Pembunuhan Berantai

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Misteri, Cerpen Penyesalan, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 15 April 2013

Perkenalkan namaku Farah ainun nissa biasa di panggil Rara hari ini adalah hari pertamaku di Perguruan tinggi Sunny Hiill. Aku mempunyai empat teman yang akrab denganku sejak kelas 1 SMP atau bisa juga di sebut sahabat. Mereka adalah Genie, Melody, Tomas, Mike. Genie almaera adalah orang pertama yang kukenal orang yang paling sejak kelas 1 SMP dia itu orangnya cantik, baik, pemalu, dan sedikit manja, kalau Melody cassandra dia itu orangnya cantik, pendiam, dan cinta pada hal yang berbau misteri. dan Tomas edward wilson adalah orang yang paling jail antara kami berempat, dan terakhir Mike chandra itu orangnya jenius, pemarah dan pemberani diantara kami.

Di kampus itu ada senior senior galak yaitu Diny safwa atau biasa di panggil Diny, Sindy shahara atau biasa di panggil Sindy, Aura salsabila azzahara atau Ara, Doni junhianta atau Doni, dan Kevin alvaro atau Kevin. Mereka adalah anak orang kaya dan ayah mereka adalah penyumbang terbesar di kampus ini terutama Diny hampir semua perabotan kampus ayahnya semua yang memberikan, jadi semua siswa takut sama si Diny. Pernah pada suatu hari ada anak yang numpahin jus ke roknya dan dia marah besar sampai sampai anak itu di keluarkan dari kampus, kejam bangetkan.

Seminggu kemudian di kampus ini misteripun di mulai dengan hilangnya Kevin. Kevin adalah teman Diny, dan yang paling mengherankan tidak ada satupun orang yang tau tentang ke beradaan Kevin. Misteri ini menjadi tanda tanya besar bagi kami karna tidak biasanya Kevin menghilang seperti ini, biasanya di adalah oarang yang paling rajin datang kekampus untuk ngebully siswa siswi di kampus, dan kali ini dia menghilang begitu saja.

orang tua Kevin pun mulai sedih karena sejak dari tiga hari yang lalu ada yang berbeda dari Kevin mulai dari selalu merasa ketakutan sampai ditemukannya tulisan berdarah di cermin kamar Maya Alvaro adik Kevin yang berkata “Ajal akan menjemputmu Kevin berhati-hatilah kamu”.

Dan keesokan harinya mayat Kevin di temukan di depan pitu gerbang kampus dengan luka di perut dan tangan yang patah. Sepertinya Kevin di bunuh secara sangat sadis. Melody pun mulai curiga dan ia mengatakan “Petualangan di mulai!”.
“Sepertinya orang yang membunuh Kevin meras iri akan ketenangan Kevin saat ini” kataku.
Lalu Genie meneruskannya dengan berkata “Tapi bisa juga orang tersebut tidak suka akan adanya Kevin di sekolah ini”.
lalu Tomas pun datang dengan mengejutkan kami berempat yang tengah serius dengan kasus Kevin. “Hai kalian lagi nyapain sih?” tanya Tomas sembari mengejutkan kami. “ini kami lagi bicarain tentang kasus Kevin yang tadi pagi mayatnya di temukan di depan pintu pagar!” kata Melody. “oohh…. itu, memang sih cukup mengherankan, tapi apa salahnya kalau kita tanya Doni kan dia yang paling dekat ama si Kevin!” saran Tomas. “oke! tapi bel udaha bunyi nih bagaimana kita masuk kelas aja nanti di marahi Mrs. Tio loh diakan dosen paling galak di kampus ini!” kata Mike. Kami pun masuk kekelas dan mengikuti pelajaran Mrs. Tio, untunglah Mrs.Tio belum datang jadi kami tak jadi kena marah.

Besoknya kami ke kelas Doni tapi tiba-tiba “Aaww…” jerit seorang siswa dari kelas Doni dan ternyata Doni di dapatkan tak bernyawa oleh teman sekelasnya dengan luka yang sama dengan Kevin yaitu di perut tapi Doni tidak mengalami patah di tangan melainkan wajah Doni yang berwarana merah dan biru lalu mengeluarkan darah yang berwarna coklat dan sangat busuk.
“kemarin Kevin sekarang Doni sebenarnya ada apa sih?” teriak Tomas.
“ini betul betul sangat mengherankan!” kata Genie Kami pun tertunduk dan berpikir bahwa siapa yang melakukan semua ini?. lalu Melody pun memecahakan kesunyian dengan berkata “ngomong ngomong kalian liat ngga gelang yang di pake Kevin kemarin?”. Lalu kami mengingat ngingat peristiwa kemarin dan Mike menjawab “oh ! iya, aku liat memangnya kenapa?”. “kalian tau nggak sih gelang yang di pake kemarin Kevin sama persis dengan gelang yang di pake Doni tadi !” tegas Melody.
“berarti mereka mati karena memakai gelang itu?” tanyaku. “Iya, dan siapa yang memakai gelang itu berarti giliran dia yang akan mati” jawab Melody “oke berarti kita akan meng hancurkan gelang itu agar tidak ada korban selanjutnya!” kata Tomas.

Dan akhirnya misi pun telah ditentukan yaitu menghancurkan gelang itu dan mengetahui siapa pemiliknya. Esok harinya Diny menerima kado yang berisi gelang dari seseorang yang dia tak kenal dari mana kado itu, ia pun memamerkan gelang itu ke semua murid dan mengaku bahwa ia di beri oleh Josh orang terkeren di kampus. lalu aku dan Melody melihat gelang yang di pasang Diny di tangannya dan berkata “Diny itu bukan gelang dari Josh melainkan gelang dari orang yang membunuh Kevin dan Doni!”. “Hei kamu jangan ngarang yach jelas jelas kok gelang ini dari Josh!” jawab Diny dengan tidak percaya, sambil memamerkan gelangnya ia juga mengumumkan bahwa nanti malam ia akan mengadakan pesta besar besaran dan mengundang semua siswa di kampus.

“Ah..! aku malas ke pestanya Diny!” kata Mike. “Emangnya kenapa?” tanya Genie. “pasti kita akan dikerjain ama dia kan tadi kita memberi tahu dia kalau cincin yang dia pasang itu punya si pembunuh!” jawab Mike dengan nada yang kurang semangat.” Iya juga sih, tapi siapa tau kita nemuin jejak si pembuh” kata ku. “baiklah kalau itu mau kalian kan ini juga untuk keselamatan semua siswa.” Kata Mike. Lalu Tomas pun berkata sambil melahap spagethy yang ia pesan “dari pada mikirin itu mendingan makan aja lapar nih”. “huu.. dasar pikirannya Cuma makan mulu.” Kata Melody dengan di sertai tawa dari kami bertiga

Di pesta Diny kami pun menganga dengan konsep di hari ulang tahun Diny yang serba mewah. Di depan kue yang harganya sangatlah mahal dan gaun yang di gunakan Diny sangat indah di sertai make up yang begitu sempurna. Setelah semua tamu datang pestapun di mulai dan setelah hampir selesai terjadi keganjalan peristiwa yang sangat mengejukkan di saat Diny ingin meniup lilin lalu kaca jendelah di rumahnya pecah dan lampu mati. Semua tamu terkejut begitupun dengan kami. Sepuluh menit kemudian lampupun kembali menyala tapi Diny hilang suasana pun tambah menegang dengan datangnya angin kencang di sertai hujan deras.

“Aneh..! peristiwa tadi malam sangat menakutkan” kata Genie. “Ia Diny menghilang begitu saja, mungkinkah ini ulah si pembunuh itu?” tanya Melody. Beberapa saat kemudian terlihat Sindy dan Ara menangis di taman, hal itu menimbulkan kecurigaan. Lalu akau pun medekati mereka “hei kenapa menangis tumben kalian menangis biasanya kalian selalu ngebully kalau udah jam segini?” tanyaku. “Diny… Rara Diny!” kata Sindy sambil menangis. “Iya Diny kenapa?” tanyaku dengan heran.
“Diny udah ngga ada tadi pagi dia di temukan di depan rumahnya dengan keadaan tak bernyawa!” Jawab Ara. “Apa???” sahut kami berlima. “Apa Diny meninggal? sudah kuduga ini semua perbuatan si pembunuh itu.” Kata Melody “pembunuh itu sangat sadis, mengapa ia tega melakukan itu pada mereka” kata Genie. “apakah sebelumnya kalian pernah berbuat keji pada seseorang?” tanyaku. “Kami… kami… kami nggak pernah tuh, biasanya kami hanya ngebully nggak pernah melakukan hal lain kok iyakan Sin?” jawab Ara. “Sudah lah kalian tidak usah menangis kita akan mencari tau siapa yang melakukannya.” Kata Tomas.

Ternyata Diny telah mati dengan luka yang sama Dengan Kevin dan Doni yaitu di perut tapi Diny tidak mengalami patah tangan ataupun wajah yang berubah menjadi biru merah melainkan busa yang banyak keluar dari mulut Diny. Mungkin saja Diny mati di racun.

Esoknya adalah giliran Ms.Nadine yang mengajar dosen ini sangatlah baik, cantik dan ramah. “kali ini kita sampai malam karna kita akan melakukan ujian prakek kimia!” katanya dengan senyum di bibir dan wajah yang sangat segar. Terlihat dari luar sekolah hari mulai beranjak malam untunglah semua murid telah selesai.” Hah.. lega juga udah praktek.” Kataku. “iya! sumpah tadi itu susah banget yah!” jawab Genie.

Sembari berjalan ke ruang parkir kami melihat Sindy di kejar oleh orang yang sangat miterius di lobi orang tersebut mengunakan jubah berwarana hitam dan menggunakan topeng, aku pun berpikir bahwa orang yang mengejar Sindy itu adalah orang yang yang membunuh siswa di kampus. tanpa pikir panjang kami pun langsung mengejar orang yang itu. Dan kami melihat bahwa orang itu akan membunuh Sindy, lalu melihat hal itu Tomas langsung memukul orang itu hingga terjatuh di lantai. Lalu Tomas pun menolong Sindy. “Kamu nggak apa apa?” tanya Tomas kepada Sindy. “Ara mana?” tanya Genie. “aku ngga tau karna dia tadi pulang duluan di jemput supirnya!” jawab Sindy dengan air mata yang membanjiri pipinya.
Namun orang tersebut berdiri kembali dan sepertinya akan membunuh Tomas tapi melihat hal itu Melody langsung memukul orang tersebut dan akhirnya terjatuh kembali.” Cepat buka topengnya!” seru Genie kepadaku. “Mr. Nadine?” sahut kami dengan serentak. “iya, kenapa kalian herannya?” jawab Mr. Nadine dengan tertawa. “kenapa Mr. Melakukan ini kepada kami? kenapa? kenapa?” tanyaku dengan heranya. “aku melakukan ini karena kamu gara gara teman kamu Sindy anakku sakit jiwa!” katanya. “memang kenapa anak Mr. Sakit jiwa apa hubungannya.?” tanya Mike. Geng Kevin telah mengotori anakku dan tidak mau bertanggung jawab dengan bayi yang di kandung Nabila dan hingga akhirnya ia gila karna stres akibat kejadian itu.”

“waktu itu hidup Nabila begitu tenang, Nabila dulu sosok yang sangat periang dan berprestsi hingga Sindy dan teman temannya menghancurkan hidup anakku dan Nabila berubah 180 derajat dari keadan sebelumnya karna Nabila telah di kotori oleh Sindy dan teman temannya dan tidak mau bertanggung jawab atas bayi yang di kandung Nabila, setiap harinya selalu di penuhi tangis samapai sampai Nabila menjadi kehilangan akal sehatnya. Dan semua itu gara gara kamu Sindy.” Kata Mrs Nadine
“aku benar benar minta maaf Mr. Itu semua Diny yang meminta kepada kevin dan Doni karna Diny cemburu dengan prestasi Nabila.” kata Sindy. “sebuah permintaan maaf belum cukup untuk itu kamu harus bertangung jawab dan kamu harus mati.!” teriak Mr. Nadine. Namun Mike mengambil pisau Mr. Nadine dan segera melaporkannya kepada polisi, jadi Mr. Nadine tidak dapat membunuh Sindy. Dan polisi pun datang menangkap Mr. Nadine.” Maafkan aku Mr. Nadine saya benar benar menyesal.” Teriak Sindy dari kejauhan ketika Mr. Nadine akan di masukkan kedalam mobil polisi.

Dan esoknya Sindy, Ara dan teman temanku pergi menjenguk Nabila kemudian Sindy dan Ara meminta maaf kepada Nabila atas perlakuan teman temannya terhadapnya. Satu minggu kemudian Nabila pun sembuh dan kembali bersekolah seperti dulu dan semua itu berkatku dan keempat temanku. Setelah peristiwa itu Sindi dan Ara pun berubah ia menjadi baik kepada semua siswa dan meminta maaf kepada semunya. Dan Aku, Genie, Melody, Tomas, dan Mike di kenal sebagai detektif dan di berikan pengaharagaan dari sekolah. dan situasi di kampus pun berjalan lancar seperti biasa tanpa ada lagi yang namanya pembunuh.

“TAMAT”

Cerpen Karangan: Maharani Fauzia Annur
Facebook: Maharany Rhany

Cerpen Pembunuhan Berantai merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Jangan Berhenti Mencintaiku

Oleh:
Sebegitu besarnya cintamu buatnya, sampai-sampai kamu tidak bisa melihat besarnya cintaku padamu. Kamu tidak bisa melihat kalau ada aku disini, aku yang akan selalu mencintaimu saat tiada lagi orang

Special Day

Oleh:
Pagi yang cerah untuk hari yang istimewa. Yap! Hari ini tepat tanggal 23 Desember, Grace dan David akan merayakan hari jadinya yang ke-1 tahun 11 bulan. Grace yang notabene

Satu Keputusan Untuk Selamanya

Oleh:
Arlojiku menunjukkan waktu sudah jam 5:30 pagi, dimana anak-anak remaja seumuran denganku masih terlelap dalam tidurnya dan masih bersenang-senang di alam mimpi. Sedangkan aku sudah harus bangun untuk bersiap-siap

Tentang Rasa dan Raka

Oleh:
Sedari tadi aku tidak bisa konsen memahami materi aljabar yang dijelaskan Raka. Ya, hari ini, hari Selasa sore, sepulang sekolah aku dan Raka belajar bersama di rumahku yang letaknya

Potret Hitam (Part 1)

Oleh:
Di ujung jalan aku melihat seorang anak kecil yang sedang membawa sekeranjang kue dengan wajah berbahagia. Entah apa alasannya yang pasti banyak alasan yang bisa melukiskan senyum manis anak

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Pembunuhan Berantai”

  1. idenya bagus… cuma penulisannya berkesan buru2. aku tidak melihat ada peran polisi sejak kasus pertama, mungkin adegan2nya perlu di tulis ulang agar menjadi cerita yang lebih mudah dicerna. tapi, it’s good, email me

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *