Rasa Ini

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam), Cerpen Persahabatan, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 12 September 2016

Aku mencintainya… sangat mencintainya, hingga aku tak tau lagi cara menyampaikannya, mungkin bukan tak tau, tapi aku tak bisa mengatakan padanya. Aku mencintainya sejak dulu, sejak pertama kali bertemu dengannya. Sudah 2 tahun lebih cinta ini kupendam, aku tak bisa menyampaikannya karena… Dia kekasih sahabatku. Aku bukan gadis yang populer di sekolah, aku hanya gadis kutu buku yang sehari-hari hanya berkutat dengan buku di perpustakaan.

Nayla nama sahabatku dia gadis populer yang banyak dikagumi oleh kaum pria di sekolahku termasuk dia, lelaki yang kusukai. Aku bukan cewek bodoh yang akan menghancurkan hati sahabat terbaiknya, semenjak bersahabat dengan nayla orang-orang sedikit demi sedikit mengenalku, bukan berarti aku Cuma ingin numpang populer tapi sungguh aku hanya ingin dikenal, walaupun Cuma sebagai si kutu buku yang beruntung.

Oh ya aku hampir lupa mengenalkan diriku.. Namaku nia oktavia, aku sering dipanggil nia bukan nama yang indah, tapi aku bersyukur memilikinya. Aku anak semata wayang di keluargaku, aku bukan orang mampu jadi aku harus terus berusaha untuk sekolahku. Beruntungnya aku mendapat beasiswa full di sekolah ternama di jakarta, dan memiliki sahabat yang baik pula. Aku merasa semuanya sudah cukup kudapatkan, walaupun aku harus tetap diam dengan perasaan ini, aku takut, sangat takut bila sampai perasaan ini harus menghancurkan kebahagiaan kecilku, jadi dengan diam kupendam rasa ini.

Bel masuk berbunyi… Aku segera memasuki kelas, dan menyapa sahabatku. “hay, Nay… bagaimana udah mengarjakan PR belum?” tanyaku kepadanya…
“emangnya ada PR yah…” jawabnya dengan sedikit mengetuk ngetuk dagunya.
“ayolah jangan bercanda.” Sahutku lagi.
“pliss deh nia sayang aku beneran gak ingat, kamu kan tau aku ini sibuk..” ucapnya sambil tertawa tertawa kecil.
“baiklah nayla segera salin tugasku, sungguh aku tidak ingin kamu dihukum lagi.” pikirku sambil memberikan buku tugasku.
“oh sahabatku adalah yang terbaik.”

Jam pelajaran pertama berjalan dengan lancar…
Bel istirahat kembali berbunyi aku pun segera mengajak nayla ke kantin tapi seperti biasa aku ditolak lagi.
“maaf yah nia, aku udah dijemput tu… mau makan bareng varel.” ucapnya seraya menunjuk ke balik pintu kelas.
“oh baiklah heheh selamat bersenang-senang” jawabku sambil mendorong tubuh nayla menuju pintu.
“ia, nia juga makan yang banyak yah…” ucapnya dan dia berlalu.

Aku hanya bisa melihat punggung varel dan nayla dari kejauhan setelah mereka berlalu. Varel dia cowok yang kusukai, kekasih sahabatku, aku selalu terlihat bodoh di depannya. Sungguh aku tidak ingin seperti ini, aku harus melupakannya mungkin dengan aku diam semua akan berlalu, dan rasa ini sedikit-sedikIt akan menghilang bagaikan gelembung yang terbang kemudian berlalu.

Cerpen Karangan: Maisun Mumtazah
Facebook: Maisun Mumtazah
Nama saya Maisun Mumtazah ini kali pertamanya membuat cerpen, jika ada saran dan krikik soal cerpen saya
mohon bantuannya.
email: Maysun1505[-at-]gmail.com

Cerpen Rasa Ini merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Me and My Beloved

Oleh:
Aku tidak henti-hentinya memainkan pulpen yang ada di tangan kanannya. Mataku menerawang, dia tidak sedang fokus kepada pulpen itu. Lalu cerita 23 jam yang lalu kembali terputar di otakku.

No Secret in a Love

Oleh:
“Yesss… Taraaa, ada diaaa…!” seru Kanita, sahabatnya Tara. Tara menengok ke tulisan yang ditunjuk Kanita. “Ra…!” mulut Tara hampir meledak. Untung Kanita langsung membawa Tara ke tempat yang aman,

Wedang Kopi

Oleh:
Nama saya Risqi Dwi Setyo Aji tapi entah kenapa orangtua gue manggil eri!! Gak nyambung banget sih dan Dari kecil sampe gede gue gak pernah ngerti kenapa gue dipanggil

Anugerah Tuhan

Oleh:
Namaku Eca Wijaya. Biasanya aku dipanggil Eca. Aku satu-satunya anak tunggal di keluargaku. Mamaku sudah meninggal 10 tahun yang lalu karena kecelakaan maut yang juga hampir merenggut nyawa aku

Selena (Part 1)

Oleh:
“Pranggg..” suara gelas jatuh memecah keramaian kantin. Semua mata tertuju pada arah suara itu. Aku yang duduk di pojok kantin hanya menatap kejadian itu sembari menghabiskan segelas es teh

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *