Persahabatan Yang Tak Disadari

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fabel (Hewan), Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 19 February 2016

Suatu hari di sebuah hutan ada seekor monyet bernama Monmon, Monmon mempunyai sifat yang sangat serakah dia tidak menyukai pertemanan dan juga hal baik lainnya, para hewan di hutan juga sangat membencinya. Kebalikannya dengan Monmon, Coco adalah monyet yang sangat baik, dia tidak mempunyai satupun sifat buruk, dia sangat baik dan juga sangat menyukai pertemanan.

Suatu hari Coco bertemu dengan Monmon, Coco mencoba untuk tersenyum dan menyapa Monmon.
“Hai Monmon, apa yang sedang kau lakukan di sini?” sapa Coco dengan sangat sopan.
“Eeh monyet tolol, ini hutan, ini adalah tempat yang sangat luas, jadi apa yang harus aku lalukan atau apa pun yang aku lakukan kau tidak harus tahu itu,” jawab Monmon dengan sangat sombongnya seakan hutan itu adalah milik Monmon, agar tidak terjadi pertengkaran, Coco akhirnya pergi meninggalkan Monmon sendirian.

Ketika berjalan, Coco melihat seekor ular besar yang kelihatannya sangat kelaparan, Coco bersembunyi di balik semak-semak lebat agar tidak dimakan oleh ular itu. Ular itu pun terus berjalan karena tidak melihat hewan apa pun berkeliaran di sana. Setelah lama berjalan ular pun melihat Monmon, dengan tanpa kasihan ular itu langsung menerkam Monmon, sayangnya Monmon langsung melarikan diri sembari berteriak.

“Tolong!!! Tolong aku!!!” suara teriakan Monmon sangat keras hingga Coco mendengarnya, Coco pun mengikuti arah suara itu berasal dan benar saja perkiraan Coco benar bahwa itu adalah suara Monmon, Coco berteriak pada ular itu. “Hei ular besar, jika kau lapar jangan kau makan monyet itu, lebih baik makan aku, ayo makanlah aku!”

Mendengar perkataan Coco, Monmon menjadi sangat kasihan dan merasa bahwa Monmon selalu meragukan Coco, akhirnya ular itu pun mendekati Coco dan langsung menerkamnya, pada saat itu juga Monmon berteriak, “Tungguuuu!!! jika kau ingin memakan sahabatku, kau juga harus memakanku,” ular itu pun kegirangan, ia pun langsung ingin memakan Coco. Tapi Coco melempar mulutnya dengan batu besar. Ular itu pun tersedak dan merasakan sesak.

Ular itu tidak bisa bernapas dan akhirnya ular itu pun mati. Monmon langsung menghampiri Coco, mereka berdua berpelukan. Monmon memeluk Coco dengan sangat erat sambil berkata, “Kau benar benar sahabatku, maafkan aku karena aku telah meragukan kebaikanmu,” Coco membalas perkataan Monmon, “Kita adalah sahabat.” Dan mereka pun hidup saling tolong menolong tanpa adanya permusuhan di antara mereka.

Cerpen Karangan: Sirrotul Anjalina
Halo!! Nama saya Sirrotul Anjalina, saya pertama kali menulis cerpen di sini, jadi maaf ya teman-teman kalau ada banyak kesalahan yang saya lakukan.

Cerpen Persahabatan Yang Tak Disadari merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Posesif (Part 2)

Oleh:
“Lizz,” Nessa memecah keheningan tiba-tiba yang muncul di antara mereka berdua. “Ya?” “Seandainya Ari bilang kalau dia suka sama lo gimana?” ‘Deg’ Lizzie menghentikan langkahnya, ucapan Nessa memenuhi pikirannya.

Makhluk Mati dan Benda Hidup

Oleh:
Langit abu berangsur-angur menjadi gelap. Gemuruh guntur sayup-sayup terdengar berbarengan dengan gema adzan isya. Rintik hujan mulai jatuh membasahi atap amben bambu. Nampak kekecewaan timbul pada wajah pengunjung warung

Cinta Terlarang

Oleh:
BRAKKK!!! Rabu pagi yang cerah itu dikejutkan dengan suara ribut-ribut dari kantinnya Bu Asih. Suasana kantin yang asalnya riuh rendah, penuh dengan celotehan anak-anak SMA 3 Palangka Raya tiba-tiba

Sahabat Kecilku

Oleh:
“Ini, buat kamu”, seraya menjulurkan bunga edelweis. “Ini kan…”, belum sempat ku menyelesaikan kata kataku, tiba tiba dia memotong ucapanku. “Iya, dulu kan kamu pernah minta ini kalau aku

Pertengkaran Pertama

Oleh:
Jumat, 25 Agustus 2013. Seperti biasa hari ini aku pergi sekolah. Aku adalah siswi di salah satu sekolah menengan pertama di kota Pasuruan. Sekarang aku sudah berada di kelas

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *