Perpisahan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Penyesalan, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 3 March 2019

“Dir, sekarang kita pulang bareng yah?” ucapku sembari memohon.
“kaila kan aku udah bilang, sekarang sekarang ini kan aku lagi banyak tugas apalagi sekarang ini aku sibuk rapat osis.” kata nadira dengan pelan.
“ya udah deh aku pulang sendirian.” kataku dengan sebal.

Semenjak nadira menjadi ketua osis dia jarang pulang bareng sama aku lagi karena kesibukannya, walaupun aku berusaha untuk memahaminya tetapi aku selalu sedih dibuatnya.

Berminggu minggu nadira selalu sibuk dengan kegiatannya, setiap aku ajak pulang bareng dia selalu menolaknya. walaupun aku sampai menangis dia tetap saja tidak bisa.

Hari ini yang sangat buruk bagiku. saat berangakat sekolah aku menangis dengan tersedu sedu. aku berharap di sekolah nadira akan menghiburku.

Sesampainya di sekolah.
Aku memasang wajah sedih, dan berharap nadira akan bertanya tentang keadanku, tetapi tidak nadira seperti acuh sat melihatku. aku pun tidak bisa berbuat apa apa.

Pulang sekolah aku ingin mengajak nadira bermain ke rumahku karena kutahu sekarang dia tidak ada kesibukan lagi.
Tetapi saat kutanyakan kepadanya dia menolak dengan alasan ingin bermain dengan temannya.
Aku sedih, langsung menangis dan tidak bisa berbuat apa apa, saat dia tidak sibuk malah dia bemain dengan temannya.

Keesokan paginya karena rasa bersalah nadira pergi ke rumahku untuk meminta maaf padaku. Tapi itu sudah terlambat karena kemarin malam aku pindah rumah ke singapura karena ayahku ditugaskan kesana, itulah sebabnya kemarin aku menangis karena nadira tidak mau bemain denganku untuk terkhir kalinya.

Nadira yang mendengar cerita kepindahan itu dari bibiku menangis sejadi jadinya karena rasa menyesal yang tidak ingin bermain dengan temannya untuk terakhir kalinya

Cerpen Karangan: Rizkha
Facebook: rizkha Aulia

Cerpen Perpisahan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Mawar Putih

Oleh:
Sebab aku mengerti.. Apa yang dinamakan perasaan itu memang tak dapat dipaksakan Apalagi dibohongi.. Untuk itu aku tak berani berharap lebih jauh lagi Cukup aku biarkan semua ini mengalir

Usap Rambut Ku, Ma

Oleh:
Belaian tangan Ibu sangat dirindukan gadis kecil itu. Ia kesepian, tak hadir sayang yang dia harapkan. Ayahnya sudah wafat lebih dulu dua tahun silam. Hanya Babysitter yang setia menemaninya

Love And Friends

Oleh:
Pagi itu matahari hangat menyentuh kulitku dan Rena. Seperti biasa, kami akan pergi ke padang rumput menikmati indahnya kehangatan pagi bersama sapi-sapi. Rena adalah sahabatku sejak kecil, kami sudah

Bintang Tanda Persahabatan

Oleh:
Namaku Jannet Amalyn. Aku sekolah di St. Victoria, sekolah elite yang hanya diperuntukkan kaum hawa. Di sekolah tersebut, setiap murid wajib tinggal di asrama, bagiku hal itu tidak masalah.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *