Saat Saat Bensin Langka

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 13 June 2017

Ketika pulang sekolah malam kami sebahagian murid kelas enam berencana pergi ke suatu tempat yang sering disebut orang “DANGAU KAWA” sekilas tentang dangau, DANGAU KAWA adalah sebuah tempat yang menyediakan minuman yang diolah dari daun kopi. Namun saya tidak mau pergi karena bensin motor milik saya hanya tinggal sedikit. Lalu salah seorang teman saya berkata “Kenapa kamu tidak mau pergi?”
“Bensin motor saya tidak cukup untuk pergi lagian sekarang bensin sangat langka” kata saya.
“Tidak apa-apa nanti, kita cari bensin bersama-sama” kata teman tadi. Akhirnya dengan hati yang ragu-ragu saya memaksakan diri untuk pergi.

Beberapa menit perjalanan kami tiba di Dangau Kawa kami langsung mengambil tempat duduk. Tiba-tiba seorang karyawan toko berkata “Mau pesan apa?” salah seorang teman berkata “3 kawa biasa 4 kawa telur serta 2 kawa susu.”

Beberapa menit menunggu minuman serta gorengan yang hangat tersedia di hadapan kami. Tanpa basa basi kami langsung mencicipinya, malam yamg dingin kini terasa hangat. Bercakap-cakap, besenda gurau, tertawa menghabiskan waktu kira-kira satu jam.

Jam sudah menunjukan pukul setengah dua belas. Kami pun melanjutkan perjalanan ke pertamina dulu untuk mengisi bensin motor saya. Awal perjalanan ke pertamina motor saya aman namun di tengah perjalan motor saya mati kehabisan bensin. Apa yang saya ragukan sudah terjadi. Terpaksalah motor saya didorong oleh teman dengan kaki diletakan di knalpot motor. Namun, dikarenakan macet yang panjang menghalangi mendorong motor seperti itu. Terpaksalah saya beserta boncengan saya mendorong motor dengan berjalan kaki.

Beberapa menit mendorong motor kami tiba di sana. Hati sata merasa lega namun ternyata sesaat itu juga hati saya berubah menjadi kesal karena bensin habis. Ternyata itulah penyebab macet begitu panjang karena banyak kendaraan yang kehabisan bensin. Kami pun memutuskan untuk berjalan mendorong motor. Kira-kira jarak antara pertamina dengan tempat tinggal kami 5 km. Empat orang dengan dua motor satu motor kehabisan bensin satu lagi masih ada bensin kami mulai mendorong baik dengan tenaga saya sendiri maupun tenaga motor teman saya.

Dingin, pandangan yang tajam dari orang orang yang mencurigai kami membuat hati saya bertambah kesal ditambah lagi ban depan motor saya bocor. Dengan berat hati kami pun tetap melanjutkan perjalanan.

Kira-kira pukul tiga dini hari kami sampai di tempat masing-masing. Lelah, letih, sabar, serta hati yang bengis kami rasakan. Tetapi dari satu segi kami pun tertawa dan merupakan pengalaman yang sulit untuk dilupakan. Namun, kejadian itu membuat saya sadar akan kebaikan dan ketulusan hati sahabat saya dalan menolong saya. Saya berpikir bahwa sahabat yang baik adalah sahabat yang ada di sisi kita saat kita membutuhkan. Sahabat saya mugkin saja meninggalkan saya dalam keadaan seperti itu namun ketulusannya membuat saya berfikir demikian.

Cerpen Karangan: Muhammad Riski
Facebook: riski minimus

Cerpen Saat Saat Bensin Langka merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sahabat

Oleh:
Hallo… Namaku Riana Valda. Biasa dipanggil Valda. Aku baru saja lulus SD, dan aku akan melanjutkan sekolah di SMPN 34 Bandung. Mempunyai teman memang menyenangkan. Apalagi jika kita memiliki

Ekstrovert

Oleh:
Butiran air mata di pipi ini sudah tak dapat kuseka lagi. Degup jantung dan hembusan napas seketika terhenti melihat orang terkasih mendekap tubuh wanita lain. Orang lain berkata aku

Menggapai Nirwana

Oleh:
Saat itu hita tak sadar bahwa keberhasilan hanya berjarak selangkah lagi, jikalau ia tidak berputus asa mungkin harapan yang ia impikan akan dapat ia raih, kini yang dia rasakan

Kisah Sendal Jepit

Oleh:
Iin berjalan sendirian. Dari kedua matanya tampak bekas air mata yang sudah mengering. Di tangannya memegang sebuah bungkusan tas plastik warna hitam, entah apa isinya. Hari sudah siang, matahari

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *