Persahabatan Sang Semut dan Gajah

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fabel (Hewan), Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 24 October 2017

Suatu hari ada seekor semut yang sedang mengelilingi hutan. Dia sedang mencari sahabatnya dan akhirnya sang semut bertemu dengan sahabatnya gajah.
“Hai gajah! Apa kabar? Sudah lama kita tidak bertemu” Sapa semut. “Oh hai juga semut. Apakah kau bisa melihat aku sedang sibuk? Jadi jangan ganggu aku semut!” Bentak gajah. “Maafkan aku gajah, aku tidak tau kalau kau sedang sibuk” ucap semut sedih. “Ya! Kau memang takkan tau. Karena ukuran badanmu tidak sebesar ukuran badanku!” Ucap gajah meremehkan. Semut pergi meninggalkan gajah dengan rasa sedih.

Di perjalanan, kelinci melihat semut yang sedang sedih. “Semut, mengapa kamu sedih? Mengapa wajahmu terlihat kusam?” tanya sang kelinci. “Aku tak apa apa kelinci.” Ucap semut. “Ceritakan saja semut, mungkin aku dapat memberikanmu suatu solusi.” Ucap sang kelinci. “Baiklah. Jika kamu memaksa. Jadi tadi di jalan aku bertemu dengan sahabatku gajah. Tapi gajah mengejekku. Kata gajah tubuhku kecil dan tubuhku tidak sebesar gajah” ucap semut sedih. “Semut ingat satu hal ini. Semua orang mempunyai banyak kelebihan maupun kekurangan. Itu mungkin kekuranganmu, tapi kamu pasti memiliki suatu kelebihankan?” ucap kelinci. “Ya. Kau benar kelinci. Aku mungkin mempunyai kekurangan tapi aku akan menutupnya dengan kelebihan.” Ucap semut. “Sebaiknya kau tanyakan kepada gajah secara baik baik. Apakah dia marah denganmu? Dan berilah sesuatu untuknya” Solusi kelinci. “Baiklah kelinci, makasih atas solusimu. Aku pergi dulu kelinci.” Kata sang semut.

Semut pergi menuju sarangnya. Dia akan memberikan kalung persahabatan untukn gajah. Setelah selesai merangkai kalung tersbut. Dia pergi ke rumah gajah.
“Permisi ibu gajah, apakah saya boleh menemui anakmu?” tanya semut. “Oh tentu boleh semut. Silahkan masuk, pasti anakku sangat senang berjumpa denganmu” Jawab sang ibu gajah. Aku segera masuk ke dalam rumahnya. “Anakku, di luar ada sahabatmu semut, kamu sebaiknya bertemu dengannya sebentar” Ucap ibu gajah. “Iya bu” Ucap gajah. Gajah segera menemui semut.
“Ada apa semut? Aku tidak memiliki banyak waktu untuk mengobrol denganmu!” ucap gajah meremehkanku. “Gajah, apakah kau marah denganku? Tolong jelaskan kenapa kau marah denganku.” Tanya sang semut. “Buat apa? Bukannya kamu sudah mengetahuinya apa kesalahanmu?” ucap gajah.

“Apa karena aku kecil? Jadi aku tak layak berteman denganmu? Maafkan aku gajah. Aku memang kecil tapi aku akan menjadi sahabatmu yang setia, yang selalu ada buatmu dan aku tidak akan meninggalkanmu begitu saja.” Jelas sang semut. “Jadi apa maumu?” tanya gajah.
“Aku ingin kita seperti dulu, yang selalu bersama sama, aku tidak ingin ada permasalahan di antara kita, aku memang tidak sebesar dirimu. Tapi aku akan selalu mendukungmu. Bukannya setiap diri kita pasti ada kekurangan dan kelebihan? Ya kekuranganku adalah ukuran tubuhku yang sangat kecil, dan kelebihanmu kamu memiliki ukuran tubuh yang besar. Kita bisa menutup kekurangan kita dengan bersama kan?” ucap sang semut. “Maafkan aku semut, aku memang egois denganmu. Aku berjanji tidak akan mengulangi hal tersebut. Maukah kau mengulaginya dari awal?” ucap gajah. Semut hanya mengangguk.

Semenjak saat itu semut dan gajah selalu bersama sama. Mereka selalu pergi bersama, bekerja bersama dan selalu ada disaat semut atau gajah sedang membutuhkan.

Cerpen Karangan: Nadila Maulida
Facebook: Nadila Maulida Sanusi

Cerpen Persahabatan Sang Semut dan Gajah merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Gadis yang Sama

Oleh:
“Kau mencintainya?” tanya Fahmi pada Andi, sahabatnya itu. Gerak-gerik sahabatnya memang tidak salah lagi menunjukkan perasaan yang spesial pada seorang gadis cantik di kelasnya. Fahmi penasaran jawaban apa yang

Facebook to Love

Oleh:
“gita, walaupun aku kenal kamu Cuma dari facebook, tapi aku ngerasa kita udah cocok. kalau kita chatting kita selalu nyambung, kamu mau jadi pacar ku?” andi mengirimkan pesan ke

Untuk Sahabat

Oleh:
Jam menunjukkan pukul 2 siang. Ponselku bordering, ada pesan masuk dari Vivi. “Chita, udah lama nunggu ya? Lima menit lagi aku nyampe, macet nih,” “Tenang aja Vi, aku lagi

Selamat Tinggal Komposer Cilik

Oleh:
Suara alunan musik piano itu membuat Mulan serasa seperti berayun di atas not-not balok yang bertebangan ke udara. Yap, siapa lagi kalau bukan Bitha yang memainkan piano dengan suara

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *