Sahabat

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 25 April 2019

Iya itu cuma dia, tak ada lain yang mengerti diriku lebih dari dia. Dia pernah menyakiti hatiku, tapi iya juga yang menghibur hatiku. Telah lama kita bersama, sampai kita rela menjadi gila-gilaan, karena yang penting untuk kita.. kebahagiaan bersama.

Kita yang kini telah pisah, sehingga kita jarang bertemu. Aku berpikir, apakah kau di sana melupakan aku, dan kau mengubah persahabatan kita menjadi sebatas teman saja?. Tetapi aku salah, kita memang sahabat. Disaat aku menjumpaimu, awalnya kau memang acuh padaku, tapi apa daya, aku diam. Aku pulang dan pergi kembali ke rumah. Tak lama kuberpikir tantang perubahanmu, kau datang dengan merubah semua pemikiranku.. Ternyata kau masih sahabatku yang dulu, yang memiliki canda tawa lepas, yang memiliki kepercayaan yang lebih padaku, sehingga kau terus betcerita padaku. Kau jemput aku di rumah, dengan membawa kebahagiaan buatku, kau mengajakku main sehingga terasa sangat rindu dengan hal hal yang pernah terjadi sekian lama dulu.

Aku berkata “aku rindu kawan, kita yang dulu selalu main bersama, kau ingatkah? Saat kita membuat rujak yang sangat pedas di rumah sahabat kita?”
Ia menjawab, sambil tersenyum padaku “hehe, iya aku juga”
Sedikit kata darinya mampu menghilangkan rasa yang sangat besar.. rasa rinduku padanya.
Meski hanya dia, tapi cuma dia juga itu bahagia, Walau kami tidak bertiga dengan sahabat kami yang satunya.

Detik detik ku bersamanya mulai habis, terlepas kata “esok lagi” ku bingung aku merasa harus bagaimana apakah aku bahagia dengan kejadian yang terjadi, apakah aku sedih dengan kami berpisah lagi? Walau mungkin kami bisa bertemu lagi

Dia yang tidak terlepas dari hatiku..
Dia sahabatku.
Dia yang membantuku untuk mengelap air mataku saat aku sedih, dia yang menasehatiku saat aku salah dalam bertindak, dia yang selalu jadi lawan debatku di sekolah dulu, iya dia.. cumalah manusia biasa, tapi bagiku dia luar biasa. Tak bisa ku menolak permintaannya, entah kenapa aku bisa seperti itu. Mubgkin karena kami dari kecil selalu bersama.

Kita yang bertemu diumur 4 tahun, Sampai sekarang.. itu sudah cukup lama, tapi itu kurang lama.. kita sama, sama-sama satu jiwa dari juwa. Your My best friend forever..

Cerpen Karangan: Salfa Salsabila Arifah
Blog / Facebook: Salfa Salsabila Arifah
Alamat: Simpang Waspada, Jalan raya lintas liwa, Sekincau, Lampung Barat, Lampung, Indonesia.

Cerpen Sahabat merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Fly High (Part 1)

Oleh:
Bagi sebagian orang, sekolah bukan tempat yang menyenangkan. Begitu pula saat mereka mempunyai pengalaman yang pahit misalnya dibully. Mereka enggak akan menginjakkan kaki di sana. Ingin lari sekencang-kencangnya. Terbang

Fly High (Part 2)

Oleh:
Saat bel berbunyi, seluruh siswa berlari memasuki kelas mereka masing. “Anjir.. gua belum belajar. Ulangan biologi kan sekarang? Ya ampun.” Hensa berdiri sambil meremas botol minuman yang tadi dia

Pandangan Pertama

Oleh:
Aulyani Indira. Panggil saja aku Aulya. Gadis berusia 17 tahun, yang sampai saat ini masih mengenakan seragam putih abu-abu. Kakiku masih terus melangkah, menelusuri sepanjang koridor sekolah. Kuamati keadaan

Belajar Ikhlas

Oleh:
“Aku ingatkan padamu, jangan pernah mendekatinya.. dia anak orang kaya yang hanya bisa menyiksa orang lain” “Apa? mana mungkin dia seperti itu?” “Kau hanya siswi baru di sini, jika

Senyum Terakhir

Oleh:
Malas adalah kebiasaan burukku, Orang-orang memanggilku dengan sebutan Ade dan sahabat baikku adalah Bagas, banyak yang mengatakan bahwa kami seperti saudara kembar. Sahabatku adalah Anak yang cukup rajin dan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *