Sahabat

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 25 June 2017

Bel sekolah berbunyi untuk ke terakhir kalinya di siang ini, menandakan pelajaran telah berakhir. Semua siswa-siswi telah berhamburan di luar kelas, ada yang ke parkiran mengambil kendaraan masing-masing dan ada juga yang langsung pulang.

Baru saja aku keluar dari sekolah, tiba-tiba datang seorang laki-laki mengendarai motor sport.
“Ayo naik” Ucapnya tanpa melihat ke arahku.
“Mungkin kau salah orang” Aku pergi meniggalkannya, dia masih terdiam di tempat tadi dengan mesin motornya yang menyala.
“Hei, ini aku, Juni!!” Teriaknya, aku berbalik dan menatapnya. Iya benar, ternyata dia Juni. “Cepatlah naik” Sambungnya dia menyuruhku naik ke motornya.
“Tidak, aku ingin jalan kaki saja. Lagian jalan kaki membuat sehat”

Baru 1 langkah tiba-tiba…
“Sampai kapan kau seperti ini, kita berteman sejak SD. Apakah Kau adalah Janie yang ku kenal? Jika iya, berhentilah bersikap seperti ini! Kau selalu saja menolak setiap tawaranku dan pemberianku” Juni berteriak, semua orang yang lewat menatap heran kepadanya.
“Iya-iya, baiklah aku akan pulang bersamamu!” Dari pada dia teriak-teriak tidak jelas, lebih baik ku akhiri dengan menerima ajakannya.

Selama perjalan pulang suasana hening dari kamu berdua, tak ada sepatah katapun keluar dari mulut kami berdua. Sampai di depan gerbang rumahku, aku turun dari motornya.
“Terimakasih, hati-hati di jalan” Ucapku kepadanya. Lalu aku membuka gerbang rumah dan masuk.
“Tunggu…!!” Langkahku langsung terhenti. Aku berbalik melihat ke arah Juni.
“Ada apa?” Tanyaku kepadanya.
“Janie, terimakasih kau sudah mau jadi sahabat yang baik untukku. Aku mohon jangan bersikap seperti tadi, aku ingin kau bersikap seperti biasanya. Sampai kapanpun kita tetap sahabat!” Kalimat di akhirnya membuatku terharu, aku mengangguk dan tersenyum. Juni juga tersenyum lalu pergi menuju rumahnya.

Persahabatanku dengan Juni memang sangat lama, untuk persahabatan sampai selama itu tentu ada suka dukanya. Meskipun Juni laki-laki dan aku perempuan tak menghalangi aku untuk bersahabat dengan Juni, dia sudah seperti saudaraku, dia akan memberi solusi jika aku ada masalah begitu juga sebaliknya. Tak banyak yang mengira kami adalah sepasang kekasih, padahal kami hanya bersahabat. Inilah indahnya persahabatanku.

Cerpen Karangan: Alin
Facebook: Alin (Ayin)

Cerpen Sahabat merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kisah Dibalik Jendela Kelasku

Oleh:
Kawan namaku Vania Amaira Putri. Aku sih biasa dipanggil sama teman-teman Vani. Temen-temenku bilang aku tuh orangnya bawel, ribet, suka heboh sendiri, tapi baik kok, katanya sih aku tuh

Satu Persahabatan Dalam Hidup Zilla

Oleh:
Hari demi hari aku jalani kehidupanku dengan semangat dan kecerian bersama sahabat-sahabatku. Sahabat-sahabataku sangatlah lucu-lucu dan selalu membawa kecerian di persahabatan kami. Zilla, Maira, Rasya, Syifa, Sari, Fitri, Rizka,

Good Day

Oleh:
Langit begitu mendung hari ini, beberapa orang mungkin akan memilih tetap berada di rumahnya. Tapi tidak dengan seorang gadis cantik yang sedang berlari di pinggir jalan itu, di tangannya

Beautiful Seventeen

Oleh:
Begitu bangun dari tidurnya. Tari langsung tersentak. Ia ingat bahwa hari ini upacara di sekolah. “Haduh, udah jam berapa nih? Ah telat dah gue” keluh Tari. Setelah bangun, ia

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *