Sahabat

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Pengalaman Pribadi, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 23 February 2020

Perkenalkan dulu, nama lengkap saya Muhammad Agung Ferdiyanto. Lahir di Jakarta Selatan. Umur saya 15 tahun. Kisah ini terjadi pada saat saya masih di Jakarta Selatan. Karena saya sekarang berada di kampong kesayangan saya yaitu di Pati, Jawa Tengah.

Waktu itu saya masih duduk di bangku SD kelas 3. Saya masih ingat teman sebangku saya bernama Fraticca Ayu Lestari. Karena wali kelas saya menyuruh untuk duduk dengan lawan jenis yang bertujuan agar malu untuk bersenda gurau. Walaupun duduk saya dengan Ayu, kami tetap saja bersenda gurau dengan akrabnya.

Suatu hari, bu Peni guru bahasa Indonesia memberikan tugas kelompok dengan teman sebangku. Hampir tak ada yang setuju dengan tugas itu, tapi karena keputusan guru tidak bisa diganggu gugat, ya apa boleh buat.

Akhirnya aku dengan Ayu dan kelompok laninya belajar bersama meskipun kita berbeda kelompok. Karena sekolah itu sekolah Elite, maka kerja kelompok seperti itu sudah tidak asing lagi di telinga seorang murid. Oh iya, saya sampai lupa. Sekolah saya pada waktu itu SDSN Kebagusan 03 Pagi dan seingat saya, pada waktu itu ibu dari Pak Ari Untung (Artis Indonesia) menjabat sebagai Kepala Sekolah di sekolah itu.

Lanjut lagi pada kerja kelompok. Kami semua sepakat buat ngerjain kerja kelompok di rumah Ayu.

“Ntar jam berapa, Yuk?” tanyaku menanya kesepakatan berkumpul.
“Jam 2 aja, ah. Yang laen di kasih tau, biar stok jajan aku lebihin dikit.” Jawab Ayu.
“Oke, siap deh” jawabku lagi.

Pulang sekolah kami bersembilan langsung menuju ke rumah Ayu. Setelah sampai di rumah Ayu, tanpa ba bi bu kami semua langsung membuka buku paket Bahasa Indonesia. Karena saya kelompoknya Ayu, jadi ya saya yang lebih akrab dengan Ayu. Ayu itu orangnya baik, lemah lembut, gak sombong, pinter pula.

“Yuk, kita bagi tugas mau?” ajakku.
“Berani, aku dapet nomor berapa aja?” Tanya Ayu.
“Oke deh, kamu nomor yang ganjil. Aku dapet nomor yang genap. Deal gak?” kataku
“Oke, deal!” kata Ayu.

Kami semua mengerjakan tugas masing-masing dengan semangat. Setelah selesai, kami semua makan cemilan yang sudah disediakan Ayu. Karena memang rumah Ayu adalah warung, jadi ya wajar jajanannya banyak. Ya itulah alasan kami semua untuk sepakat di rumah Ayu.

Setelah semua pulang, hanya saya saja dengan Ayu yang masih tersisa. Kebetulan orangtua Ayu masih bekerja, Ayu di rumah sendirian. Saya dengan kecil hati membantu membersihkan sisa-sisa jajanan dan kotoran yang terceceran. Karena memang saya orangnya gak tegaan kalo liat cewek kerja keras sendiri.

Ayu juga sering pulang bareng sama saya. Jadi kami berdua sering bersenda gurau bareng-bareng. Pernah si Ayu lagi haus, dan kebetulan saya punya sedikit uang. Karena uang saya cuma cukup untuk satu porsi Pop Ice, jadi ya satu gelas Pop Ice kami minum bersama sama dengan dua sedotan. Romantis banget ya. Tapi waktu itu masih polos-polosnya kami.

Karena kami masih kelas 3 SD, jadi di antara kami memang tidak ada yang pernah punya perasaan tentang asmara. Maka dari itu kami sering berkata, kalau kami memang hanya sekedar SAHABAT.

TAMAT

Cerpen Karangan: Muhammad Agung Ferdiyanto
Facebook: Muhammad Agung Ferdya

Cerpen Sahabat merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Tak Lekang Oleh Waktu (Part 4)

Oleh:
Rom dan Sam masih menodong supir bus yang malang itu. Karena ditodong, akibatnya supir itu tidak konsentrasi dalam menyetir. Seekor anjing tiba-tiba melintas mendadak. Supir bus terkejut bukan main.

Rindu Yang Menyiksa

Oleh:
Siang itu kami sedang sibuk nonton film, entah judulnya apa yang jelas ceritanya tentang persahabatan. Saat itu dengan seriusnya aku menyimak jalan cerita film tersebut sambil bersandar di pundak

Kamu dan Mamahmu

Oleh:
Gemericik suara hujan ditambah dengan tiupan angin yang menggoyangkan daunan, bagaikan lagu merdu yang menghipnotis diri ini untuk semakin terlelap. “TOK.. TOK.. TOK..”. Antara sadar dan tidak, aku seperti

Kurang Waspada

Oleh:
Pukul 14.36 Sore gue baru keluar dari sekolah. Gue lagi cari temen sekaligus tetangga gue, gue rencananya mau nebeng (wkwk) soalnya gue lagi kagak bawa motor. bukannya gue males

Artik

Oleh:
“Hiks.. hiks… Putri!!” tangisan Artik mengagetkanku yang tengah asyik membaca buku. “Astaghfirullah. Kamu kenapa, Tik?” tanyaku dengan tatapan terkejut. “Kakakku, hiks, hiks Kakakku, Put…” mengalir deras air matanya di

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *