Perbedaan Itu Manis

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 18 June 2013

Siapa yang tidak kenal Lily ketua Osis sekolah Mawar merah. Perempuan ini memiliki perawakan tubuh bak putri bangsawan. Sebagaimana putri bangsawan dia terkesan arogan.
Memang putri ini adalah anak dari pemilik sekolah Mawar merah ini. Tapi sikapnya yang seperti itu membuat namanya cukup di kenal di kalangan para siswa terutama Tio.

Tio hanya orang yang lahir di keluarga biasa, tinggal di tempat keluarga biasa, tidur dengan kasur biasa dan sekolah dengan penampilan biasa. Tapi dari itu semua dia adalah orang yang gemar menentang ketidak adilan.
Begitulah sifat mereka yang kemudian di pertemukan di depan guru konseling yang ada di sekolah ini. Guru ini sudah sakit kepala sambil meminum tehnya yang masih hangat, sebenarnya tidak ada yang salah atau benar dari sifat mereka ini.
“Jadi kenapa kalian bisa bertengkar di depan sekolah di pagi buta itu” Guru ini kembali bertanya dengan nada lembutnya.
“Sebenarnya saya tidak mau bertengkar Pak tapi laki-laki dungu ini memberikan tatapan menjengkelkan” Lily berkata dengan nada arogannya bak putri bangsawan.
“Dari cara bicaranya bapak tahu kan bahwa perempuan ini bahkan tidak memiliki rasa sosial pada sesamanya” Tio membalas dengan nada seorang politikus yang berdebat tentang kenaikan harga.
Mereka berdua kembali bertatapan dan kini ada kilatan yang cukup banyak tersirat dari kedua bola mata mereka. Guru ini hanya bisa menahan amarahnya kemudian melanjutkan bicaranya lagi.
“Sebenarnya aku tidak mau menghukum kalian karena masalah kecil seperti ini, bahkan ini tidak bisa di sebut perkelahian. Tapi sebagai guru aku akan menyelesaikan masalah ini dengan cara ku sendiri” Guru ini berkata dengan nada seadanya tapi ada ketegasan di dalamnya.
“AKu tidak salah” Mereka berdua berkata bersamaan, kemudian saling pandang dan melempar senyum “kau menjijikan” di dalam mata mereka berdua.
Mulailah hukuman dari guru konseling ini. Tangan mereka harus bergandengan sampai pulang sekolah, untuk mencegah hal yang tidak memungkinkan guru ini meminjam borgol dari klub Sulap.

Akhirnya jam pelajaran pertama di mulai. Beberapa orang siswa memperhatikan mereka dengan nada “kau bercanda” di dalam kepala mereka. Butuh waktu lebih lama untuk mereka bisa mengeriti situasi yang di alami dua musuh alami yang ada di sekolah mereka ini.

Guru yang mengajar saja sampai ingin mati ketawa melihat mereka bergandengan tangan. Biasanya mereka akan saling bertengkar di dalam kelas. Saling berkata benar atau salah, bahkan tidak segan-segan mereka adu topik tanpa memperdulikan guru yang mengajar.
“Wih ada pasangan baru yang makan bareng nih” Salah seorang murid berkata dengan nada sindiran mengejek. Tentu saja murid itu di kejar hingga lapangan basket oleh mereka berdua, karena kesal.
“Di mohon kepada murid yang ada di lapangan basket agar tidak memamerken kemesraanya di depan sekolah” Guru yang memperingati dengan nada mengejek ini ikut ambil bagian dari pertengkaran mereka.

Begitulah sekolah berakhir sampai mereka pulang, di cap sebagai pasangan kekasih paling langka selama periode sekolah yang ada. Bersama dengan itu mereka bertambah kesal dengan guru konseling yang pulang karena urusan rapat.
“Guru itu” Tio berkata dengan nada kesal sambil melihat papan yang bertuliskan guru sedang keluar di ruangnya.
“Gimana aku pulang, hey menjijikan kau punya cara untuk membuka borgol ini” Lily berkata dengan nada dingin tanpa niat mengejek
“Jangan panggil aku menjijikan, kurasa kalau tangan mu di potong aku bisa bebas” Tio berkata dengan nada dingin juga.
“Dasar naïf, kukira kau selalu berlaku baik kepada semua orang, ternyata kau memiliki sifat psikopat tentang mutilasi” Lily kembali berkata dengan nadanya lagi.
“Maafkan aku tuan putri yang selalu benar” Tio melempar ejekan dari kedua bola matanya.
“Hey, sebenarnya aku sudah lelah. Apa yang kita perdebatkan dari pertama kita masuk sih” Lily berkata dengan nada lembut kali ini.
“Bukanya kearogananmu” Tio berkata dengan polosnya, Tapi Lily melihat dengan tatapan “seakan–akan kamu bodoh” di dalam dua bola matanya.
“Lebih baik kita berdamaikan, sehari ini aku bersama mu tidak ada hal menjijikan seperti yang kamu katakan pada ku” Lily berkata dengan nada sedikit lembut kali ini.
“Sebenarnya aku juga melihat kau tidak searogan yang biasanya” Tio berkata dengan nada sama tapi dengan nada sedikit kecil.
“Jadi kalian sudah mengerti satu sama lain kan” Guru ini berkata sambil melepaskan borgol mereka. Pertanda ini sudah selesai.

Setelah kejadian itu akhirnya Tio dan Lily sadar akan satu sama lain. Hingga sekarang mereka bertemu lagi dengan busana yang berbeda, ya bisa di katakan buasana ini untuk upacara pernikahan.

Sang guru yang memberikan hukuman turut hadir dalam acara itu tentu saja. Guru itu hanya tersenyum puas. Bukannya selama persamaan yang membuat kita saling suka atau saling benci. Tapi karena adanya perbedaan hidup kita terasa lebih baik karena ada yang bisa kita bedakan.

Cerpen Karangan: Hittori Yudo
Blog: http://hittori-yudo.blogspot.com/
Hittori yudo adalah pen name yang saya gunakan untuk menulis cerpen ini. Terimakasih untuk cerpenmu.com yang telah memberikan tempat untuk mengeksperisikan cerpen saya

Cerpen Perbedaan Itu Manis merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Rencana Tuhan

Oleh:
“Hari ini kok panas banget sih kayak udah di neraka” kataku pada Eli sahabatku yang sedang duduk di sampingku. “Emangnya loe udah pernah kesana?” katanya balik nanya. “Hiihhh Eli

Biarkan Kita Menjadi Cerita

Oleh:
“tenang.. rumah ini udah siap pakai kok” ucap papa Gea seakan tahu apa yang sedang Gea fikirkan ketika melihat rumah barunya. “oh..” jawab Gea ber-oh pendek Ya, hari ini

Good Day

Oleh:
Langit begitu mendung hari ini, beberapa orang mungkin akan memilih tetap berada di rumahnya. Tapi tidak dengan seorang gadis cantik yang sedang berlari di pinggir jalan itu, di tangannya

Confused (Part 2)

Oleh:
Sementara Ferdy juga kebingungan mencari Debby. Ia mengajak si Aldy untuk menemuinya. “All, Debby gue ke mana?. Gue cariin dari tadi nggak ada, ke mana sih dia?” ujar Ferdy

Buah Penantian

Oleh:
Randy, seorang lelaki yang mencintai teman lamanya atau yang sering disebut ‘sahabat’. Perempuan itu bernama, Arilla. Mereka bersahabat semenjak duduk di bangku SD karena ayah mereka sudah menjadi teman

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *