Perpisahan Tanda Pertemuan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Perpisahan, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 14 October 2017

Setiap pertemuan pasti ada perpisahan. aku pun tak tahu, mengapa harus ada perpisahan dikehidupan ini. sampai akhirnya aku tahu. disetiap perpisahan juga ada pertemuan. tetapi ada juga perpisahan yang abadi yaitu perpisahan yang dipisahkan oleh maut.

“Vika ayo bangun nanti kamu telat lho ke sekolahnya”
“Iya ma lima menit lagi” ucap gadis itu sembari menarik selimutnya kembali.
“Sayang ini itu udah jam 6 lho”
“Haaa… jam 6, mama kenapa nggak bangunin vika sih” ucap gadis itu sambil bergegas pergi ke kamar mandi”

Vika. nama gadis cantik blesteran german itu. dia dulu mempunyai sahabat yang sangat ia sayangi, tapi itu tidak bertahan lama karena sahabatnya itu harus ikut pindah ortunya ke Jakarta. Nama sahabatnya itu adalah iqbal

“Haduhh syifa si vika ke mana sih padahal kan 5 menit lagi masuk”
“Iya ban bener banget nggak biasanya lho vika sampai setelat ini”
Iya.. mereka adalah sahabat vika mulai dari awal kelas 7 dulu, mereka adalah bani dan syifa.

“Haduhh guys maaf banget ya gue telat” ucap seorang gadis sambil membenarkan nafasnya yang masih ngos ngosan.
“iya iya, tapi untung aja lo nggak telat” ucap bani.
“Udah udah lihat tu bu ita datang” ujar syifa sembari nunjuk2 bu ita yang sedang di luar kelas.

Pulang sekolah
“Ehh vik jadi ke toko buku nggak?” tanya bani
“Kayaknya nggak jadi deh ban”
“Kenapa?” tanya syifa kembali
“Soalnya gue disuruh disuruh ayah pulang cepet hari ini katanya ada yang mau diomongin” jelas vika.
“O ya udah deh kalau gitu” jawab bani

“Ass bunda vika pulang”
“Waalaikum salam” jawab ayah dan bunda vika.
“eh ayah udah pulang” “ayah mau ngomong apa sih” lanjutnya sembari duduk.
“Gini sayang rencananya besok kita akan…” ucap ayah vika menggantung.
“Akan apa yah?”
“Akan pindah ke Jakarta” ucap kak steven (kakak vika).
“APA… kita pindah ke jakarta”
“Iya” icap bunda dan ayah barengan.
“Ya udah kalau gitu sekarang kamu siap siap ya” ucap bunda
“Iya bun.. tapi vika boleh ketemu sama bani sama syifa dulu bolehkan bun”
“Iya boleh kok”

Sekarang vika, syifa dan bani pun sudah ngumpul di rumah syifa.
“Emm guys gue mau ngomong sesuatu nih”
“Ngomong apa sih vik?” tanya bani bingung
“Iya nih vika nggak biasanya” lanjut syifa
“Gue besok mau pindah ke Jakarta” ujar vika
“APA..” ucap bani dan syifa barengan
“Lo kagi bercandakan vik” ucap syifa yang sudah mulai menangis.
“Gue nggak bercanda fa”
“Gue nggak mau kehilangan orang yang gue sayang vik” ucap bani sembari memeluk vika.
“Gue juga nggak mau ban. tapi harus gimana lagi ini udah keputusan ortu gue” jelas vika sambil menangis
“Hiks hiks gue pulang dulu ya” ucap vika
“Lo jangan pernah lupain kita ya vik” ucap syifa sembari memeluk vika
“Iya lho harus janji kalau lo bakal balik lagi ke sini” ucap bani
“Gue janji gue bakal balik untuk nemuin kalian lagi karena kalian adalah sahabat gue”

Keesokan harinya di dalam mobil
“hhh.. kenapa harus ada pertemuan kalau akhirnya ada perpisahan” ucap vika
“Disetiap perpisahan juga ada pertemuan kok dek” ujar kak steven
“Maksud kak stev apa?”
“Siapa tahu aja kamu ketemu sama iqbal”
“ucapan kak stev ada benernya juga ya” batin vika

“Akhirnya sampai juga” ucap vika sembari merebahkan badannya di kasur
“Semoga omongannya kak stev tadi bener kalau aku bakal ketemu sama iqbal” ucap vika
“Iqbal…”
“Lho kok ada yang manggil iqbal ya kayaknya dari tetangga sebelah deh. apa jangan jangan.. ah vika ngaco ah” ucap vika
“Mending gue keliling keliling aja deh biar gak bosen” kanjutnya.

Setelah keliling keliling vika bertemu dengan kak steven sedang ngobrol sama orang yang mukanya nggak asing bagi vika
“Kak RANDY”
Iya nama orang itu adalah randy lebih tepatnya rendy adalah kakak iqbal.
“Eh vika apa kabar?” tanya kak randy
“Baik kak kalau kakak?” tanyanya balik
“Baik kok. oh iya kamu nggak mau ketemu sama iqbal?” ucap kak randy
“Emangnya rumah kakak mana?”
“Itu..” ucap kak randy sembari menunjuk rumah sebelah.
“Ternyata bener tadi aku nggak salah denger” batin vika

“doorr” ucap kak stev mengagetkan vika
“Ihh apaan sih kak stev” ucap vika kesel.
“Lagian ngalamun aja lagi ngalamunin iqbal ya” goda kak stev
“Apaan sih ya udah aku mau ketemu iqbal dulu ya bye” ucap vika sambil lari

Di rumah iqbal
“Assalamualaikum..” ucap vika
“Waalaikum salam” jawab seseorang di dalam rumah
“IQBAL” ucap vika sedangkan iqbal hanya mengerutkan dahi
“aku vika sahabat kecil kamu” ucap vika meyakinkan iqbak.
“Ya allah kamu vika apa kabar?” ucapnya yang mulai ingat
“Baik kalau kamu?”
“Baik juga yuk masuk?”
Mereka pun akhirnya terlibat dalam perbincangan.

Selama 30 menit sudah mereka saling mengobrol
“Jadi selain kamu ikut ortu kamu, kamu juga berharap ketemu aku?” tsnya iqbal
“Iya dan alhamdulillah rumah kita sampingan” jelas vika.
“Vik sebenarnya aku tuh sayang banget sama kamu saat aku pulang ke bandung aku pergi ke rumah kamu tapi kata tetangga kamu, kamu sudah pindah. jadi pupus sudah harapan aku. tapi alhamdulillah kamu malah pindah ke sini, jadi aku punya sahabat yang baik seperti kamu lagi” jelas iqbal
“Iya bal tapi kamu janji ya gak akan ninggalin aku lagi kayak dulu” ucap vika
“Iya aku janji” balas iqbal”
Sejak saat itu mereka berdua semakin dekat dan mereka menjalani hari hari dengan canda dan tawa

TAMAT

Cerpen Karangan: Aurelya Vika N.W
Facebook: Aurelya vika
Namaku Aurelya Vika Navisa Wurianti. aku biasa dipanggil vika. sekarang aku duduk dikelas 8 d ismp negri 1 kunduran.

Cerpen Perpisahan Tanda Pertemuan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Best Friends

Oleh:
Sifa, Fara, Fanda dan Affa adalah sahabat sejati. Mereka sudah sangat dekat dan bersahabat. Bahkan mereka sudah menganggap satu sama lain sebagai saudara, karena mereka ber-4 sudah bersahabat sejak

Yudha untuk Sahabatku

Oleh:
Kring… kring… kringggg… Bunyi alarmku membangunkanku. Aku pun segera bergegas untuk mandi. Setelah sudah siap aku pun bergegas berangkat ke sekolah. “ma, aku berangkat dulu yaa.” Pamitku pada mamaku.

First Love Never Die

Oleh:
“Wit, tunggu gue ya ntar kita pulang bareng!” teriak Kania yang buru buru masuk kelas setelah terdengar bel yang menggema. Itu tak lain adalah bel sebelum pelajaran terakhir. Mereka

Kenyataan Buat Tarin

Oleh:
“Sudah lama menungguku?“ tanyaku yang baru saja sampai di halte tempat bus yang akan membawa aku dan Dika ke kampus. “Tidak kok, Tarin. Ayo naik, tuh bisnya sudah hampir

I’m lost!

Oleh:
“I miss you so!!! here around me, so many people, but yet so alone.” Rasanya aku ingin berteriak sekencang-kencangnya Di tempat ini, tempat dimana kita pertama bertemu Kau dan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *