Persaingan, Banyak Persaingan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Segitiga, Cerpen Persahabatan, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 4 October 2016

Sialan! Ini semua gara-gara cowok pindahan itu, Akihiro! Kenapa dia harus lahir di Jepang dan jadi keturunan Jepang? Kenapa dia jadi famous banget di 8-4 dan di angkatan? Dan, lagi, kenapa, KENAPA, dia harus berbakat robotik? Aku, Milicent, jago robotik. Aku keturunan luar negeri, Singapur doang sih. Tapi itu kan negara maju!! Kenapa? Kenapa bakat robotikku tidak dihargai? Kenapa hanya Akihiro saja yang dianggap?

Beberapa hari belakangan aku sibuk memperhatikan Akihiro. Aku sadari bahwa Akihiro bersikap terbuka dan baik ke semua orang. Beda denganku, yang dingin, tertutup, dan selalu di duniaku sendiri. Kecuali ke sahabatku Nindi. Dan ke jurnalku. Bahkan Nindi gak tau beberapa hal yang ada di jurnalku. Yah, mungkin aku harus lebih terbuka.

Gak sengaja aku nguping obrolan Akihiro dan teman dekatnya Audi.
“Oh, itu. Gak apa-apa kok! Pasti bisa! Fight!” kata Audi.
“Makasih Audi! Jujur aku takut banget. Guru les robotikku galak!”
APA?? AKIHIRO LES ROBOTIK? CURANG BANGET!!! AKU JUGA MAU KALI. OTODIDAK ITU SUSAH!

Jadi, aku curhat ke Nindi soal ini.
“Curang, kan? Pantesan jago.. ternyata ikut les!” keluhku.
“Gak tau, ya, menurutku bagusan otodidak. Chef Ina Garten gak pergi ke akademi memasak, tapi lihat dia sekarang! Jadi Chef terkenal dan presenter di Food Network!” balas Nindi ngawur.
“Gitu, ya.” kataku.
“Oh, ya, aku juga akan membantumu mengalahkan rivalmu itu. Tipku sekarang: Tunjukkan keahlianmu! Jangan diem aja! Gak bakal dianggaplah, kamunya gak nunjukin! Show ‘em what you got, pinter!”
“Tapi, gimana?”

Operasi Mengalahkan Rival dimulai hari ini. Hari ini aku bawa robotku. Aku akan menunjukkannya ke Nindi, yang pura-pura baru tahu aku bisa robotik. Lalu, Nindi akan mengumumkannya ke teman-teman yang lain. Lalu, (maunya sih) yang lain bakal kagum. Dan, untungnya lagi, di sekolahku boleh bawa mainan, asal gak dimainin di jam pelajaran.

Aku mulai menyalakan robotku. Terdengar suara drrr yang keras, lalu robotku hancur berkeping-keping.
Ada yang menyabotase robotku!
“Kenapa?” Nindi bertanya dengan santainya.
“Kamu gak liat kenapa? Robotku rusak! Aku tau ini dirusak orang, karena aku sudah mengetes robot ini 20 menit yang lalu, dan tidak ada yang salah. Lalu aku ke luar kelas…” kataku berusaha mengingat-ngingat, “Saat kembali, aku langsung menyalakan robotku dan ini yang terjadi.. ”
“Oke! Batalkan misi! Mari mulai misi baru, yaitu ‘Operasi Siapa Sih yang Merusak Robotnya Milicent!’” kata Nindi ngawur.
Aku hanya pasang muka ‘iya aja, deh’.

“Milicent!!! Aku blank!!! Gak punya ide untuk ngelanjutin Ops SSyMRM! Help me!!!” keluh Nindi.
Tuh, kan. Awalnya doang semangat, giliran disuruh kerja, males. Dasar Nindi!
Anyways, aku tahu caranya mengerjakan Ops SSyMRM. Sebuah ide mulai terbayang di kepalaku.
“Nindi,” kataku. “Aku tahu harus gimana.”
Kok aku kedengeran keren, ya, pas ngomong gitu? Hehe.
“Gimana?”
“Sekarang kita perlu nulis nama-nama orang yang kita anggap tersangka.”
“Oh.. sip, sip.”

DAFTAR NAMA TERSANGKA!!!
– Akihiro
– Firei, fans berat Akihiro
– Kamila, my ex-best friend
– Auriel, anak famous yang selalu manggil aku nerd
– Cowok-cowok 8-4 yang selalu mem-“waw!!!!”-in Akihiro setiap dia jawab pertanyaan guru.
– Adiknya Akihiro? Eh, nggak mungkinlah, dia masih bayi.

“Kalo udah, gimana? ” tanya Nindi.
“Kalo udah, kita awasin terus orang-orang di daftar ini selama, er… tiga hari.”
“Waw!!! Kayak mata-mata?”
“Iya, gitu deh.”

Hari ini aku dan Nindi mulai memata-matai orang. Yang aku sadari adalah, semua tersangka bersikap jutek kepada kami. Kecuali Akihiro. Dia bersikap cuek, tapi tidak dalam arti yang negatif. Hanya cuek saja. Oh, dan cowok-cowok itu? Mereka ngeselin. Membuatku pengen pindah kelas.
Aaah, aku bingung!

Tiga hari setelahnya.
“Aku confused, Nin! Bingung! Gak ada tanda-tanda yang nunjukkin siapa pelakunya! Aku harus gimana?” keluhku.
“Lah, kok nanyanya ke aku! Aku sendiri juga bingung, kali. Sudah, ya, aku mau ke toilet sebentar! Udah kebelet!”
Hhh… di saat seperti ini Nindi itu ngeselin banget, dah! Sahabatnya kebingungan, malah ditinggalin! Ergh… pengen rasanya meledak, deh. Bukan secara harfiah tentunya. Maksudnya marah, teriak-teriak, mukul, nonjok, nyabet..
Tapi aku gak bisa. Bahkan teriak aja gak bisa. Nindi pernah bilang menurutnya aku terlalu sopan. Satu-satunya caraku meredakan amarah ini adalah dengan.. keluyuran keliling sekolah!
Dan itulah yang aku lakukan. Aku keluyuran. Turun dari lantai 2, melewati kelas 7-3, 7-4, 7-5, masuk ke kantin, pergi ke kolam ikan..
Di situlah aku sekarang. Di kolam ikan. Memikirkan tentang robotku yang rusak, Nindi yang gak pedulian, Akihiro yang akan selalu lebih populer dariku..

“Milicent? Kamu ngapain?”
Suara itu familiar! Apa itu.. Tapi.. tapi itu tidak mungkin! Kita musuhan!
Kutengadahkan kepalaku. Dan, ya, itu dia.
Akihiro.
“Lagi bengong.” kataku cuek.
“Oh.. boleh aku kasih tau sesuatu gak?” katanya.
Nah, ini. Kayaknya dia mau ngaku dia yang rusak robotku deh. Good.
“Jadi.. I like you. A lot. Dari pertama jadi murid pindahan di sini aku udah ngelirik kamu, Milicent. Jadi..”
DEG! Apaaaaa? Itu bukan hal yang kutebak akan terjadi!!!
“Tunggu sebentar,” aku memotongnya. “Apa maksudmu dengan itu? Suka yang kagum, atau suka yang love, atau apa?”
“Lebih dari kagum. Tapi, bukan suka yang love. Jadi, mau jadi sahabatku? Bukan pacaran tentunya. Kita baru kelas 8, kan?” katanya. “Kita bisa membuat masterpiece tentang robot bersama,” lanjutnya.
“Kalau itu ajakan bersahabat, sih.. Oke. Aku mau. Jadi sekarang kita bersahabat?” tanyaku.
“Sahabat.”

Aku belajar satu hal hari ini. Nindi adalah anak yang cemburuan banget!!! Aku sedang ngobrol di kantin sama Akihiro beberapa saat setelah kita baikan. Aku melihat Nindi lewat, lalu aku ngelambai dong. Lah, dia malah cuekin!!! Aduuuh!! Satu masalah selesai, muncul lagi masalah baru. Hidupku udah kayak novel!!!

Sudah jam pulang sekolah. Aku masih penasaran dengan Nindi yang cuekin aku dari tadi. Kenapa sih anak itu? Kuputuskan untuk meng-IM-nya.

milicent: nindi, kamu kenapa?
Nindya Marisa: It is embarassing for me to say it, but I am jealous.
milicent: apa? kenapa?
Nindya Marisa: Masalahmu dengan Akihiro. Aku mendukungmu sepanjang jalan, Milicent. Saat aku tidak ada, kamu menyelesaikan masalahmu sendiri. Membuatku merasa useless, tahu!

Oh, no. Kalau Nindi pake bahasa baku, berarti dia marah banget dan gak mau berurusan sama orang yang dia lagi keselin itu lagi. Hadeeeeh, Nindi! Bukan aku juga yang ninggalin temen pas lagi bingung! Huh!

milicent: itu bukan salahku! akihiro yang deketin aku dan ngajak gak musuhan lagi. lagipula, salah sendiri, kenapa malah ninggalin di saat aku lagi bingung banget? sahabat gak gitu, tahu!
milicent: *bingung
Nindya Marisa: Mungkin kamu belom tahu, tapi aku suka Akihiro. Terserah kamu sih. Baikan sama aku atau deketin aja terus si Akihiro, aku gak peduli.
milicent: nindi! kita gak pacaran! kita temen deket! asal kamu tau, ya, aku dan akihiro emang temen deket, tapi kamu itu sahabatku.
Nindya Marisa: Hm, sekarang dia merayu.
Nindya Marisa left the chat.
Ih, ngeselin, ngeselin! Sekarang aku bingung!!!

Bodo amat sama Nindi! Aku udah punya masalah lain. Aku mulai suka sama Akihiro! Eh, kalo deg-degan setiap ketemu itu suka bukan, sih? Hehe. Bottom line, I cannot help it. I like him.
Sekarang aku bingung lagi…
Masalahnya, Nindi udah bilang ke aku dia suka Akihiro. Terus, gimana? Kasihan juga Nindi karena aku deket sama Akihiro. Tapi masa semuanya salahku? Ya nggak, lah!!!
Satu-satunya penyelesaian kayaknya cuma ngobrol one on one sama Nindi. Tapi, gimana bisa ngobrol dan baikan kalo dianya ngediemin?
AHA! Surat! Aku bisa nulis di kertas, terus selipin di lokernya. I love my problem solving skill!!!

Tapi, nulis apa, ya? Aduuuuh! Bingung, bingung!

Dear Nindi,
Tahu gak? Kamu merasa aku melakukan semuanya sendiri dengan seenaknya, kan? Well, kalo bukan dengan bantuanmu aku tidak akan bawa robotku ke sekolah. Robotku tidak akan rusak. Tidak akan ada Ops SSyMRM, iya kan?
Dan aku pengen berterimakasih, Nin. Makasih, udah encourage me dalam mengalahkan rivalku yang sekarang crush-mu itu.
Juga, maaf ya Nin. Buat semuanya.
Begitu isinya. Hadeeeh, memicu adrenalin! Takut dia marah!
Dengan gemetar kuselipkan suratnya ke loker Nindi. Now, all I have to do is just wait and see.

Aku dapet balasan surat! Begini isinya…
Gak usah minta maaf, Milicent! Aku yang salah! Sekarang kita temen lagi. Oh, ya, aku boleh berteman bertiga dengan kamu dan Akihiro, kan? Oke, sip!
NB: I will confess now that I ruined your robot. I am sorry.. Masalahnya, kalo aku rusakin, Akihiro bakal nganggap kamu payah, kan? Lalu, dia gak bakal suka kamu lagi. Sekali lagi maaf ya. I will not do that again, pinkie promise.
Oh, wow. Kita bertiga akan jadi sahabat baik!

Dan, TERNYATA ITU NINDI??!!! APAAA?!!! But, I forgive you, Nindi. By the way, you are right! Aku memang terlalu baik!
Untungnya perasaanku sama Akihiro itu cuma cinta monyet anak SMP! Kalau gak, waduh! Bakal jadi cinta segitiga! Mikirinnya aja pusing.
Sekarang karena Nindi dan Akihiro adalah BFF-ku, kucomblangin saja mereka! Hehehe.
Eh, Akihiro sukanya sama aku, ya?
Hadeeeeh!!!

Cerpen Karangan: Just Marvel

Cerpen Persaingan, Banyak Persaingan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Geishaku

Oleh:
Kantin sekolah selalu ramai oleh anak-anak genk “Dynamite”. Sebagai ketua genk, Yogi, harus selalu mengontrol keadaan di kantin agar tidak ada keonaran di sana. Yogi yang memilikki wajah tampan,

Contekan Berjalan

Oleh:
Setelah hari liburan sekolah Anton, Samsul dan Ucup kembali untuk meneruskan sekolahnya dimana mereka berlibur bersama ke kota tua. Kami di sana berjalan-jalan menelusuri kota yang penuh dengan suasana

Cintaku Kembali

Oleh:
Hari yang cerah menuntunku berangkat sekolah, “aku harus semangat” gumamku dalam hati. Namaku alifa aku biasa dipanggil ifa, aku adalah cewek yang tidak begitu cantik, tidak pintar (bukan berarti

Sebuah Alasan

Oleh:
Namaku Stella Aurini. Semenjak aku masuk SMP, aku gemar sekali mengamati ekspresi orang lain. Memperhatikan ekspresi mereka dan membuat catatan atas ekspresi tersebut. Sebagai panduan, aku juga membeli beberapa

A Mistery of Love Story

Oleh:
“Arghhh” suara Athier bergema di seluruh kamarnya, ia terbangun dari mimpi buruk yang sudah hampir 2 tahun mengganggunya. Mimpi buruk kehilangan pacarnya yang sangat ia cintai. Hari ini tepat

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *