Sahabat Bisa Jadi Cinta

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Romantis, Cerpen Persahabatan, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 30 June 2015

Hai nama aku Dita. Aku kenalin sahabat aku nih, Echa, Pita, Meme dan Evan. Kita sudah temenan dari kelas 1 SD sampai sekarang SMA kelas 2. Kita selalu sekolah di tempat yang sama, mungkin IQ kita sama kali ya?
O iya gue punya orang yang gue sukain satu di antara mereka, yaitu Evan. Anaknya itu cool, cuek, pintar dan tinggi. Aku tertarik dengan kepribadiannya yang cuek dan pendiem. Dia dapat menarik perhatian cewek dengan sifatnya itu. SAAIIIDDD…!!!
Oh, BTW.. Aku suka sama dia itu dari kelas 1 SMP. Tapi aku nggak berani ngomong. Soalnya aku takut ditolak Evan. Terus persahabatan kita jadi hancur dan hilang satu per satu.

Suatu hari saat aku lagi sendiri di rumah, entah saat aku baru bangun tidur siang, kok rumah aku jadi sepi. Ya udah aku mandi dan siap siap, nggak tau tujuan gue mau keluar itu kemana? Aku SMS saja teman-teman aku. Tapi apa yang terjadi? Mereka semua nggak ada yang balas, OMG…!!! Tapi ada satu SMS terakhir, aku kirain dari operator atau sms “mama minta pulsa” atau apa gitu, ternyata bukan! Itu dari Evan my bebeb muach-muach (kaya’ gitu sich yang dikatain teman-teman aku waktu ketemu atau ngapain sama orang yang mereka suka. Jadi aku cuman ikut-ikutan.) Aku nggak nyangka…

“Lagi nganggur nggak?”
“Nggak, knp?” Balas dia,
“Keluar yuk!!!? Cari pemandangan gitu atau ngapain kek!?” Dengan memberanikan diri aku ngajak dia keluar,
“Ya udah, ama anak anak nggak?”
“Nggak, cuman kita doang!!! Anak-anak aku sms nggak ada yang bales.”
“O, ya udah…”

“YES” Ucap aku dalam hati. Karena sudah bisa ngajak Evan keluar cuma berduaan. Soalnya, kita nggak pernah keluar sendiri-sendiri kaya’ gini, kecuali ada acara. Entah kenapa menurutku hari ini nggak kaya’ biasanya anak-anak ngilang dengan misterius dan orangtuaku ngilang. Udah deh aku nggak mikirin.

Akhirnya Evan datang juga. Setelah aku nunggu dia selam 15 menit. Dia datang dengan memakai kemeja kotak-kotak hijau gelap, dengan lengan dicincing selengan. Dia ganteng banget…!!! sampai mata ini tak bisa diajak kompromi untuk diajak berkedip. Lalu…
“Hey kenapa kamu ngeliatin aku kaya’ gitu? Ayo berangkat! Nanti keburu malem lo..!”
“I… iya, ayo berangkat!!!” Jawab aku dengan terbata-bata karena kaget,
“Emang kita mau kemana sich?” Tanya’ Evan,
“Gimana kalo ke taman kota? Asyik tuh klao malem minggu kan? Pasti disana rame dan meriah!!?”
“Ya udah ayo!! Apa sich yang nggak buat sahabat aku!?” Sambil ngusek-ngusek rambut aku. Jadi malu deh aku digituin.

Sampai sana kita langsung nemuin lautan pedagang dan manusia yang sedang menikmati indahnya malam minggu.

“Eh, itu jajan kesukaan kita semua kan? Rambut nenek?” (tapi bukan rambut nenek yang beneran lo ya..!!!) spontan aku seplos kaya’ gitu. Soalnya jajanan kaya’ gitu sudah langka di pasaran. Lestarikan jajanan tradisional ya friend!
“Iya, beli yuk!” jawab Evan gembira,
“Ayo!!”

Kita pun tenggelam dalam susana malam minggu yang romantis ini. Aku nggak nyangka akan terjadi kejadian kaya’ gini.

“duch…. aku capek nih!! Jalan terus, udah ya kita berhenti disini?!” Ajak Evan. Kita pun berhenti di sebuah kursi taman yang sepi dari keramaian.
“Iya, aku juga capek! Tapi asyik kan?” jawab aku,
“Iya, jadi keinget masa lalu waktu kita semua disini..” kenang Evan pada masa lalu kecilan kita semua, saat keluarga kita piknik bersama.
“Iya..” jawab aku,

Sekejap kita diam dalam suara malam. Entah apa yang ada di pikiran Evan saat diam seperti ini. Seperti sedang ada yang di pikirkan. Pasti itu penting! Aku jadi berdebar-debar. Aku sudah nggak tahan lagi nahan rasa ini ke dia.

“Eh.!” Kita mengucapkan dengan bersama-sama,
“Mau ngomong apa?” saut aku,
“Nggak, kamu dulu aja!” jawab Evan mengalah,
“Nggak kamu aja, aku nggak begitu penting kok!”
“Emmmm…. a..a..aku sayang banget sama kamu!!!!” Sahut Evan dengan terbata-bata. jantungku langsung berdegup kencang, karena nggak nyangka dengan apa yang dikatakan Evan barusan.
“HAAH? Kamu beneran bilang gitu? Ini bukan mimpi indahku yang biasa aku alamin tiap malam kan?” jawabku tak menyangka
“Beneran Dit! Aku suka sama kamu itu dari kelas 1 SMP. Aku takut ngungkapin ini ke kamu. Aku takut kalo nanti kamu nolak aku dan persahabatan kita jadi hancur dan hilang satu persatu. Aku nggak mau kita berpisah karena hal yang sepele dan karena individu. Kamu mau kan dan nerima aku jadi pacar aku kan?” jelas Evan panjang lebar,
“Aku juga sama kaya’ kamu. Aku nggak mau kita berpisah karena hal ini. Aku juga udah lama memendam ras ini ke kamu”
Kita pun berpelukan. Hmmm…. lega akhirnya bisa ngungkapin perasaan yang udah lama mengganjal di hati.

Tiba-tiba suara yang hening berubah total menjadi suasana yang indah dan terang. Seruan genbira datang dari belakang menghampiri kita. Ternyata semua ini telah direncanain oleh mereka termasuk Evan. Hmmm…. semuanya senag kita bisa jadian. Ternyata mereka semua sudah tau dari Evan, karena Evan suak curhat ke mereka.

Malam yang indah. Itulah hal yang tak pernah diungkapkan dapat terwujud. Karena orang yang kita angggap tak peduli dengan kita ternyata menyimpan hal yang sama.

Tamat

Cerpen Karangan: Wanda Safia
Facebook: Wanda Safia

Cerpen Sahabat Bisa Jadi Cinta merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Aku Dan Harapanku

Oleh:
Langit terlihat begitu sendu, matahari terlihat bersembunyi di balik awan tebal, hujan seakan ingin menyapa tapi angin menolaknya. Ketika harapan tidak sesuai dengan keinginan? Mungkin hati akan merasa sakit,

45 Derajat Senyummu Merubah Arah Kompasku

Oleh:
Pada saat itu hari sabtu Sepulang sekolah, aku merencanakan mengajak sacna, andika untuk berkemah di gunung manglayang, jelas mereka pun mau karena kami bertiga memiliki hobi yang sama, kami

Kakak Senior

Oleh:
Pagi ini tepat pukul 06.35 aku sampai di sekolah. Kulihat sudah banyak teman-temanku yang tiba di sekolah. Aku meletakkan tasku di atas meja di dalam kelasku. Aku melihat ke

Serunya Berkemah

Oleh:
Sore itu, sangat panas. “Vio, masang pasaknya tuh begini,” ucap Kayla memperagakan memasang pasak tenda. Siang ini hingga besok sore, mereka akan berada di bumi perkemahan SMPN Jati Nusa

Gadis Berkursi Roda (Part 2)

Oleh:
Aku pun tak mampu menolak tawaran Ghani dan hanya menjawabnya dengan anggukan kepala. Ternyata Ghani mengajakku ke taman belakang sekolah. Taman itu terlihat lebih indah dari biasanya, seperti telah

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *