Pengorbanan Sahabat

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Kisah Nyata, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 29 January 2014

Waktu itu tahun 2010. Waktu itu Mei duduk di kelas 6 SD. Mei adalah anak yang pintar, pendiam dan pemalu. Tapi, di kelasnya dia lah yang mengatur semua saat tak ada guru. Lebih tepatnya Mei lah yang berkuasa.

Seperti biasa Mei berangkat sekolah pagi-pagi dengan mengayuh sepedanya. Sesampai di sekolah, dia langsung mengisi absen. Hari-hari yang Mei rasakan setiap hari terasa membosankan baginya. Setiap hari yang dilakukannya sama. Pergi sekolah dan belajar. Apalagi ditambah dengan teman-temannya yang sering membuatnya mau meledak marah-marah.

Setiap hari.. Mei selalu berpikir. “Apakah teman-teman ku tulus berteman dengan ku? Apa teman-teman tak memanfaatkan ku?” Mei memang akrab dengan semua temannya. Tapi dia merasa tak pernah punya sahabat. Dia takut kalau-kalau hanya dimanfaatkan oleh temannya.

Suatu hari tak disangka entah mulai kapan Mei merasa punya sahabat. Akhir-akhir ini dia selalu mendengar curhatan salah satu temannya. Dialah Novi, anak yang digosipkan mulai kelas 4 SD punya perasaan sama temannya yang bernama Leo. Novi memang tidak pernah berkata langsung pada Mei bahwa dia menyukai Leo. Tapi Mei tau Novi menyimpan perasaan pada Leo, begitupun sebaliknya. Karena itu, Mei sekarang sering membantu Novi untuk dekat dengan Leo. Termasuk mencarikan informasi-informasi tentang Leo.

Tak terasa Mei mulai tertarik masuk ke dalam kehidupan Leo. Mei sering sekali berkomunikasi dengan Leo lewat handphone. Bercerita tentang Novi, barang yang disukanya, yang dibencinya dan lain lain. Tapi itu hanya di handphone. Tidak dengan di sekolah. Di sekolah, seperti biasa Leo dan Mei saling nyuekin. Padahal sebenarnya mereka akrab.

Keesokan harinya, Novi meminta bantuan Mei untuk menanyakan warna kesukaan Leo. Dengan mudahnya, Mei menyetujui permintaan sahabatnya itu. Akhirnya waktu jam pelajaran berlangsung, Mei melempar kertas kepada Leo untuk menanyakan warna kesukaannya.

Teman Leo, Andi anak yang paling suka buat keributan di kelas mau tau apa tulisan yang ada di kertas yang dilempar Mei pada Leo. Waktu Andi memegang kertas itu, pak guru mengambilnya. Ternyata… itu bukan kertas yang Mei lempar tadi. Melainkan kertas yang lain. “Fiiuuhh..” desah Mei lega. Mei bisa malu jika ketahuan.

Akhirnya Mei mendapatkan jawaban apa warna kesukaan Leo. Waktu istirahat, Mei langsung memberi tahu informasi itu kepada Novi. Entah apa yang mau Novi lakukan setelah dia mengetahui warna kesukaan Leo. Mungkin Novi mau memberinya hadiah. Tapi, entahlah. Mei tak mau ikut campur dengan itu. Mei selalu diajarkan oleh orangtuanya untuk membedakan mana yang membatu dan mana yang ikut campur masalah orang.

Sepulang Sekolah
Mei mendapat pesan dari Leo.

From : Leo
To : Mei
Mei, apa kamu punya nomer ponsel Novi?

Mei langsung membalas pesar dari Leo

From : Mei
To : Leo
Enggak! Emangnya kenapa?
Leo, aku boleh nanya satu hal gak? Kenapa sih kamu cuek banget sama aku waktu di sekolah. Padahal kita sekarang akrab.
Akhirnya Mei menanyakan juga apa yang selama ini dia pikirkan.

From : Leo
To : Mei
Sorry.. sorry! yah aku cuma gak mau ada gosip-gosip lagi. Kamu kan tau gimana temen-temen.
Hm..
Mei, kamu mau kan jadi sahabat aku?

Mei heran dengan pertanyaan Leo. Menurut Mei, selama ini Leo sudah menjadi sahabatnya. Dan akhirnya dia langsung membalas pesan dari Leo.
From : Mei
To : Leo
Menurut kamu selama ini kita gak sahabatan? Aku udah anggap kamu sahabat aku.

Sejak saat itu Leo dan Mei semakin akrab. Bukan hanya Novi yang menjadi topik obrolan mereka. Kadang mereka bertukar cerita, sharing, dan ketawa bareng. Mereka juga punya julukan masing-masing. Leo memanggil Mei dengan sebutan FF. Dan Mei memanggil Leo dengan sebutan SF. Itu sudak berjala sekitar 1 minggu. Makin lama Mei merasakan ada yang berbeda dengannya. Merasa ada sesuatu yang terjadi pada hatinya. Dia menyukai Leo.

Sebenarnya, Mei sudah menyukai Leo sejak 2 bulan yang lalu. Tepatnya sejak Mei memutuskan untuk membantu Novi. Tapi Mei tau tak seharusnya Mei mempunyai perasaan itu karena Leo adalah milik Novi. Mei juga tahu diri kalau mereka berdua sama-sama suka. Mei tak mau merebut apa yang menjadi milik sahabatnya.

Yang penting buat Mei sekarang, dia bisa dekat dengan Leo walaupun hanya sebatas sahabat. Tapi dia suka berada di dekat Leo. Mei sudah berjanji akan menjadi sahabat terbaik buat Leo. Dia akan terus membantu dua sahabatnya, Leo dan Novi.

Juni, 2010
Waktu rekreasi, Novi dan Leo bertukar kado dengan bantuan Mei.
“Mei, Leo mau minta bantuan kamu.” ucap Rozak dengan lirih
“Bantuan apa?” Balas Mei.
“Leo mau ngasi sesuatu sama Novi. Leo mau kamu yang ngasi ke Novi.” ujar Rozak.
“Kenapa gak ngasi sendiri aja?” Tanya Mei
“Katanya Leo malu” Jawab Rozak
“Dasar pemalu. Mau minta tolong sama aku aja, gak berani ngomong sendiri.” Gerutu Mei. “Ya udah mana barangnya.” ucap Mei menyetujui permintaan bantuan Leo. Setelah itu Mei langsung memberikan barang yang ingin dikasi Leo sama Novi.

Yang membuat Mei iri adalah Leo memberi Novi kalung bertuliskan nama NOVI. Tapi Mei langsung menghilangkan perasaan iri itu. Mei rela melakukan apasaja asalkan sahabatnya bahagia. Kalau Novi dan Leo bahagia, Mei juga akan bahagia. Mei adalah orang yang sangat menjunjung tinggi nilai persahabatan. Dia selalu mengalah untuk sahabatnya demi utuhnya persahabatannya.

Akhirnya tiba di akhir tahun saat perpisahan tiba. Mereka harus melanjutkan sekolah yang lebih tinggi. Leo, Novi dan Mei pisah sekolah. Mei sempat membujuk Leo agar mau satu sekolah dengannya. Tapi Leo bilang sudah terlanjur janji pada Andi kalau dia mau satu sekolah dengan Andi. Akhirnya mereka semua pisah sekolah.

Tiga hari menjalani Masa Orientasi membuat Mei dan teman-teman sibuk. Begitu juga Leo. Selama tiga hari, Mei dan Leo gak berkomunikasi. Setelah selesai Masa Orientasi, mei mencoba menghubungi Leo. Tapi Leo gak pernah merespon. Beribu kali dia mengirim pesan kepada Leo, tapi tidak ada jawaban sama sekali. Karena sebal, akhirnya Mei memutuskan untuk tidak menghubungi Leo lagi.

Selama lebih dari satu tahun, Leo dan Mei tidak berkomunikasi. Dan tiba-tiba Mei mendapat kabar kalau Leo sudah mempunyai pacar di sekolahnya yang baru. Mei semakin sebal dengan Leo. Bukan karena dia masih menyukai Leo, tapi karena dia telah menyakiti Novi sahabatnya. Mei telah membuang jauh-jauh perasaannya sama Leo.

Mei sadar, bahwa perasaannya dulu sama Leo itu bukanlah rasa suka atau cinta. Melainkan Mei hanya suka dengan kepribadian Leo yang perhatian. Perasaan suka yang hanya sebatas teman menyukai kepribadian temannya. Mei merasa seperti itu karena itu adalah pertama kali ada laki-laki yang begitu memperhatikannya.

Sejak saat itu mei memutuskan untuk tidak mengurusi lagi semuanya tentang Leo. Mei mungkin marah sama Leo. Tapi Mei tidak bisa benar-benar melupakan Leo karena Leo adalah sahabatnya yang paling mengerti gimana Mei. Sampai saatnya Mei duduk di kelas 8 SMP. Waktu itu dia masuk di kelas unggulan. Mei mempunyai teman yang sangat baik, yang selalu membuatnya bisa tertawa gembira dalam hangatnya kekeluargaan. Dan dalam sekejap dia dapat melupakan segalanya yang berhubungan dengan Leo. Tapi Mei masih tetap menganggap Leo sebagai sahabat. Buat Mei gak ada kata yang namanya mantan sahabat.

Mei berharap suatu saat nanti dia dan Leo akan kembali seperti dulu. Menjadi sahabat yang tak kan terpisahkan. Mei tak akan pernah melupakan janjinya untuk menjadi sahabat yang terbaik untuk Leo. Mei akan selalu menunggu Leo untuk kembali menjadi sahabatnya.

~ TAMAT ~

Cerpen ini aku buat untuk mengenang masa lalu ku. Buat kamu yang udah mengetahui perasaan ku dulu sama kamu, aku harap kamu gak akan ngejauhi aku. Dan akan tetep jadi temen ku.

Cerpen Karangan: Ismi Roichatul Jannah
Facebook: iesmi ittueh iecha
Aku bersekolah di SMPN 6 PASURUAN. aku lahir tanggal 30 Mei 1999.
Aku menulis cerpen ini karena aku ingin mengenang masa laluku. memang tidak semua kejadian di dalam cerpen pernah aku alami. tapi 75% cerita dalam cerpen adalah kisah nyata.

Cerpen Pengorbanan Sahabat merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Semua Tinggal Kenangan

Oleh:
Aku tidak pernah menginginkan semuanya terjadi seperti ini. Walau terkadang kau buatku menangis dan jengkel. Ternyata yang terjadi hanya kepalsuan yang kau berikan padaku. Dan sekarang kau tinggalkan aku,

Karena Sepeda

Oleh:
“Ini bukunya, Mbak. Dan kembalinya lagi lima ribu. Terima kasih telah mampir di toko kami. Semoga harimu menyenangkan.” Ujar petugas kasir ramah sambil tersenyum lebar. Malah sangat lebar hingga

Sang Kakek Buyutku

Oleh:
Aku mempunyai seorang kakek buyut bernama Eni djuaeni. Ia dilahirkan di sebuah desa bernama desa pasawahan dan dilahirkan dari seorang ibu bernama Oma dan ayahnya bernama Etje. Sewaktu kecil

Surat Untuk Sahabat

Oleh:
Elma dan Rina adalah sahabat yang selalu bersama, mereka sudah terkenal 2 sahabat paling akrab di sekolahnya, dan mereka pernah dibilang kalau mereka tidak pernah berpisah. Suatu hari di

Antara Cinta dan Benci

Oleh:
Sinar cahaya Mentari pagi telah membangunkanku dari mimpi indahku. Dan selamat pagiii saatnya aku mulai dengan aktivitasku yang baru. Hari ini adalah hari pertama aku bekerja di kantor baruku,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Pengorbanan Sahabat”

  1. reniapratiwi says:

    critanya bgus ak slut deh tetap smangat ea

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *