Perpisahan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Perpisahan, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 11 August 2015

Hai! Namaku Alexandra Farrelsya Putri, kalian bisa memanggilku Arrel. Aku mempunyai seorang sahabat, namanya Vina. Dia itu sahabat terbaikku di dunia ini. Dia itu sangat baik, cantik, juga manis loh! Dia juga pintar kalau urusan berbahasa Inggris! Wahh, keren ya! Aku suka minta ajari dia jika ada PR maupun tugas. Sekarang, sedang pelajaran IPA. Pelajaran favoritku.

“Vina.. ada Pulpen lagi tidak?” seruku saat ingin menulis soal.
“Oh pulpen.. nih ada” katanya sambil memberikan sebuah pensil.
“Thanks,” jawabku kembali.

Tak lama, jam istirahat berbunyi, aku dan Vina segera ke luar kelas. Dan menuju ke kantin Sekolah.

“Kamu mau makan apa? kalau Mie Pangsit, aku traktir deh..” kataku dengan nada sombong. just kidding.
“OK!!” jawab Vina dengan menyodorkan ibu jarinya.

Kami makan dengan lahap, sampai jam istirahat pun habis. Kami masuk ruang kelas kembali. Kini saatnya pelajaran IPS. Aku sangat tidak suka IPS karena tentang Sejarah. Aku sangat tidak suka Sejarah. Lain dengan Vina, dia sangat suka Sejarah. Huuft!!

Aku memilih untuk membuat cerita, karena itu lebih asyik. Tak lama, kami dibolehkan pulang karena Guru-guru ingin rapat.

“Horeee…” Teriakku senang.
“Ssstt, berisik tahu! Tak tahu malu!” seru Vina
“Hehehe” balasku cengengesan.

Kami pun pulang dengan langakah gontai, karena cape. Beberapa jam kemudian, kami sampai. Aku dan Vina berlari ke rumah masing-masing.

Di rumah, aku cape dan pergi ke kamar mandi untuk mandi. Setelah mandi, aku duduk termenung sambil menonton TV.

“BOSAN!” gumamku sambil mengganti channel TV.

Lalu aku berpikir, apa telepon Vina? batinku. Lalu aku mengambil teleponku untuk menelepon Vina.

“Halo, Assalamualaikum”
“Halo, Wa’alaikumsalam maaf ini siapa?”
“Ini aku Arrel.”
“Oh ini Arrel, ada apa rel?”
“Begini vin, aku sangat bosan di rumah bagaimana kalau kita main Skateboard?”
“Wah, boleh tuh.. Aku tunggu di Taman biasa kita main ya.. sekarang! bye”
“Bye. Assalamualaikum”
“Wa’alaikumsalam”

Aku menutupnya, lalu aku bergegas ke garasi mobilku dan mengambil Skateboardku. Aku meluncur menggunakan Skateboardku itu menuju ke Taman yang berada di Perkomplekanku. Tak lama, aku pun sampai. Aku melihat Vina sedang memakan sebuah wafer.

“Cepat sekali kamu!!” seruku
“Hehehe, aku memang dari tadi di sini!” jawab Vina
“Dasar!” gumamku sambil merebut sisa wafer miliknya.
“Eh, kalau lomba… seru nih!” lanjutnya.
“Siapa takut?!” seruku lalu memulai lombanya dan aku yang menang.
“Hahaha! aku yang menang kan?!” seruku sombong.
“Ya, ya…”. jawab Vina malas.

Tak lama kami melihat ada Tukang es krim lezat di kompleksku, aku dan Vina langsung membelinya. Setelah itu,

“Hei! sepertinya sudah mendung tuh si Awan,” seru Vina sambil melihat Awan-awan di langit.
“Iya tuh pulang yuk!!” ajakku
“Ayo!” lanjut Vina. Kami berdua pulang, ke rumah masing-masing.

Beberapa menit kemudian, hujan membasahi Kotaku.

“Huuuft! beruntung aku sudah sampai” gumamku, lalu segera masuk ke dalam kamar. Di dalam kamar, aku bosan. Jadi, aku vidio call-an bersama Vina.

Setelah lama kita mengobrol, aku memutuskan untuk makan dahulu.
Di meja makan, ada sayur sop Ayam, Tempe goreng dan Teri disambelin. Makanan di rumahku itu sederhana semua kecuali cemilan.

Keesokan harinya. “Kok Vina tidak masuk? ada apa ya? nanti aku akan ke rumahnya” pikirku.

Tak lama, kami disuruh pulang karena para Guru ingin rapat penting. Aku yang biasanya bercanda bersama Vina, sekarang hanyalah diam aku berjalan menuju rumah Vina. Sampai disana.

“Teng.. nong…” aku memencet bel rumah Vina.

Tak lama pembantu rumah Vina ke luar dan mempersilahkan aku untuk masuk.

“Non Vinanya sedang pergi bersama keluarga ke rumah Nenek ingin pamit karena besok akan pergi” jawab mba Sirna pembantu Vina, ketika ditanya kemana Vina.
“Oh.. kemana perginya mbak?” tanyaku lagi.
“Keluarga Pak Hardi ingin pindah rumah ke Australia” jawab Mba Sirna.
“Termasuk Vina?” tanyaku lagi.
“Yaiyalah.. orang Non Vina anaknya Pak Hardi!” jawab Mba Sirna lagi.
“Oh.. terimakasih ya Mba…” kataku lalu pergi menuju rumahku.

“Apa benar vina mau pergi? Vina mau pindah ke Australia?” tanyaku dalam hati. Sampai di rumah, aku meng-SMS Vina.

SMS
Arrel: Hai Vina.. kamu dimana?
Arrel: Apa benar kamu ingin pindah ke Australia?

SMS ku itu belum dibalas mungkin Vina belum membacanya. Aku memilih untuk tidur siang, setelah aku bangun dari alam mimpiku. Setelah aku melihat handpone-ku lagi aku melihat SMS dari Vina.

SMS
Vina: Hai juga.. aku sedang berada di rumah Nenekku
Vina: Kamu tahu dari mana? apa Mba Sirna yang memberitahukannya?

Berarti benar dong!! Tak lama, Vina meng-SMS lagi

Vina:
Temui aku di Taman! Sekarang!!

Aku segera lari ke luar dan berlari secepat kilat menuju Taman. Setelah sampai di sana, tidak ada siapa-siapa. Tapi ada secarik surat aku mengambilnya lalu membacanya.

Untuk: Sahabatku Arrel.
Maaf sebenarnya aku tak mau menemuimu, tapi, itu karena aku tak mau membuatmu sedih Arrel. Aku serta kelargaku ingin pindah Rumah ke Australia karena Ayahku pindah tugas. Maaf semuanya memberatkan hatimu, sebenarnya aku juga tak mau meninggalkanmu tapi aku harus pergi.
I LOVE YOU FRIEND
VINA

Aku sangat sedih Sahabatku itu pergi aku genggam surat itu sambil menangis tersedu-sedu. “Andai dia masih di sini akan kupeluk dia erat-erat” batinku. Aku duduk di bangku Taman. Hanya aku saja

“Mengapa harus ada Perpisahan?” batinku. Aku menyesal telah berbuat yang kamu tak sukai.

Cerpen Karangan: Alviana Putri Azizah
Facebook: Alvianavii Putri

Nama panjang: Alviana Putri Azizah
Nama panggilan: Vina
TTL:13-05-2003
Nama Twitter: @Alviana_vii/ Alvianavii Bieber

Cerpen Perpisahan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Aku, Dia dan Sahabatku

Oleh:
Menurut psikologi, cinta itu harus diungkapkan Menurut agama, cinta itu harus dipendam sampai waktu yang tepat Menurutku, cinta itu ibarat sebuah kayu yang terhanyut dalam aliran sungai Kisah ini

Sahabat Sejati

Oleh:
Pada waktu acara mop (masa orientasi pramuka) diselenggarakan di sekolah dan berwisata ke Wulandira yang bertempat di serang banten dan tak jauh dari sekolah kami. Jika kami ingin berwisata

Crumbs of Heart

Oleh:
Ina, Ira, Putri, Aya, dan Nadia. Merekalah sahabatku. Kami duduk di kelas XII.A Putri di SMAN Suka Makmur Jakarta Selatan. Kami tidak pernah berpisah semenjak duduk di bangku SMP.

Kemah Akbar

Oleh:
“Jadi, kapan kemah akbar dilaksanakan?” Aku bertanya saat dia pulang dari rapat. “Jumat, tanggal 7-9 November 2014,” jawabnya seraya tersenyum aneh. Firasatku buruk. Deg! Sepertinya senyum itu isyarat bahwa

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *