Remember

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Penyesalan, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 11 August 2016

Masih jelas di ingatanku saat kita selalu bersama, tak pernah sehari pun melewatkan hari tanpa bersama.
Apa kalian ingat tentang semuan kebersamaan kita?
Apa kalian ingat ketika kita bermain bersama?
Apa kalian ingat ketika kita tertawa bersama?
Apa kalian ingat ketika kita menangis bersama?
Apa kalian ingat ketika kita belajar mengaji bersama?
Apa kalian ingat ketika kita berlari bersama?
Dan banyak hal lain lagi yang kita lakukan bersama?.
Apa kalian semua itu mengingat semuanya, aku tak berharap kalian mengingat semuanya aku hanya ingin kalian menganggap jika aku ada di perjalanan hidup kalian, tak perlu memberi tahu semua orang bahwa aku adalah teman kalian cukup diri kalian saja yang tau aku sudah bahagia. Makasih buatmu sahabat.

10 tahun lalu
Aku hanya seorang anak kecil yang hanya tau bermain dengan orang yang lebih tua dariku, aku tak memiliki teman yang seumuran denganku yang akan aku ajak bermain bersama. semua permainan akan diatur oleh yang lebih tua, kami yang kecil hanya mengikuti. Tidak adil memang tapi itulah yang harus aku rasakan aku hanya mengikuti semuanya tanpa bisa membatah karena hanya akan membuat aku ditinggalakan dan mereka tak mau bermain bersamaku lagi dan aku tak mau bermain sendiri karena sendiri itu tidak enak.

Semuanya hanya sementara tuhan sangat baik padaku karena aku bisa bertemu teman-teman, seangkatanku. Untuk pertama kalinya mama mengantarkan aku ke sekolah baruku mungkin ini cara tuhan agar aku bisa bertemu teman baru. Terima kasih tuhan aku tau engkau menyayangiku, aku bahagia untuk semuanya walaupun aku akan mendapatkan teman baru, aku masih akan tetap berteman dengan kakak-kakak karena kalian adalah temanku juga. Aku tak tau apa yang menyebabkan aku menangis meraung-raung dan ingin meminta pulang secepatnya mungkin ini pertama kali bagiku untuk menginjakan kaki di bangku sekolah mungkin seterusnya aku akan terbiasa dengan semuannya aminn.

Esok harinya entah mengapa dengan memakai baju biasa karen baju seragam belum dibelikan dan membawa perlengkapan untuk pergi ke sekolah aku berangkat dengan berjalan kaki menuju TK yang tidak terlalu jauh. Aku pergi tidak sendiri banyak murid TK lainya aku tak tau bagaimana bisa mengenal mereka semua, tapi satu hal aku bahagia bisa berada di dekat mereka walaupun aku tak tau siapa namanya, apa lagi mereka dengan tangan terbuka mengajakku untuk berangkat sekolah bersama dan satu lagi mau berteman denganku.

Dua bulan lebih aku telah mengenal mereka dan sekarang aku sudah hafal nama semua teman ku. Satu hal yang selalu membuatku ingin tertawa yaitu saat kami berebut untuk bermain ayunan. Ayunan adalah permainan yang paling banyak diminati tak akan pernah yang namanya ayunan tidak dimainkan. Ketika istirahat kami semua akan berebut untuk bermain ayunan siapa yang dapat dialah yang akan bermain ayunan sepuasnya bagi yang tidak hanya dapat melihat dan bermain maina yang lain bukannya sombong tapi aku selalu dapat bermain ayunan tapi pasti ada hari sialnya walaupun hanya sekali–kali.

Setelah pulang sekolah kami sering bermain sampai sore tak jarang orangtua kami akan marah–marah karena kami terlalu asik bermain sampai lupa waktu, kami sering bermain kejar–kejaran, polisi–polisian aku sih lebis suka jadi polisi karena bisa menangkap penjahat, alek–alek dan banyak lagi walaupun permainan yang kami mainkan hanya sederhana tapi disitulah aku bisa belajar arti dari sebuah kebersamaan.

Berita bahagia!!
Aku pindah rumah dekat dengan rumah teman TK ku, mungkin seterusnya aku akan banyak menghabiskan waktu untuk bermain bersama mereka. Buktinya kesokan harinya setelah pulang sekolah aku dan temanku langsung bermain, dan bermain. Tak pernah bosan bermain bersama teman–teman.
Berita buruk atau bahagia?
Tapi kebersamaan kami harus terhenti aku harap bukan berhenti sampai sini saja, mungkin tuhan ingin menguji seberapa kuat kami akan mempertahankan persahabatan ini.

Kelas II SD keluargaku pindah rumah lagi yang lumayan jauh dari rumah teman baikku. Aku tak tau apakah aku akan bisa sering bertemu mereka lagi atau tidak aku tak ingin ini berakhir sampai disini. Pasti di rumah baruku nanti aku pasti akan kangen sama kalian tapi maaf saat aku pindah rumah tak ada satu pun kata yang kukeluarkan pada kalian semua bukannya aku tak mengangap kalian teman tapi aku tak mampu untuk mengatakan selamat tinggal. Dan mungkin juga karena terlalu sibuk membatu orangtuaku sampai aku melupakannya.
Tapi aku akan selalu ingat pada kalian teman, kuharap kalian juga begitu.

Aku jarang bertemu dengan kalian lagi mungkin hampir tak pernah, kalian adalah sahabatku sampai kapan juga.

4 tahun lalu
Aku sudah duduk di bangku SMP, tak pernah terpikir sebelumnya akan bertemu denganmu lagi teman kalian tau apa yang pertama kali di benakku saat aku tau jika kita satu sekolah aku ingin kita seperti dulu. Tapi tidak akan pernah terjadi itu hanya mimpiku saja. saat kita bertemu aku dan kalian kita sama–sama seperti orang yang tak pernah mengenal sebelumnya. Kemana perginya kata bahwa kita saling berteman. Seterusnya kita hanya sebatas saling sapa tidak ada kata lainya antara aku dan kalian. Semuanya sudah berubah angan–anganku ketika kita bersama seperti dulu mungkin harus dikubur dalam-dalam.

Sampai kelas tiga SMP pun kita hanya bisa sekedar saling sapa mau bicara pun hanya menanyakan tentang tugas itu saja tak ada yang lain saat kita bersama seakan topik pembicaraan itu sudah lenyap tak ada yang perlu dibicarakan kita sama–sama diam seakan tak penah mengenal sebelumya.

Sekarang kita sudah sama–sama duduk di bangku SMA walaupun kita berbeda sekolah tapi kuharap kalian masih ingat jika aku teman kalian sama sepertiku yang juga mengingat kalau kalian adalah temanku. Satu hal yang mau aku kasih tau pada kalian yaitu sampai kapan pun kalian akan ada di perjalanan hidupku karena kalian adalah temanku dan akan tetap menjadi temanku hanya maut yang bisa memisahkan kita teman.

Setelah aku berpikir mengapa kita tak bisa seperti dulu yaitu karena kesalahanku sendiri karena aku tak pernah pamit pada kalian dan tak pernah berkunjung maaf hanya kata–kata itu yang bisa aku katakan.

Menyesal mungkin itu yang kurasakan saat ini karena kita tak akan pernah seperti dulu, tapi apakah aku salah jika berharap kita akan seperti dulu, tidak itu terlalu berlebihan jika kita seperti dulu. Aku hanya ingin kita lebih banyak mengobrol di kesempatan yang akan datang.

Rasa penyesalanku tidak terlalu besar karena tuhan memberikan aku teman seperti temanku saat ini. Jangan pernah berubah teman ingatlah kita harus selalu bersama di antara kita tak boleh ada yang saling melupakan. Buat temanku yang dulu tetap kuanggap sebagai teman sampai kapan juga.

Terimakasih tuhan engkau telah banyak mempertemukanku dengan banyak orang baru aku percaya sesuatu yang hilang akan digantikan dengan yang lain yang lebih baik.
You are my best friend forever.

tamat

Cerpen Karangan: Mori Hovipah
hai!
semoga kalian suka dengan ceritannya

Cerpen Remember merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Payung Merah

Oleh:
Pertengahan bulan November ini, bulan yang akan selalu aku banggakan karena aku sering bersamamu walau kau sendiri tidak tahu aku selalu ada untukmu. Awan yang melintas berwarna kelabu suram.

Sesal Tak Terduga

Oleh:
Hujan tak surut terhenti, suara petir pun terus menggelegar. Hujan semakin mendinginkan badan, apalagi jika sampai harus menunggu hujan itu reda. Iya cerita ini dimulai ketika hujan turun di

Seribu Kertas Burung Bangau

Oleh:
Hari ini sudah menghasilkan 23 buah kertas burung bangau. Kalau dihitung-hitung sama hasil yang kemarin-kemarinnya sih? Horree.. ada 90 buah. Berarti harus bikin 910 buah burung bangau lagi nih

Love And Friends

Oleh:
Pagi itu matahari hangat menyentuh kulitku dan Rena. Seperti biasa, kami akan pergi ke padang rumput menikmati indahnya kehangatan pagi bersama sapi-sapi. Rena adalah sahabatku sejak kecil, kami sudah

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *