Sahabat

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 16 May 2016

Jake dan Andrea adalah dua tentara yang tergabung dalam pasukan khusus. Kala itu, mereka sedang tersesat di sebuah tempat yang sama sekali tak dikenalinya saat melakukan sebuah tugas. Mereka sungguh tak tahu arah. Hutan demi hutan, sungai demi sungai mereka lewati tapi tetap saja tak menemui jalan pulang.

“Jake, kita harus tetap semangat. Menghadapi semua ini,” ucap Andrea.
“Benar, aku yakin jika kita selalu bersama, maka kita akan bisa menemukan tujuan kita.”
Di tengah perjalanan yang tak tahu arahnya, frustasi pun timbul di benak mereka. Benih-benih keegoisan kini telah tumbuh menjadi tunas yang kian membesar di hati. Sanubari semakin memanas seiring dengan panas teriknya sang mentari. Hingga akhirnya timbulah pertengkaran.

Plakk!!!

Pertengkaran yang hanya disebabkan oleh masalah sepele itu menimbulkan sebuah tamparan melayang ke wajah Andrea oleh Jake. Andrea terdiam. Tak ada hasrat sama sekali di hatinya untuk membalas tindakan sahabatnya itu. Ia menulis sesuatu di atas pasir. ‘Hari ini, sahabat baikku menampar pipiku. Rasanya sangat sakit!’ Mereka terus berjalan. Tibalah mereka di sungai yang lumayan besar.

“Aku sangat lelah, bagaimana kalau kita mandi di sini,” ujar Andrea.
“Ide bagus!”

Mereka pun memutuskan untuk membersihkan tubuh mereka di sungai itu. Namun, saat Andrea berjalan di atas batu untuk memilih tempat, ia terpeleset. Tubuhnya tercebur ke cekungan sungai yang lumayan dalam dan sayangnya ia tak bisa berenang. Jake yang mengetahui hal itu dengan sekuat tenaga mencoba menyelamatkan sahabatnya itu. Ia mencoba menangkap tangan Andrea yang hampir tak sadarkan diri. Berhasil! Jake membopong andre ke pinggiran sungai.

“Beristirahatlah dulu, Andrea. Kau pasti sangat kelelahan hingga kau tak hati-hati saat berjalan tadi,” kata Jake.
“Terima kasih, Jake.” Andrea merebahkan tubuhnya di bawah pohon besar yang lumayan rindang. Setelah beberapa lama, Andrea merasa tubuhnya lebih baik. Ia memandang Jake yang sedang mencuci pakaiannya di sungai. Lalu, Andrea menulis sesuatu pada sebuah batu. ‘Hari ini, sahabat baikku menyelamatkan nyawaku.’ Jake yang sudah selesai mendatangi temannya itu.

“Bagaimana keadaanmu?”
“Sudah lebih baik.” Jake memandang memandang batu yang telah ditulisi Jake tadi.
“Kenapa saat aku menyakitimu kau menulis sesuatu di atas pasir? Tapi sekarang, mengapa kau menulisnya di atas batu?” tanya Jake.
Andrea tersenyum.

“Saat seorang sahabat melukai dan menyakitimu, kau harus menulisnya di atas pasir agar angin maaf menghapus tulisan itu. Dan bila sesuatu yang luar biasa terjadi dan dilakukan sahabat kita terhadap diri kita, maka kita harus memahatnya di atas batu hati kita, agar tak bisa hilang tertiup angin dan tergerus waktu yang selalu berputar. Terima kasih, Jake. Kau adalah sahabat terbaikku.”

Cerpen Karangan: Dhimas Bhagastama
Blog: www.d-blogs.tk

Cerpen Sahabat merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Blood Oath

Oleh:
“camera!!” “rolling!!!” “and action!!!” “Selamat siang pemirsa bertemu lagi dengan saya bintang dan rekan saya Sigit dalam breaking news on the spot. Pemirsa kota jakarta telah dihebohkan dengan ditemukannya

Memori Bersama IPA 1 Smansa Mamuju

Oleh:
Entah mengapa malam ini aku memikirkan sesuatu. Entah mengapa malam ini teringat Sesuatu. Entah mengapa malam ini hanya ada aku. Entah mengapa malam ini aku ingin menulis sesuatu. Kehidupan

Sorry, My BFF

Oleh:
“Daniyyah!! Ayo siap siap berangkat sekolah nak!” Seru ibu sambil menyiapkan sarapan. “Iya bu!” Jawabku dengan santai. Lalu aku langsung mandi lalu sarapan bersama keluargaku. Oh iya, namaku Daniyyah

Cerita di Balik Mimpi Kita

Oleh:
“Selamat pagi pemimpi”. Sapaku di dalam hati. Aku memang tak mengucapkannya dalam lisan. Namun dari dalam hati. Sapaanku ku berikan khusus bagi mereka yang merasa dirinya adalah seorang pemimpi.

Saat Acara Perpisahan Itu

Oleh:
“Dayu!!! My bag oh….” kata Gusti Ayu sambil nangis dan mengejar malaikat nakal Dayu Dyah, The Boyband sedang nyanyi-nyanyi di pojok ruangan. Gung Mita dan Sonnya rebutin Dayu Sita,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *