang itu-itu aja, Aku langsung buka Path. Dia Pamungkas, salah satu temen Path aku yang setiap postingannya, bikin Aku kepoin Dia terus. Dari mulai tempat sampai lagu-lagu yang Dia dengerin, kebetulan itu lagu favorit aku juga. “Siapa Dia?” Aku penasaran. Karena dari teman Sekolah sampai kuliah, gak ada tuh yang namaya Pamungkas, “Aaagh sudahlah” gumamku dalam hati

Malam ini dingin, gak kayak biasanya. Aku lagi ngerjain tugas kampus masih sempat juga chatting dengan teman sekelas, ngobrolin pelajaran dan cowok. Yahhh lagi-lagi yang mereka bahas siapa lagi kalau bukan A.R.K.A Cowok yang mereka anggap makhluk Tuhan paling Perfect. Aduhhh Iya Aku akui Dia emang manis tapi menurutku sikapnya sedikit belagu, apa mungkin karena Aku belum begitu mengenalnya? Yaaa entahlah.

Obrolan kami berakhir 09:45 WIB, tapi Aku belum mengantuk. Seperti biasa sambil berbaring di tempat tidur, Aku buka Path dan ngePost Kill’ em with kindness by: Selena gomez. Setelah itu, Aku gak sengaja buka Cari Linimasa dan mengetik nama kampusku. Nama Pamungkas langsung muncul dan ternyata kami satu kampus. What, Masaaa sihhh? Aku jadi kepo, karena udah seminggu ini Aku gak buka Path dan gak tahu Update’an terbarunya. Aku bacain semua komen-komen temenya dan ada satu hal yang bikin aneh, saat temennya banyak yang manggil “Ka” atau mungkin Arka? Atau maksud mereka Kakak?.

Siang itu, Aku baru keluar kelas lalu duduk sendiri sambil buka Path. Ternyata postinganku tadi malam dikomen sama Pamungkas dan Dia bilang “Selenator ya? Aku lihat kamu sering ndengerin lagunya” langsung aja kujawab “Biasa aja kok”.

1 Bulan kemudian…
Aku dan Pamungkas makin akrab, semenjak kami terhubung diPath Talk. Walaupun sampai sekarang kami belum pernah ketemu, karena ada aja halangan yang buat kami batal ketemu. Ternyata Dia orangnya seru, pinter dan dewasa. Aku juga sering curhat ke Dia. Aku males curhat sama temen-temen cewek soalnya mulutnya pada ember.

Terang beralih gelap. Malam itu Aku lagi chatting dengannya, Aku nekat ngajak jumpa duluan. Dia pun memenuhi permintaanku. “Kas, besok kita jumpa di tempat biasa Aku nongrong yuk, soalnya kalau di kampus kita susah buat ketemuan karena gedung kita berjauhan. “Bolehlah Va… tapi gak masalah ya Aku ajakin temenku biar kita ngumpulnya lebih seru”. “Boleh-boleh” sahutku dengan semangat.

Sesampainya di tempat yang kami janjikan, Aku menoleh mencari Pamungkas dan temannya. Karena di sekitar keramaian tak ada yang terlihat anak muda, Aku memutuskan untuk mengabarinya. “Kamu dimana? Aku udah sampai dan Aku pakai baju warna maroon”. Tak lama Dia membalas “Aku di dekat parkir, pakai baju biru dan temanku memakai baju hitam”. Aku langsung menuju ke parkiran untuk menemui mereka berdua. Sontak Aku merasa kaget, karena yang Aku lihat adalah Arka. Cowok idaman di kampus yang belagu. Saat itu Aku gak bisa lagi kabur dari Dia. Dia udah terlanjur melihatku seorang diri yang memakai baju warna maroon seperti yang kubilang sebelumnya. Duhhh pasti Dia langsung kabur nih setelah Dia tahu ternyata Liva itu Aku.
Tapi Aku gak nyangka Arka malah senyum dari kejauhan dan langsung menghampiriku. “Kamu Liva? temen-temen kamu yang sering negur Aku kan?” “Hehehe Iya” Jawabku yang sedikit meringis.
“Nama kamu bukannya Arka, kenapa di Path Pamungkas?” Dia bukannya langsung ngejawab, tapi malah tersenyum sambil lihatin teman di sampingnya. “Loohhh Kamu gak tahu nama panjangnya Arka?” celoteh Robi teman Arka. “Yaa gaklah, gak penting juga” Aku jawab dengan rasa kesel.
“Kenalin, Namaku Arka Pamungkas. Kalau di kampus Aku biasa dipanggil Arka”. Aku tetep ngerasa kesel dan gak nyangka selama ini Aku akrab sama orang yang ku anggap belagu di kampus. “Udahlah ngapain kita bahas ini terus, gada pentingnya” kata Arka sambil berjalan. Kami bertiga langsung memesan makanan favorit kami masing-masing. Ternyata Arka juga suka makan Burger. “Heyyy kamu suka burger juga?” “Iyaaa, enak banget soalnya” “Oiyaa boleh gak Aku tag nama kamu di Postinganku kali ini?” Tanya Arka kepadaku. “Yaaelaa ya bolehlah, nyantai aja” jawabku yang lagi kelaparan, Hehehe.

Akhirnya terik itu berubah menjadi senja, dan akhirnya kami pun pulang ke rumah masing-masing.

Sejak itu, Aku dan Arka bersahabat baik sampai kami wisuda. Karena pekerjaan yang mengharuskan Arka pindah ke luar kota, kami hanya saling sapa via chatting atau telepon. Tidak jarang juga kami membuat iri satu sama lain, karena postingan di Path yang menggambarkan kebahagiaan kami masing-masing.

See you

Cerpen Karangan: Nur Hidayah
Facebook: Nur Hidayah
Twitter: @nurhdy16

Cerpen Path Friendship Story merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Persahabatan

Oleh:
Pagi itu sangat cerah sekali, tak ada awan mendung sedikit pun. Aku pergi ke sekolah dengan berjalan kaki, jarak sekolah dengan rumahku memang cukup jauh namun aku tak pernah

Gara Gara Dompet Hilang

Oleh:
Namanya adalah Hamid, orangnya begitu perhatian, baik, sopan, tidak sombong dan dia juga jago silat. Dia mempunyai seorang kekasih yang sangat ia cintai, kekasihnya itu bernama Juned. Sifatnya pendiam,

You Are The Best Friend

Oleh:
Aku tidak tau apa yang terjadi dengan Chika akhir-akhir ini. Dia seperti menjauhiku. Sepertinya aku telah melakukan suatu kesalahan padanya. Tapi kenapa? Padahal dulu aku dan Chika adalah sahabat

Tak Sempat Memiliki

Oleh:
Betapa hancur hati ini saat mengetahui bahwa aku dan temanku mencintai satu cowok. Bagai diiris-iris dengan pisau yang tajam, hatiku perih sekali ingin menangis tapi aku hanya bisa menahan

Dear Silvi

Oleh:
Pagi ini cuaca agak mendung. Seperti biasa aku pergi ke sekolah menggunakan angkot. Tiba di sekolah aku langsung melanjutkan tugas yang bahasa indonesia yang semalam belum sempat kuselesaikan. Tiba

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *