Sahabat Baruku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 29 July 2013

Hari ini adalah hari yang paling menyedihkan bagi seorang anak perempuan yang bernama Putri. Tanggal 20 Agustus 2012, Putri akan berpisah dengan teman-temannya dikarenakan dia akan pindah sekolah. Dalam perjalanan dia menangis karena harus berpisah dengan teman-teman terbaiknya. “Putri, mengapa wajahmu mendung seperti langit di luar sana” ucap bunda bertanya pada Putri.
“Tak apa bunda, aku hanya sedih karena harus berpisah dengan teman-temanku.” jawab Putri merengut.
“Jangan khawatir Putriku sayang, di sekolah barumu nanti kau akan menemukan kawan baru” ujar bunda menenangkan Putri.
“Tapi bunda, belum tentu kan, teman-teman baruku baik denganku” jawab Putri kembali sambil mengeluarkan rasa takutnya.
“Jangan takut Putri, ayah yakin, kau disana pasti mendapat teman-teman yang baik” ucap ayah menimpali.
“Baiklah ayah” jawab Putri menurut.

Dalam perjalanan Putri semakin gelisah, karena ia memikirkan hal yang buruk tentang teman barunya. Akhirnya untuk menghilangkan perasaan gelisahnya, Putri mengeluarkan kamera dari kantung bajunya, ia memotret keindahan sepanjang jalan. Seketika ia merasa bosan, lalu ia pun mulai tertidur karena kelelahan.

Setelah menempuh waktu selama 3 jam, Putri akhirnya sampai di rumah barunya tersebut. “Putri, ayo bangun nak” ucap bunda sambil membangunkan Putri yang masih tertidur lelap.
“Ada apa sih bunda?, Putri kan masih mengantuk.” celetuk Putri pada bundanya.
“Kita sudah sampai nak, ayo kita turun dari mobil, tidurnya di dalam saja ya” ajak bunda sambil mengelus rambut Putri.
“Baiklah bunda” katanya menuruti perintah bundanya.

Akhirnya dengan badan yang masih lesu, Putri pun turun dari mobilnya, dan berjalan menuju ke dalam rumah. Terlihat ayahnya sedang mengangkuti barang-barang dari dalam mobil. Rasa iba pun datang menghampiri Putri, akhirnya Putri pun rela membuang waktu tidur siangnya untuk membantu ayahnya mengangkuti barang-barang. “Ayah, bolehkah aku membantu?” Tanya Putri dengan lembut kepada ayahnya.
“Tentu saja anakku” ucap ayah memperbolehkan.
Putri pun mulai mengangkuti barang-barang bawaannya dari dalam mobil. “Uhh, berat sekali ini” ucapnya lirih.
“Hey, kau baru ya disini? Siapa namamu?” ucap seseorang wanita mengagetkan.
“Ehh” ucapnya kaget. “Iya, aku baru disini, namaku Putri, lalu siapa namamu?” Tanya Putri kembali pada wanita tersebut.
“Kenalkan, namaku Annisa Permata” ucapnya memperkenalkan diri sambil menyodorkan tangannya.
“Cantik, seperti orangnya.” ucap Putri memuji.
“Hmm, biasa saja kok. Cantikan juga kamu Put” ujar Annisa dengan berbalik memuji.
“Ahh, iya iya. Kita sama-sama cantik, betul ga?” ucap Putri melawak.
Sesaat Putri dan Annisa pun tertawa geli.
“Oh iya, kamu pindahan dari mana Put?” Tanya Annisa.
“Aku pindahan dari Jogja” jawab Putri dengan suara halusnya.
“Oh Jogja ya. Kalau aku pindahan dari Bandung” jawab Annisa kembali.
“Oh kau juga pindahan? Aku kira kau asli orang Cilacap?” Tanya Putri keheranan.
“Iya, aku ini pindahan” celetuk Annisa
“Oh” jawab Putri dengan singkatnya.
“Oh iya, rencana kau mau sekolah dimana?” Tanya Annisa.
“Aku belum mengetahuinya, itu semua tergantung orang tuaku” jawab Putri begitu.
“Oh, bagaimana kalau kau sekolah di tempatku saja” ucap Annisa menawarkan.
“Emm, memangnya kau sekolah dimana?” Tanya Putri.
“Aku sekolah di SMPN 5 Cilacap” jawab Annisa.
“Oh, coba nanti aku bujuk ayah dan bundaku ya, supaya aku diperbolehkan untuk sekolah di sekolahan yang sama sepertimu.” ucap Putri sambil membuat janji.
“Baiklah, aku pulang dulu ya Put. Nanti malam aku main ke rumahmu” ujar Annisa sambil meninggalkan Putri.
“Oke, aku tunggu ya Nis” ucap Putri mengiyakan.

Setelah ditinggal pergi oleh teman barunya, Putri pun melanjutkan untuk mengangkut barang bawaannya ke dalam rumah. “Put, kok lama sekali membawa barangnya?” Tanya ayah kepada Putri.
“Iya Ayah, tadi Putri sudah menemukan satu teman yang sangat asyik, namanya Annisa Permata” ujar Putri merasa bangga.
“Wahh, tuh kan bener yang ayah bilang. Pasti kamu akan menemukan teman yang baik” ucap ayah juga ikut merasa senang.
“Ada apa ini, kok kelihatannya senang sekali?” Tanya bunda keheranan.
“Ini loh bunda, Putrimu ini sudah mendapatkan teman baru” jawab ayah tersenyum.
“Oh, baguslah kalau begitu” jawab bunda dengan tersenyum pula.
“Ayah bunda, nanti malam teman baru Putri mau datang ke rumah loh, bolehkan?” Tanya Putri dengan suara manja.
“Tentu saja boleh, sekalian bunda ingin melihat wajahnya” jawab bunda merasa bahagia.
“Sudah-sudah, Putri ayo bawa barangmu ke dalam kamar, kamarmu ada di lantai atas” perintah ayah sambil menunjukkan letak kamar Putri.
“Siap ayah” jawabnya sambil meledek. Dengan membawa tasnya.

Putri pun menaiki tangga untuk menuju ke kamarnya. “Wahhh, indah sekali kamarnya” ucap Putri terheran-heran. Putri terheran karena melihat kamarnya yang bercat ungu, dan dipenuhi dengan fasilitas yang lengkap, seperti TV, meja belajar, meja baca, buku-buku cerita, dan boneka-boneka yang memenuhi ruangan kamarnya, tak ketinggalan di dalam kamar Putri juga tersedia kamar mandi yang bersih dan megah.

Setelah merasa lelah mengelilingi kamarnya, Putri pun merebahkan tubuhnya di atas kasur yang empuk, dan perlahan demi perlahan dia pun tertidur lelap. “Ceklek”, seseorang membuka pintu kamar Putri. Ternyata itu bunda Putri sendiri. “Oh, ternyata Putriku sedang tertidur, mungkin ia merasa capek” ucap bunda dengan lirih.
Bunda pun mengambil selimut di dalam lemari, dan memakaikannya di atas tubuh Putri.

Waktupun berjalan dengan cepat, tak terasa sore haripun telah tiba. “Putri, bangun sayang, ini sudah sore” ucap bunda memanjakannya.
“Ahh bunda, aku kan masih mengantuk” celetuk Putri pada bundanya.
“Katanya teman barumu mau datang kesini nak?” ujar bunda mengingatkan.
“Oh iya, aku lupa” ucap Putri segera terbangun dan menepuk jidatnya.
“Kalau begitu, aku mandi dulu ya bunda” ucap Putri tergesa-gesa.
“Iya iya, hati-hati sayang, jangan lari-lari” ucap bunda tersenyum kecil.
Dengan tergesa-gesa Putri pun mandi dengan cepatnya.

Selesai mandi, Putri pun ingin berpenampilan cantik di depan Annisa, tetapi Putri bingung ingin mengenakan pakaian yang mana. Akhirnya Putri mengenakan baju berwarna ungu muda, disertai dengan celana jeans yang berwarna putih selututnya. Lalu Putri pun mulai menyisir rambutnya yang terhelai panjang, lalu ia mengikat rambutnya, dan mengenakan bando berwarna putih yang berhias bunga berwarna ungu.

Putri pun keluar dengan tersenyum. “Waah, anak ayah cantik sekali” puji ayah pada Putri.
“Siapa dulu dong bundanya.” ledek bunda Putri.
“Huh, anak ayah dan bunda ini kan memang cantik” ucap Putri melawak.
“Iya iya” jawab ayahnya mengalah.
“Oh iya bunda, apakah bunda sudah menyediakan makanan untuk temanku nanti?” Tanya Putri khawatir.
“Sudah dong, masa mau ada tamu bunda gak nyediain makanan?” jawab bunda begitu.
“Untung saja, aku kira bunda lupa” jawab Putri melepas lega
“Kapan temanmu akan kesini Put?” Tanya ayahnya.
“Tadi dia bilang dia akan ke rumah Putri nanti malam yah” jawab Putri sambil duduk di sofa.
“Ohh” ,jawab ayah relatif singkat.

Putri pun keluar rumah dan duduk di taman dekat rumahnya, sambil bernyanyi sendiri. Dia membayangkan tentang teman barunya di sekolahnya nanti. “Ting..tong.”, suara bel rumah Putri pun berbunyi. Putri yang mendengar suara bel tersebut langsung berjalan menuju pintu gerbang dan mulai membuka pintu tersebut. Setelah ia membuka pintu gerbang rumahnya, didapati seorang anak perempuan yang cantik berdiri di depan rumahnya. “Annisa? kau sudah datang” , ucap Putri tersentak kaget.
“Hehe, maaf ya Put, jika aku datang sekarang” jawab Annisa meminta maaf.
“Ohh, tak apa. Aku malah senang. Ayo silahkan masuk.” ujar Putri sambil mempersilahkan temannya untuk masuk.
“Baiklah” jawab Annisa.

Akhirnya mereka berdua pun masuk ke dalam rumah Putri. “Ayah bunda, teman Putri sudah datang” ucap Putri berteriak.
Seakan-akan ayah dan bunda Putri langsung mendekatinya. “Oh ini yang namanya Annisa? Cantik ya yah?” ucap bunda Putri sambil memuji.
“Terimakasih” jawab Annisa tersipu malu.
Akhirnya mereka berbincang-bincang bersama. “Annisa sekolah dimana?” Tanya ayah Putri.
“Di SMPN 5 Cilacap” jawab Annisa ramah.
“Ayah bunda, ijinkan Putri untuk sekolah disana yaa?” pinta Putri manja.
“Baiklah, besok ayah daftarkan kamu disana” jawab ayah memperbolehkan.
“Yeee, akhirnya boleh juga” ucap Putri bergembira.

Setelah lelah berbincang-bincang, bunda Putri mengajak Annisa untuk makan malam. “Annisa, ayo makan malam dulu” ajak bunda Putri padanya.
“Baik tante” ucap Annisa lembut.

Mereka semua pun langsung menuju ke meja makan, hidangan yang lezat pun sudah terjejer dengan rapi nya. Setelah selesai makan malam, Annisa pun berpamitan untuk pulang terlebih dahulu. “Om tante, Annisa pamit pulang dulu ya, takut dicariin sama mama” ujar Annisa berpamitan.
“Oh, iya. Besok main kesini lagi ya Nis” jawab bunda Putri ramah.
Akhirnya Annisa pun pulang ke rumahnya.

Cerpen Karangan: Putri Novitasari
Facebook: Putri Novita Sari

Cerpen Sahabat Baruku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Pertemuanku Dengannya

Oleh:
Aku baru saja ke luar dari gedung sekolahku pada sore itu. Sungguh lelah hari ini, mengikuti pembelajaran sore yang membosankan. “Akhirnya, selesai juga latihan menari sore ini.” Gumamku sambil

Bintang Kecil (Part 1)

Oleh:
Bintang kecil di langit yang biru, amat banyak menghias angkasa, aku ingin terbang dan menari, jauh tinggi ke tempat kau berada. “suara gue bagus kan Rey?” tanya Tirsya dengan

Ikhlas Yang Ternodai

Oleh:
Di sudut ruangan kantor yang kini kosong, aku terisak memeluk lutut dan membenamkan wajah di sana sampai semua air yang mengalir perlahan tumpah membasahi bagian rok yang menutupi lutut.

Rahasia Pak Remon

Oleh:
Sebuah kelas yang berisi 38 murid itu kini hening. Murid-muridnya sedang keluar kelas untuk praktek IPA di halaman sekolah yang penuh dengan aneka tumbuh-tumbuhan bermanfaat. Tapi kali ini mereka

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *