Rasa Itu Ada

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Segitiga, Cerpen Perpisahan, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 23 December 2013

Aku adalah wanita yang terlahir dengan nama Dini. Aku, Ardi dan Nadya dipertemukan dalam acara MOS SMP kami waktu itu. Tak ada hari yang kami lalui sedikitpun tanpa kebersamaan. Hari-hari sebagai remaja yang mulai tumbuh rasa dalam hati. Rasa yang mungkin suatu saat berbuah indah atau sebaliknya.

Kami telah bersahabat lebih dari 3 tahun. Berbagai liku kehidupan telah kami lalui bersama. Dan aku sadar, aku menyimpan harapan besar pada Ardi. Tentu saja aku tak ingin Ardi dan Nadya tahu tentang ini. Cukup aku saja yang tau.

Malam ini, kami bertiga berdiskusi bersama-sama tentang masa depan kami bertiga nanti. Rencana masa depan untuk melanjutkan study ke kempus ternama di negeri ini. Saat berbicara dengan Ardi, Nadya tampak begitu bersemangat. Apa mungkin? Ah, tidak. Nadya tidak mungkin juga punya rasa untuk Ardi. Diskusi pun berakhir dengan keputusan, aku harus berpisah dengan mereka berdua untuk melanjutkan study ke luar kota agak bisa lebih dekat dengan nenekku. Aku tidak tau saat itu Ardi menatapku dengan sejuta selaksa yang aku tidak bisa menjawabnya.

Hari-hari terakhir adalah hari yang paling menyiksa bagiku. Aku perlahan menyadari bahwa Nadya menyimpan rasa juga untuk Ardi, meski ia tidak mengatakan padaku. Aku paham dari sikapnya pada Ardi lebih dari sekedar sahabat. Aku bahkan tau bahwa Nadya tidak bisa mengungkapkan kebahagiaannya saat ia bersama Ardi. Aku mendesah lirih. Mungkin memang aku yang harus mengalah. Mungkin juga dengan kepergianku ini aku bisa melupakan rasa ini. Rasa yang kata teman-teman “rohis” adalah rasa yang tak seharusnya.

Bandara masih sepi siang itu. Aku menyandarkan badanku. Ada yang terasa hilang saat aku akan pergi meninggalkan orang-orang yang aku cintai di kota ini. Bagaimana jika nanti tak ada lagi Nadya yang mengajakku ngemil saat istirahat. Tak ada lagi guyonan Ardi saat aku bersedih. Hm, semuanya akan berubah mulai hari ini. Aku tak menyadari bahwa Nadya dan Ardi telah duduk di sampingku. Mereka tesenyum sedih menatapku. “Maafin aku ya kalau ada salah.” Nadya memelukku erat.. kami menangis. Entahlah, berat sekali meninggalkan kenangan yang ada. “Aku juga minta maaf, ya.” “Ardi sudah bicara, maaf sebelumnya, aku tidak sengaja membaca buku harianmu saat beres-beres kemarin. Ardi membacanya, dan aku juga sudah tau sebelumnya. Aku pun jujur padanya bahwa aku juga menyukainya. Tapi dia lebih memilihmu, lalu bagaimana dengan mu?.”
Aku menghela nafas. Ah. Akhirnya rahasia itu terbongkar juga aku melihat mendung di wajah Nadya, dan aku melihat harapan di mata Ardi. Aku tidak boleh salah ambil keputusan. “Maaf, kalau aku membuat kalian serba salah. Tapi aku sudah membuat keputusan. Aku tidak akan pernah mau mengorbankan persahabatan kita hanya karena aku menyukai Ardi. Lebih dari itu, aku harus bisa lebih dulu mencintai yang maha cinta sebelum mencintai makhluknya yang dianugerahi rasa cinta.” Ucapku sambil tersenyum.

Aku tau, ada bias kecewa di mata Ardi, tapi aku lega melihat senyum di wajah Nadya. Aku dan Nadya berpelukan menangis haru. Aku kemudian mengucap salam perpisahan. Perlahan namun pasti aku melangkahkan kaki menuju pesawat yang sebentar lagi lepas landas. Kulambaikan tangan pada mereka. Nadya tersenyum, Ardi tersenyum. Aku memang tidak ingin menyakiti hati Nadya hanya untuk menerima Ardi. Dan aku juga tidak mau persahabatanku dengan Ardi retak karena ini. Dan kurasa, ini adalah keputusan terbaik yang telah ku lakukan.

Cerpen Karangan: Dini Kartika
Facebook: Dini Dinkar Kartika

Nama: Dini Kartika
Sekolah: SMK PGRI 03 Malang
Kelas: X-RPLB
Alamat: Jalan Jaksa Agung Suprapto 1L / 3 Malang
TTL: Malang, 6 September 1998

Cerpen Rasa Itu Ada merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cemburu Tanda (Terlalu) Cinta?

Oleh:
Keadaan ruangan itu gelap dan remang-remang, saat sepasang muda-mudi mencari suatu barang. Ialah Fay, lelaki bertubuh atletis itu, masuk menemani Yuna kekasihnya, gadis penakut yang bawel. Mereka berdua berniat

Cinta Terlarang

Oleh:
ini kisah nyata yang di alami oleh sahabat terbaikku. cerita ini aku tulis 7 tahun yang lalu, Cerita ini bermula ketika gue baru sampai beberapa hari di Jakarta. Namanya

Kisah Sendal Jepit

Oleh:
Iin berjalan sendirian. Dari kedua matanya tampak bekas air mata yang sudah mengering. Di tangannya memegang sebuah bungkusan tas plastik warna hitam, entah apa isinya. Hari sudah siang, matahari

Aku Pilih Golput

Oleh:
Tak pernah tertepis dalam benakku, aku akan berada diantara segitiga ini, untuk condong dari salah satu sisinya. Tapi aku bingung harus condong kemana. Malam ini memang beda dari malam

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *