Sahabat

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Penyesalan, Cerpen Persahabatan, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 9 July 2014

Ini hari pertama duduk di bangku SMA bagi Tina. Gadis dengan rambut lurusnya yang menjuntai bak air terjun Angel itu bergabung bersama kawan-kawannya. Tak ada kata yang tepat untuk mendeskripsikan euforia yang muncul mengingat hari ini mereka sudah mengenakan seragam putih-abu. Orang bilang perjalanan hidup mulai terasa saat SMA; rasa cinta, persahabatan sejati, rasa dikhianatai, dibohongi, dikecewakan, semua berkumpul menjadi satu di satu periode hidup ini, saat kita berdiri di satu titik dengan medium yang biasa orang bilang ‘SMA’.

Bel listrik yang dibunyikan petugas sekolah bergema di seluruh sudut sekolah, menciptakan tuli sesaat akibat begitu kerasnya bunyi itu, seolah bel itu ingin menyaingi petir yang malu-malu mengintip di balik awan kelabu.

Satu minggu yang lalu Tina masih ragu akan mampu beradaptasi dengan lingkungan yang jauh berbeda ini, pasalnya keluarganya memutuskan pindah ke kota Air begitu Tina lulus SMP. Sebuah lingkungan yang benar-benar asing baginya. Tapi, kenyataannya tidak seburuk itu. Pada hari pertama MOS, ia bertemu dengan Alexa, gadis semampai dan rupawan yang mampu membuatnya iri. Sejak pertama bertemu, mereka selalu bersama, selama di lingkungan sekolah. Ah, bahkan Alexa sudah datang ke rumah Tina sabtu lalu. Kehangatan yang tercipta di antara mereka mengalahkan kebersamaan sahabat mana pun di dunia. Setiap hari terlewati, tak satu kali pun mereka tidak berkomunikasi. Tidak hanya kedua gadis itu saja yang dekat, tetapi kedua pihak keluarga pun sudah saling kenal dan menjalin kerja sama dalam bisnis masing-masing. Masa SMA jadi cerah ceria mengalahkan indahnya pelangi.

Sampai satu hari di bulan Januari, di mana tahun yang baru baru saja digelar, meninggalkan asap kembang api yang meliuk-liuk membelah angkasa yang penuh angan manusia bersama angin masa lalu; bungkus kehangatan itu pecah.

Perubahan itu dimulai saat seorang murid pindahan bernama Dilon menarik hati mereka bersamaan. Dua-duanya menjatuhkan hati mereka pada pria itu, baik Alexa maupun Tina, tidak ada tidak ada yang mau mengalah. Regangan yang timbul begitu kontras dengan kondisi mereka sebelumnya, sehingga menimbulkan desas-desus yang menyakitkan telinga.

Berminggu-minggu mereka tidak berkomunikasi. Ah! Jangankan berkomunikasi, bertemu pandang pun menjadi hal yang jangan sampai terjadi bagi mereka berdua. Alexa dan Tina menemukan pengganti untuk sahabatnya yang hilang. Hilang bersama keriuhan dunia cinta mereka pada Dilon. Tidak hanya kedua gadis itu, tetapi belasan gadis lain juga tertarik pada Dilon. Berhari-hari, berbulan-bulan mereka menguntit seorang pemuda blasteran Rumania-Indonesia itu. Sampai puncak dari rasa jengah terhadap ekspos berlebih atas dirinya membuat Dilon mengambil satu keputusan, mengangkat satu dari gadis-gadis itu untuk menjadi tameng dari pikatan gadis lain; gadis yang bisa menemaninya, yang akan membuat semua sadar bahwa ia bukan lagi subjek yang dapat dijadikan incaran; juga, bagi semua gadis materialistis di luar sana yang mampu mengorbankan perasaan agar keinginannya terpenuhi.

Dilon memang pria impian setiap wanita pemuja fisikal; tampan, memiliki simpanan yang lebih dari cukup untuk berlibur ke luar negeri setiap tahun, dan Mazda 2 yang mencolok di areal parkir SMA N 2 kota Air. Tapi bukan berarti dia akan mencari gadis yang ‘sederajat’ dengannya. Seorang gadis lugu, sederhana, dan lebih suka berkutat dengan buku menjadi tambatan hatinya. Dilon memuja pribadi gadis itu di antara puluhan gadis lain sedemikian rupa, sehingga Anna menerima ikatan darinya.

Awal mula hubungan Anna dan Dilon menggemparkan dunia SMA N 2 kota Air, Anna menjadi bahan olok-olok. Dan hal itu berjalan sampai dua minggu berikutnya. Kemudian, fans Dilon satu per satu lenyap, termasuk Alexa dan Tina. Saat rasa itu lenyap, keduanya sadar, betapa bodoh mereka, betapa materialistis mereka, betapa menjijikkan sikap mereka. Saat keduanya bertemu di koridor sekolah beberapa hari kemudian, air mata menitik di sudut mata masing-masing, ekspresi yang mampu disampaikan di keadaan mendadak dan terjepit keputusasaan diri. Tina dan Alexa kembali bersama, berpelukan melintasi angin dingin yang sempat berembus di antara mereka. Perpisahan yang telah mereka rasakan membuat keduanya jera, enggan untuk melakukan hal semacam itu lagi; menjadikannya sebuah pelajaran, dan membawa persahabatan mereka menuju sebuah ikatan yang tak bisa terpisahkan lagi.

Anna dan Dilon menjadi subjek untuk mencelikkan mata mereka bahwa dunia ini tega, bahwa perjalanan baru akan dimulai, jika menyerah sekarang, bagaimana bisa hidup? Keduanya akan saling menopang, menjadi pegangan bagi satu sama lain. Itulah persahabatan yang timbul saat SMA. Sebuah pilihan untuk menentukan langkah selanjutnya.

Cerpen Karangan: Eunice Viel
Facebook: Eunice Papollo Viel

Cerpen Sahabat merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


4 Serangkai

Oleh:
Disuatu ketika, disebuah sekolah SMP yang indah nan megah, tahun ajaran baru dimulai, banyak orang tua yang mendaftarkan anaknya untuk bersekolah disekolah tersebut. Beberapa hari setelah pendaftaran waktu mospun

Sahabat Kecilku Pasangan Hidupku

Oleh:
Malam ini ku hempaskan tubuhku ke atas kasur dan memandangi langit-langit di atas. Kurenungi keindahan masa-masa laluku. Masa kecilku bersamanya. Entah kemana dan dia saat ini. Aku sangat merindukannya.

It’s Not My False

Oleh:
Namaku Sasya. Aku tinggal bersama om dan tanteku di Bandung. Orangtuaku sudah meninggal 2 tahun yang lalu karena kecelakaan lalu lintas. Aku tidak tau sebabnya. “Tan, aku berangkat dulu

Janji Setia

Oleh:
“Melati aku ingin ngomong sesuatu sama kamu” ucap Bima dengan kedua matanya memandangi bening indah mata kekasihnya itu. “kamu mau ngomong apa sih sayang?” jawab Melati sembari membalas tatapan

Cintaku Berawal dari WeChat

Oleh:
Namaku Dhina usiaku 19 tahun aku seorang mahasiswi di sebuah perguruan tinggi di Yogyakarta. Di kampus aku punya tiga sahabat namanya Rani, Kusuma dan Setya. Aku seorang mahasiswi yang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *