Reuni

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 17 April 2017

Hari ini hari yang cerah untuk menikmati hidup. Suasana begitu sejuk di pagi hari seharusnya membawa aura semangat bagi para manusia untuk melakukan aktivitas. Namun, ada sosok manusia di sebuah kos-kosan sederhana masih enak-enakkan molor.

“Tok tok tok… Che… Che… Kamu udah bangun?” terdengar suara lembut seorang wanita.
“Klek” suara pintu terbuka.
“Eh Bu Lina” sapaku yang masih kusut wajahnya.
“Biasa, uang bulanan kontrakan Che” ucap Bu Linda menadahkan tangannya.
Aku tanpa kata masuk kembali ke kamar dan tak lama aku kembali membawa uang 100 ribu 3 lembar. Bu Linda pergi setelah menerima uang dari aku.

Kenalin aku Chesar Kurniawan, umur 23 tahun, bekerja di pabrik Coca cola. Kebetulan hari ini hari sabtu dimana pekerjaan di tempat aku libur. Dengan libur hari ini aku manfaatin untuk bersantai ria, melepaskan penat dan lelah selama 5 hari tiap minggunya.

Kulihat jam masih menunjukkan pukul 7 pagi. Aku masih malas bangun kembali dari tidur yang tadi sempat terbangun karena Ibu Kost menagih uang bulanan kost-kostan. Ibu pemilik di kost-kostan di sini cantik. Aiiishhh… malah ngomongin Ibu-ibu hehehe.
Tapi aku bingung kenapa aku malah mikirin Ibu Kost ya. Aaaa bodo ah. Sedang asyik-asyik bayangin Ibu Kost, tiba-tiba smartphoneku berdering.
“Ya hallo” ucapku dengan malas.
“Hallo bro, udah siap belum?” tanya suara di telepon itu yang ternyata Agus sahabatku SMP ku.
“Siap ke mana?” tanyaku balik.
“Lah ini anak lupa apa, hari ini kan kita ada event reunian SMP N 3 Jakarta” jawab Agus.
“Buset, aku lupa” jawabku dengan kaget. Lalu kututup telepon dari Agus lalu bergegas ke kamar mandi.

Sumpah aku lupa bahwa hari ada acara reunian SMP N 3 Jakarta angkatan 2008. Setelah mandi, beres beres, dan berpakaian rapi, aku bergegas ke luar. Sesampai di tempat yang diadakannya reunian suasana sudah tampak ramai.
Aku mamandang kesana kemari melihat teman-teman SMP ku saat ini yang sudah memiliki pasangan masing-masing. Mungkin hanya aku yang jomblo di sini.

Sedang asyiknya melihat mereka, tiba-tiba ada yang menepuk bahuku.
“Bro Che” ucap seseorang yang menepuk bahuku dan dari suaranya aku kenal dengan orang ini. Lalu, aku menoleh ke belakang dan ternyata benar ia adalah Agus, sobatku ketika kita duduk di bangku SMP.
“Eh, kamu Gus” jawabku sambil tersenyum lalu memandang wanita cantik yang digandeng Agus. Wanita yang hampir sama tingginya denganku. Kupandang dia sebentar.
“Gimana kabar kamu bro?” tanyaku kepada Agus.
“Ya seperti yang kamu lihat, baik dan selalu ceria” jawab Agus penuh semangat. Dia tidak berubah dari pertama kenal Agus sampai sekarang ia selalu ceria dalam hidupnya.
“Oh ya Che, kenalin ini Levita, pacarku” ucap Agus memperkenalkan pacarnya ke aku.
“Chesar” kataku sambil senyum datar.
“Levita” katanya membalas senyumku.

Aku, Agus dan Levita saling ngobrol, saling bercanda, saling sharing penuh tawa. Ketika kita asyik sedang ngobrol dari kejauhan seorang wanita menghampiri kita. Dan dari cara jalannya, tatapan matanya, posisi tangannya ketika berjalan aku masih ingat wanita ini. Wanita ini adalah mantan vokalisku dulu semasa aku punya band di sekolah ini. Dan dia juga menurutku sudah berkhianat dengan komitmennya ketika join ke bandku. Dia dengan sengaja pacaran dengan pemain bass di bandku secara diam-diam tanpa sepengetahuanku. Tapi saat ini tak ingin membahas itu lagi.
“Hai, kamu Chesar kan. masih ingat aku kan?” sapa dia.
“Ya masih” jawabku sekenanya.
“Che, aku mau ngomong sebentar” ucapnya.
“Ya ngomong aja” jawabku.
“Tapi gak di sini” balasnya.
“Mau ngomong apa sih?” tanyaku.
“Penting! Ikut aku” jawabnya kemudian ia menarik tanganku.

Sesampai di belakang sekolah SMP ku dulu.
“Che, aku.. aku.. mau minta maaf” ucapnya sedikit lirih.
“Maaf? maaf tentang apa?” tanyaku balik dan kuliat dia kepalanya menunduk.
“Maaf tentang kejadian.. dulu.. ke..tika.. ki..ta masih ngeband bareng” ucapnya terbata-bata.
Ku hanya diam dan memandangnya yang mulai berlahan meneteskan airmata.
“Che, maafin aku.. hiks.. hiks..” kata dia tiba-tiba sambil memelukku. Dari pertama kenal sampai saat ini, baru kali ini aku di peluk sama dia, Lia namanya.
“Maafin aku.. maafin aku.. maafin aku.. hiks.. hiks..” ucapnya lagi. Aku masih terdiam dan bingung dengan keadaan ini.
“Kenapa Che, kenapa diam Che” kata dia di pelukanku. Ku masih juga terdiam, aku belum bisa berpikir jernih setelah aku mengingat masa lalu itu, masa di mana aku bermimpi membawa bandku masuk dapur rekaman tapi gagal setelah ku mengetahui Lia mengkhianati komitmennya.
“Che, jawab!! maukah kamu maafin aku!” ucapnya lagi sedikit membentak. Lagi-lagi ku masih terdiam. Lalu, ia melepaskan pelukannya.
“Mungkin ini kesalahan terbesarku sampai-sampai kamu gak mau maafin aku” ucapnya masih terisak tangis.
Kulihat suara Lia mulai putus asa, ku merasa kasihan.

Dia membalikkan badan sambil menunduk dan berjalan menjauhiku.
“Lia!!” ku mulai buka suara. Dia lalu berhenti setelah berjalan 5 langkah.
“Sebelum kamu minta maaf, kamu udah kumaafin tapi ku harus jujur sampai kapanpun aku masih ingat itu tapi juga ku gak bisa membenci kamu, kamu tetap sahabatku… selamanya” ucapku panjang. Kemudian Lia menoleh ke arahku mengusapkan airmatanya yang menetes di pipinya lalu menghampiriku, memeluk tubuhku erat.
“Makasih Chesar, makasih” ucapnya di pelukanku.
“Iya, sama sama dan kamu tetap jadi sahabatku” ucapku. Lia melepas pelukannya, senyum kepadaku.
Aku dan Lia kembali menemui Agus di halaman depan sekolah.

Lia meskipun dulu kamu udah menghancurkan mimpiku, berkhianat dengan komitmenmu dan membuatku hancur asaku ketika itu tapi kamu tetap sahabatku, ku tak bisa membencimu, pertemuan kita hari ini menjadi titik awal kita berhubungan baik lagi sebagai sahabat dan kamu selamanya akan jadi sahabatku… You is my best friend forever, Lia Savira Elovi.

Cerpen Karangan: Chesar Kurniawan
Blog / Facebook: chesarkurniawan.blogspot.com / Chesar R Kurniawan

Cerpen Reuni merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sepenggal Kisah: Necessary 1st (Part 1)

Oleh:
Rasa sayang ini akan selalu hangat ketika aku memikirkannya. Dan mereka semua akan selalu bersamaku. Kita memasuki sebuah rumah yang sama. Kita sudah bercengkerama riang di rumah itu dan

Sahabat

Oleh:
Iya itu cuma dia, tak ada lain yang mengerti diriku lebih dari dia. Dia pernah menyakiti hatiku, tapi iya juga yang menghibur hatiku. Telah lama kita bersama, sampai kita

Detik Detik Bersama Charryne

Oleh:
Hallo, namaku carey. Aku punya sahabat namanya charryne. Selama liburan charryne sama sekali tidak ada kabar. Aku tidak sabar ingin segera memberi cinderamata bali untuknya. Pasti charryne senang. Tapi,

Ku Pilih Sahabat di Banding Dia

Oleh:
Pagi yang cerah menyapa. Burung yang indah kian bersiul, layaknya sedang membisikkan suatu kiasan kata. Geby, seorang gadis penghuni kota ‘Bandung’ terbangun karena sang mentari begitu menyorotnya. “Huaah… Ngantuk

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *