Perpisahan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 6 January 2017

Dulu pada saat kelas 1-2 sd aku bersahabat dengan Nichlah dan Knya. pada kelas 2 semester 2 knya pindah sekoalah, entah apa alasannya ia meninggalkan kami.

Tahun terus berlanjut Aku dan Nichlah mulai mendapat sahabat baru yaitu Star Girls. ada aku, Nichlah, Sita, Dewi, Ayu dan Nabila. kami bersahabat mulai erat dari kelas 4.

Kebersamaan, kelucuan, kekocakan, kejailan para sahabatku ini selau membekas di pikranku. kenapa tidak?.

Yeah sekarang kami sudah kelas 6 semester terakhir. tentunya kami ingin memasuki SMP yang sama, tapi takdir berkata lain. aku masuk di SMPN 19 surabaya, Nichlah dan Dewi satu sekolah di SMPN 30 Surabaya, Ayu di SMPI raden paku, Nabila di SMP giki 3, sedangkan Sita dia mau mondok emtah dimana aku lupa.

Kami kalau kumpul yah bareng sama yang lain (satu kelas) itu pun kalau bisa. Sita pun sudah sulit dikabari. Ayu dan Nabila mulai asik dengan dunianya. Dewi si polos, nichlah dan aku masih sama seperti dulu, entah berubah atau tidak i dont know dan Knya dia satu SMPN denganku, syukurlah, tapi yah begitulah namanya juga orang pasti lupa.

Sahabat adalah orang yang selalu ada dikala susah dan duka. satu sahabat lebih baik dari pada seribu teman yang pergi disaat kamu susah.

INGAT!!! jangan lupakan sahabatmu walaupun ia telah melupakanmu
Karena friend remains a friend, not a former friend

Cerpen Karangan: Diana Puspita
Facebook: Diana Puspita

Cerpen Perpisahan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Ayah… Modus

Oleh:
Minggu pagi, Pak Badri sedang membereskan beberapa dus di warung. Bu Badri juga merapikan barang jual yang dipajang. Anak sulung Pak Badri, Vonni membantu Pak Badri menyusun dus. Anak

The Sychotic Witch

Oleh:
“Hei, bagaimana kabarmu? Sudah lama kita tak berjumpa.” Kemudian, gadis berambut coklat itu duduk di sebelahku. Aku hanya mengangguk-nganggukan kepalaku pertanda bahwa aku baik-baik saja selama ini. “Hilangkan kebiasaanmu

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *