Sahabat Baru

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Penyesalan, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 1 January 2018

Ada anak yang bersahabat sejak kecil, yaitu Dila dan Ryska. mereka selalu dianggap gurunya anak kembar. Namun mereka memiliki perbedaan, yaitu si Dila pintar dan Ryska bodoh. Mereka kelas VI dan sebentar lagi mereka akan berpisah, karena lulus SD. Kemarin ada pengumuman dari guru, bahwa minggu depan akan ada perpisahan.

Saat acara berlangsung, mereka duduk di belakang panggung. “Rys jangan lupakan aku nanti dan jangan ada sahabat lagi selain aku!” pesan Dila. Ryska menyia-nyiakan pesannya. Waktu itu acara telah selesai. “selamat tinggal, Rys.” Dila mengucapkan selamat tinggal kepada Ryska.

Mereka memasuki SMP yang berbeda. Saat itu Ryska berkenalan dengan teman sebangkunya yang sangat pintar di kelasnya “Hai namaku Ryska, namamu siapa?”. “namaku Venny, senang berkenalan denganmu” teman sebelahnya menjawab. Saat pelajaran Ryska selalu mencontek Venny, jadi Venny tahu bahwa Ryska ini anak yang bodoh. Venny berfikiran bahwa ingin Ryska menjadi asistennya dari kebodohan Ryska dengan menjadi sahabat palsunya.

Krriiing… Venny dan Ryska istirahat bersama. Tiba-tiba “Rys, apa kamu mau jadi sahabatku?” Venny bertanya. “Iya, aku mau Ven.” Ryska menjawab dengan semangat, karena dengan menjadi sahabatnya Venny dia bisa mencontek setiap hari.

Akhirnya setelah masuk ada tugas dari guru berkelompok per kelompok 2 anak, Ryska dan Venny satu kelompok. Krriiing… bel waktunya pulang berbunyi. “Rys, nanti aku ke rumahmu ya, untuk mengerjakan tugas dari bu guru.” Venny memberi tahu Ryska, bahwa nanti ia akan ke rumahnya. “Iya Ven, nanti ke rumahku ya!” Ryska menjawab.

Setelah di rumah Ryska, Venny melihat ada foto Dila dan Ryska. “Rys, ini fotomu dengan siapa?” Venny bertanya. “Ohh it.. itu… emm itu fotoku dengan kakakku” Ryska berbohong, Ryska menjawab itu kakaknya memang mereka agak kembar. Tiba-Tiba Ryska ingat Dila, tetapi cepat-cepat ia melupakan Dila, karena di sebelahnya ada sahabat baru. Lalu setelah mengerjakan tugas, Venny pulang.

Setelah esok pagi masuk sekolah, Ryska tidak sengaja mendengar “Jangan salah paham, sebenarnya aku hanya berpura-pura menjadi sahabatnya dan dia akan menjadi asistenku.” Venny menjelaskan kepada sahabat aslinya yang telah menuduh dia untuk mengkhianatinya.

Saat pelajaran, istirahat, sampai mau pulang Ryska cuek kepada Venny. “Rys, kamu kenapa dari tadi melamun terus?” Venny bertanya. “Aku sudah tahu kok, kalau kamu itu cuma manfaatin aku, sudahlah mulai sekarang aku tidak mau jadi sahabat palsumu lagi!” Saat itu Ryska ingin menemui sahabatnya yaitu si Dila dan akan menceritakan jujur yang dialaminya saat ini. Tiba-tiba Dila juga ingin bertemu Ryska, karena sudah lama tidak ketemu dan takut terjadi apa-apa dengan Ryska. Dan mereka pun berpapasan bertemu di pinggir jalan raya. waktu itu Ryska melihat di seberangnya ada Dila dan Dila pun sebaliknya.

“Hai Ryska!” Dila menyapa Ryska dengan berlari menyeberangi jalan raya dengan tidak hati-hati. Tiba-tiba “Brakk..” Dila tertabrak mobil dan Ryska pun langsung menghampirinya. “Dilaa… Dila mengapa kamu tinggalin aku dan aku akan tetap bercerita kepadamu apa yang kualami saat ini, Waktu itu aku telah mengkhianatimu, aku telah mempunyai sahabat baru, ternyata dia cuma menfaatin aku dengan menjadi sahabat palsunya.” Ryska menceritakan yang dialaminya saat ini. “Dan.. saat ini aku sangat menyesal sekali, meskipun kamu telah meninggal aku akan tetap menjadi sahabat sejatimu ataupun sahabat semati.”

Cerpen Karangan: Larasayu Azzahra
Facebook: Larasayu Azzahra

Cerpen Sahabat Baru merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Pacarmu Bukan “Ninja”

Oleh:
Siang ini di kelas aku menatap keadaan di luar kelas dari jendela, minggu ini aku mendapat giliran duduk di bangku paling pinggir dekat jendela yang memang berukuran besar dan

Goresan Jingga

Oleh:
Jeritan-jeritan penuh kemenangan menusuk indra pendengaran. Aku berpijak di atas bumi pertiwi yang hijau nan indah ini. Kupandangi para siswa yang berhamburan ke luar kelas mereka masing-masing, tidak lupa

Mama

Oleh:
Kini aku membenahi diriku dalam kamar. Aku tak tau akan sikap mama yang berubah. Ia menjadi sering marah tak menentu tanpa aku ketahui sebabnya. Deru mobil ku dengar samar-samar

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *