Persahabatan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Perpisahan, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 17 December 2015

Ketika langit mulai gelap dan air hujan sedikit demi sedikit menetes, kami pun dengan tergesa-gesa berlari menuju tempat kami memarkirkan sepeda. Lalu kami segera pulang dan meninggalkan tempat persahabatan kita. “lusa atau minggu yang akan datang jangan lupa mengabariku ya untuk bermain ke tempat itu lagi!!” teriak salah satu sahabatku yang bernama Murni.

“aku akan memastikan dulu hari apa aku diperbolehkan main” jawab Dina, sahabat terbaikku, aku hanya tersenyum mendengarkan mereka. Setelah itu kami berpisah dan pulang ke rumah masing masing. Dan waktu berganti, hari yang kita tunggu pun telah tiba, saatnya kita berolahraga sekaligus bermain ke tempat persahabatan kita.

Di saat itu kita membuat kenangan-kenangan terindah yang hingga kini tidak terlupakan, kita bercanda tawa, berbagi kisah, menulis diary dan menghanyutkan sebuah botol yang di dalam botol itu terdapat selembar kertas yang tertulis doa-doa tentang sahabat kita. “aku harap botol ini bisa hanyut dengan lancar, dibawa air tanpa ada sampah yang menghalangi” ucapku.
“iya.. sehingga persahabatan kita pun berjalan dengan lancar..” sahutan Dina mendoakan.
“sepertinya hari mulai siang, matahari telah datang dan embun pagi telah sirna, mungkin sebaiknya kita pulang,” ajakan Murni meninggalkan tempat itu.

Memang sejak kita menemukan tempat itu kita sudah menjadi sahabat dan karena tempat itu indah kita jadikan tempat itu tempat rahasia persahabatan kita. Walau sebenarnya sudah banyak orang yang tahu. Beberapa hari kemudian kita kembali bermain ke tempat itu untuk menghilangkan rasa rindu dengan udara segar yang ada di sana. Sembari kita bercerita kita memainkan ilalang-ilalang yang tertanam indah di sana, betapa bahagianya aku di saat itu. Aku bisa selalu berbagi kisah dengan sahabat-sahabat setiaku. Tapi sayang sekali kebahagiaan dan kebersamaanku dengan sahabat tidak berlangsung lama.

Di saat kami telah beranjak remaja Murni dipaksa oleh kedua orangtuanya untuk meneruskan sekolah di padang selamanya. Sebenarnya dia juga tidak mau karena itu akan merusak hubungan persahabatan kami tapi apa boleh buat akhirnya aku dan Dina mengucapkan selamat tinggal pada Murni dengan tetesan air mata kita berpisah.

“selamat tinggal sahabatku, maafin aku ya kalau aku pernah berbuat salah pada kalian di saat aku bercanda mungkin ada kata-kataku yang tidak enak..” ucap Murni yang akan meninggalkan kita.
“iyah tidak apa-apa, sudah kita maafkan kok.” jawabku.
“maafkan aku juga karena aku, hubungan persahabatan kita akan rusak.” ucapan Murni dengan menyesal.
“iyah sebenarnya aku tidak mau hal ini terjadi tapi kan kamu harus mengikuti kata orangtuamu.” jawabanku untuk menyemangati Murni.

Bus yang akan ditumpangi Murni pun akhirnya datang, dia pun masuk dan duduk di bangku dekat jendela setelah itu busnya jalan dan Murni melambaikan tangan pada kita. Seandainya kita suatu saat bisa bersatu lagi kita pasti akan menjadi sahabat yang setia seperti dulu.

Sekian

Cerpen Karangan: Ayu Puji Rahayu
Facebook: Ayu

Cerpen Persahabatan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Tegar, Sahabat Kecilku

Oleh:
“Kak sepatunya disemir, ya?” Janu melihat anak kecil dekil dan kurus sedang tersenyum menawarkan jasanya. Dengan sebal, Janu mengibaskan tangannya. “Hus! Sana kamu! Ganggu aja, entar sepatuku malah rusak!”

Antara Aku, Kau dan Dia

Oleh:
Kriiinggg!! Bel tanda istirahat berbunyi. Anak-anak berhamburan ke luar kelas, tetapi tidak denganku… aku masih terdiam di kelas sambil memandangi awan di luar jendela dan membayangkan masa-masa yang pernah

Gara Gara Cicak

Oleh:
“Woy, Jadi gak ke rumah gue ntar siang?” Ucapku sambil sedikit teriak. “Iya dong, tentu saja. Ntar aku mau bawa Netbook ah, rumahmu ada wifi-nya kan?!” Ucap salah satu

Pelangi Senja

Oleh:
Sore itu benar-benar dingin, angin-angin senja yang berhembus membuatku terlelap dalam dinginnya sore ini. Entah mengapa sudah dari siang hujan tak henti juga. Mungkin langit mengerti tentang apa yang

Kenanganku Bersamanya

Oleh:
Pagi itu terasa sangat melelahkan padahal hari minggu, dan di hari itu juga aku mengenal wanita yang baru dihidupku, maklum aku masih duduk di bangku SMP kelas 8, aku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *