Perpisahan Termanis

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Perpisahan, Cerpen Persahabatan, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 18 February 2017

Hujan deras telah membasahi sekumpulan anak yang sedang bercanda gurau di taman dan sedang menunjukkan kebebasannya itu, mereka bernama Lina, Wina, Ifah, Jihan dan Zahra. Mereka telah bebas dari soal soal ujian kemarin, dan akan berakhir masa SD nya itu. “Yeeahh akhirnya ujian selesai jugaa..” kata Wina dengan perasaan gembira. “Bebas juga dari semuanya.. Yeehhh kita bisa main sepuasnya nggak ada lagi belajar belajar kaya dulu.. Hahahaa…” sahut Lina “ahahahaaa aku seneeng banget.. kita bisa kaya gini lagi sekarang.. Sampe sampe kita basahh semuanya” kata Jihan. “Eeh tapi tunggu deh” tiba tiba zahra menghentikan kegembiraan saat itu. Semua termenung seketika dan berfikir. “Setelah ini apa kita bisa kaya gini lagi? Kita ini udah pisah setelah ini, kenapa malah pada seneng? Apa kalian bahagia kalo kita semua pisah?” kata Zahra dengan perasaan kesal. Lalu Jihan menjelaskan “Maksud kita bukan kaya gitu Zah, kita cuma lagi bebas karena ujiannya udah selesai sekarang” dan Lina menyambungkan “Iya zah kalo kita pisah kita juga nggak bakalan lupa sama semuanya, suatu saat kalo udah pisah, kita bisa kaya gini lagi. Tenang zah”. “Aku takut kehilangan kalian, aku takut nggak punya temen kaya kalian lagi, aku takut kalian semua bakalan ninggalin dan nglupain aku. Aku takut sama semuanya. Hiiks.. Hiiks..” kata Zahra. Seketika suasana gembira itu menjadi suasana haru dan menyedihkan. “Zahra kita janji setelah kita pisah kita bakal selalu inget sama kenangan kita, kita nggak bakalan ngelupain kamu, jadi jangan sedih lagi yah..” kata ifah. Dan mereka memeluk zahra dan menghapus air mata kesedihan Zahra.

Hari demi hari pun sudah dilewati mereka, saat ini pengumuman hasil ujian mereka telah diumumkan. Mereka telah merencanakan bertemu di taman setelah mengambil pengumuman ujian. Dan sekarang mereka sedang berkumpul di taman itu.”hay guyss.. Sorry telat” sahut Jihan yang datang paling akhir. “Iya nggak papa sini duduk” kata Ifah. “Ooh iya berapa nem kamu Fah?” tanya Lina. “Aku dapet nem 25,2 yah lumayan lah, kalo kamu?” “Aku dapet 24,7 hehe.” kata Lina, dan lina bertanya “kamu berapa zah?” “hah? Aku? Aku dapet 24,0, hehe ih paling jelek aku sendiri tau, kalo kamu Han?” Zahra bertanya kepada Jihan “kalo aku sih 26,6” kata Jihan. “Ciee gede sendiri nemnya. Aku kasih hadiah mau?” Kata ifah. “Biasa aja lah.. Mau dong, mana hadiahnya?”. “Hadiahnya ucapan selamat yah udah dapet nem gede ahaha..” ledek Ifah. “Iih sebel deh kirain juga hadiah beneran.” jawab jihan. “Ahahaha..” mereka menertawakan jihan bersama sama.

Beberapa hari kemudian, hari perpisahan pun tiba. Semua bersiap siap untuk acara tersebut. Mereka berkumpul di salah satu ruangan untuk mempersiapkan acara itu. “Oke anak anak, kalian udah siap kan, udah hafal semua lagunya, udah hafal urutannya kan?” tanya salah satu bu guru. “Iya bu guru.” jawab kami bersama sama.

Acara pun dilaksanakan berbagai lagu dinyanyikan seperti lagu hymne guru dan terima kasihku, dan lain lain. Dan salah satu siswa mewakili untuk membacakan kata perpisahan.

Untuk Teman
Teman, sudah saatnya kita berpisah
6 tahun telag kita lalui bersama
Suka duka telah kita rasakan bersama
Banyak kenangan yang indah bersamamu teman
Tolong maafkan semua kesalahanku teman
Jangan lupakan aku dan jangan lupakan kenagan kenangan indah kita teman.
Jadikanlah perpisahan ini menjadi perpisahan yang termanis.
Terima kasih teman untuk segalanya.
Ini kunyanyikan lagu perpisahan termanis untuk kalian semua

Jadikan ini perpisahan yang termanis
Yang indah dalam hidupmu sepanjang waktu
Semua berakhir tanpa dendam dalam hati
Maafkan semua salahku yang mungkin menyakitimu…

Selamat tinggal teman
Perpisahan ini menjadi Perpisahan Termanis…

TAMAT

Cerpen Karangan: Fatimatuz Zahra
Facebook: Fatimatuz zahra

Cerpen Perpisahan Termanis merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Keheningan Putih

Oleh:
Pagi itu, semuanya putih berbalut keheningan pagi. Aku seakan tak berdaya dibuatnya. Hembusan angin pagi tak bisa kurasakan karena tak tertembus oleh jendela yang tertutup. Tepat di sebelah tempat

Sekolah Kesayanganku

Oleh:
Perkenalkan nama saya “Cindy.” Saya baru pindah ke sekolah ini dan saya sedang mengalami masa orientasi siswa (MOS). Tak ada satu pun teman yang saya punya dan tiba tiba

Shonichi (Hari Pertama)

Oleh:
Tanggal 10-10-10 tepat aku pertama bersekolah, sekolah yang aku impikan disaat aku smp, sekarang aku di sma terkenal di daerahku. Hati ini senang sekali, itu semua berkat doa orangtua

Kau Hebat Nak

Oleh:
Sinar matahari masuk ke dalam kelopak mataku. Aku pun menyadari, Jika aku… Aku kesiangan!!. Aku pun bergegas bangun dari tempat tidur dan segera masuk ke kamar mandi. “Aduh, Aku

Weirdest Couple

Oleh:
Hari itu hari minggu, Sandy masih terduduk di depan monitor dengan mata merahnya yang berkantung. Sambil mengenakan headphone dan kedua kakinya naik di atas kursi tempat ia duduk. “Woi!!!”

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *